Posyandu Flamboyan Menjadi Modeling PHI di Desa Panaikang
Community Discussion

Senin, 26 September 2022, Pemerintah Desa Panaikang menggelar koordinasi awal untuk pemodelan Posyandu Holistik Integratif (PHI). Hadir dalam pertemuan yakni PKDS, Pustu, Posyandu, PAUD Alfurqan. Capaian dari kordinasi awal ini menentukan target Posyandu yang akan dijadikan modeling dan paparan peran stakeholder yang akan terlibat.
H Muh Arif, Kades Panaikang menyampaikan jika Posyandu Flamboyan di Dusun Leang Lonrong akan didorong dalam penerapan PHI karena daya dukung sumber daya dan kesiapan fasilitas. Tak jauh dari lokasi Posyandu Flamboyan juga terdapat PAUD Alfurqan.
“Pemilihan ini bukan berarti Posyandu yang lain di Desa Panaikang tidak layak. Semua layak, tetapi kita perlu ada percontohan dulu,” tukasnya.
Syukur, Koordinator PKDS Panaikang menambahkan di Dusun Leang Lonrong perlu mendapat perhatian dalam peningkatan layanan kesehatan anak dalam melakukan pencegahan stunting dan KIBBL.
Firdaus AR, Program Manager Lembaga Demokrasi Celebes (Lekrac) yang memberikan pengantar menyampaikan jika peran Lekrac ialah memediasi dan membantu koordinasi antar stakeholder dalam penerapan PHI. “Konsep PHI ini merupakan progam Pemkab Pangkep di mana pada akhir tahun 2021 lalu telah ditandangani MoU bersama Perangkat Daerah seperti TP PKK, DPMD, Dinas Pendidikan, DP2KBP3A serta Lekrac,” urainya.
Melalui program USAID MADANI di mana Lekrac sebagai Mitra Utama memang menjadikan Desa Panaikang sebagai lokus inisiatif lokal selaian Desa Kabba. Tentu dengan konsep PHI ini merupakan dampak lain dari program yang telah dijalankan tersebut karena dengan adanya PKDS memudahkan koordinasi antar stakeholder yang ada di desa.
Ini memang tugas Lekrac sebagai Organisasi Masyarakat Sipil yang terlibat dalam penandatanganan MoU. Fungsinya untuk melakukan mediasi dan koordinasi. Juga, telah menghubungkan dengan peran swasta untuk bagaimana turut berperan.
“Di pertemuan awal, Lekrac mampu mendorong adanya peran CSR PT Semen Tonasa dalam memfasilitasi kegiatan pada Selasa, 13 September 2022 lalu. Selain dua desa lokus, juga menghadirkan Pemerintah Desa Parenreng sebagai rencana reflikasi PKDS sebelum menginisiasi modeling PHI,” ujar Junardi Jufri, FC USAID MADANI Pangkep yang memberikan keterangan terpisah usai kegiatan.
Ramliana, Bidan Pustu Desa Panaikang menambahkan kalau nantinya sisa dikomunikasikan lebih lanjut antar pihak yang terlibat dalam PHI ini. “Mungkin nantinya kegiatan Posyandu bisa dilakukan di PAUD Alfurqan sekaligus adanya pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal,” jelasnya.
Peran Pemdes Panaikang sendiri akan menopang PHI melalui program Ketahanan Pangan dan pemberian insentif yang sejauh ini sudah berjalan. Sainal, Sekretaris Desa Panaikang menjelaskan program ketahanan pangan yang akan menunjang keberlangsungan PHI berupa pembangunan Kebun Kelompok, Kolam Ikan Nila, dan Pengelolaan ternak berupa itik untuk kelompok warga.
“Kontribusi dari program ketahanan pangan ini akan membantu dalam pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam kegiatan PHI nantinya,” terangnya.
H Muh Arif, Kades Panaikang menyampaikan jika Posyandu Flamboyan di Dusun Leang Lonrong akan didorong dalam penerapan PHI karena daya dukung sumber daya dan kesiapan fasilitas. Tak jauh dari lokasi Posyandu Flamboyan juga terdapat PAUD Alfurqan.
“Pemilihan ini bukan berarti Posyandu yang lain di Desa Panaikang tidak layak. Semua layak, tetapi kita perlu ada percontohan dulu,” tukasnya.
Syukur, Koordinator PKDS Panaikang menambahkan di Dusun Leang Lonrong perlu mendapat perhatian dalam peningkatan layanan kesehatan anak dalam melakukan pencegahan stunting dan KIBBL.
Firdaus AR, Program Manager Lembaga Demokrasi Celebes (Lekrac) yang memberikan pengantar menyampaikan jika peran Lekrac ialah memediasi dan membantu koordinasi antar stakeholder dalam penerapan PHI. “Konsep PHI ini merupakan progam Pemkab Pangkep di mana pada akhir tahun 2021 lalu telah ditandangani MoU bersama Perangkat Daerah seperti TP PKK, DPMD, Dinas Pendidikan, DP2KBP3A serta Lekrac,” urainya.
Melalui program USAID MADANI di mana Lekrac sebagai Mitra Utama memang menjadikan Desa Panaikang sebagai lokus inisiatif lokal selaian Desa Kabba. Tentu dengan konsep PHI ini merupakan dampak lain dari program yang telah dijalankan tersebut karena dengan adanya PKDS memudahkan koordinasi antar stakeholder yang ada di desa.
Ini memang tugas Lekrac sebagai Organisasi Masyarakat Sipil yang terlibat dalam penandatanganan MoU. Fungsinya untuk melakukan mediasi dan koordinasi. Juga, telah menghubungkan dengan peran swasta untuk bagaimana turut berperan.
“Di pertemuan awal, Lekrac mampu mendorong adanya peran CSR PT Semen Tonasa dalam memfasilitasi kegiatan pada Selasa, 13 September 2022 lalu. Selain dua desa lokus, juga menghadirkan Pemerintah Desa Parenreng sebagai rencana reflikasi PKDS sebelum menginisiasi modeling PHI,” ujar Junardi Jufri, FC USAID MADANI Pangkep yang memberikan keterangan terpisah usai kegiatan.
Ramliana, Bidan Pustu Desa Panaikang menambahkan kalau nantinya sisa dikomunikasikan lebih lanjut antar pihak yang terlibat dalam PHI ini. “Mungkin nantinya kegiatan Posyandu bisa dilakukan di PAUD Alfurqan sekaligus adanya pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal,” jelasnya.
Peran Pemdes Panaikang sendiri akan menopang PHI melalui program Ketahanan Pangan dan pemberian insentif yang sejauh ini sudah berjalan. Sainal, Sekretaris Desa Panaikang menjelaskan program ketahanan pangan yang akan menunjang keberlangsungan PHI berupa pembangunan Kebun Kelompok, Kolam Ikan Nila, dan Pengelolaan ternak berupa itik untuk kelompok warga.
“Kontribusi dari program ketahanan pangan ini akan membantu dalam pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam kegiatan PHI nantinya,” terangnya.