Masuk Daftar

Keong Tutut Sawah, Sumber Gizi Melimpah Alternatif Protein Mudah dan Murah Untuk Mencegah Stunting

Diskusi Komunitas
Atmago.SIBAT-Keong sawah atau Tutut (sunda) merupakan salah satu jenis hewan air yang hidup di perairan tawar seperti sawah, rawa, dan kolam. Meskipun seringkali dianggap sebagai hama tanaman, namun tutut sebenarnya memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal kuliner. Makanan tradisional ini memiliki cita rasa yang khas dan juga kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Salah satu keunggulan dari tutut sawah adalah kandungan protein dan mineral yang tinggi. Menurut penelitian, tutut sawah mengandung lebih banyak protein dari daging ayam dan ikan. Selain itu, keong sawah juga mengandung mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor, dan magnesium yang penting untuk memperkuat tulang dan gigi, serta menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh.

Meskipun terdengar asing bagi beberapa orang, namun masyarakat Indonesia khususnya suku sunda sudah lama mengenal dan mengkonsumsi tutut sawah sebagai makanan tradisional nan lezat.

Tutut sawah biasanya diolah menjadi berbagai macam masakan seperti sate, soto, dan sup. Namun, yang paling terkenal adalah di kerecek, yaitu masakan berupa tumisan tutut sawah dengan bumbu yang khas.

Untuk mengolah tutut sawah, pertama-tama keong harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan lendir yang menempel pada cangkangnya. Kemudian, tutut direbus atau ditumis dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, jahe, dan lengkuas. Selain itu, ada juga yang mengolah tutut sawah dengan santan, cabai, dan rempah-rempah lainnya untuk mendapatkan cita rasa yang lebih gurih dan pedas.

Selain kaya akan protein dan mineral, tutut sawah juga diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tutut sawah juga diketahui sebagai salah satu makanan yang baik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan dan mencegah anak tumbuh stunting karena kandungan kalsium dan proteinnya yang tinggi.

Sayangnya, saat ini tutut sawah mulai sulit ditemukan karena banyak sawah diganti dengan permukiman dan kawasan Industri khususnya di pinggiran perkotaan. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah tutut sawah di alam dan membuatnya semakin langka. Oleh karena itu, sebagai warga Indonesia yang mencintai kuliner tradisional, kita harus tetap melestarikan dan membudidayakan tutut sawah kepada generasi muda agar keunikan dan manfaatnya tetap dapat dinikmati. (Bhew)

#SIBATNLD
#PMISUKABUMI
#ATMACOMMECT
#IntetnetSocietyFoundation

Tagar Populer

Berita Warga Terkait

Berita Warga Terpopuler

Berita Warga Terbaru

Jelajahi Informasi Lebih Dalam

Berita Warga

Kabar berita terkini dari warga

Loker

Informasi lapangan pekerjaan

Acara

Undangan acara untuk warga

Laporan Warga

Masalah yang terjadi di lingkungan

Komunitas

Ruang komunitas AtmaGo

Lihat kabar pilihan, khusus dirangkum untukmu!

Masuk Daftar