Masuk Daftar

Wajah BDR Di Sekolah Pelosok

Berita Warga
Konsep Belajar Dari Rumah (BDR) kini membooming, sejalan dengan kondisi pandemi yang sepertinya belum akan berlalu. Bagi sekolah wilayah zona merah hingga kuning, saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan persiapan pelaksanaan pembelajaran dengan konsep BDR, bahkan ada yang sudah berjalan beberapa Minggu. Pelaksanaan pembelajaran dari rumah memang solusi tepat dalam menyikapi kondisi ini, meski beberapa sisi kurangnya akan muncul, tapi pilihan ini adalah yang terbaik untuk saat ini.

BDR dengan moda daring bagi sekolah-sekolah perkotaan tentu tidak begitu banyak kendala dalam pelaksanaannya. Kondisi jaringan internet yang bagus serta lingkungan sosial anak yang sudah familiar dengan IT dan perangkatnya tentu sangat mendukung bagi pembelajaran daring. Namun tak demikian adanya dengan sekolah-sekolah di pelosok desa. Perangkat internet yang tak semua anak miliki, juga jaringan internet yang buruk, sangat menyulitkan untuk pelaksanaan pembelajaran daring.

Mengurut dada dan memutar otak. Seperti itu kira-kira yang kami alami. Sekolah pedesaan yang belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran daring.
"Saya gak pakai WA Bu guru, hp saya tidak bisa internetan." Begitu jawaban dari sebagian wali murid saat kami mengadakan sosialisasi pelaksanaan BDR kepada beberapa wali murid. Lalu sebagian wali murid yang lain bagaimana? Sebagian kecil "yes" untuk mendukung anaknya mengikuti pembelajaran daring, dukungan berupa perangkat yang dimiliki dan juga kemampuan memakai aplikasi-aplikasi pembelajaran daring yang ada. Sebagian sisanya? Mereka tidak hanya tak akrab dengan internet-internetan, malahan hp jadul saja tidak punya. Itulah yang saya maksudkan, kami sebagai guru hanya bisa mengurut dada (bersabar) dan memutar otak (berpikir kreatif) agar bisa melaksanakan BDR ini dengan segala keterbatasan yang kami hadapi.

Selasa 27 Juli, pagi pukul 9.00 WITA sampai hampir pukul 12.00 WITA, kami segenap dewan guru beserta kepala sekolah di TK Negeri Pembina Jonggat, mengadakan diskusi panjang tentang pelaksanaan BDR ini. Kondisi kesiapan peserta didik kami, adalah seperti pemaparan diatas, masih jauh dari kata "Siap" untuk melaksanakan pembelajaran daring. Untuk itulah kami menyiasatinya dengan melaksanakan kunjungan rumah bagi sebagian besar peserta didik yang tidak bisa mengikuti pembelajaran daring, sedangkan yang memiliki kemampuan untuk mengikuti pembelajaran daring, tetap kami programkan untuk mengikuti pembelajaran lewat WA ataupun aplikasi belajar online.

Akhir kata, semoga musibah pandemi ini segera berlalu, agar kita bisa kembali melaksanakan aktifitas belajar secara normal. Karena walau bagaimanapun, kehadiran guru disamping anak, tetap lebih utama dan selalu dirindukan disamping perangkat pembelajaran daring yang super canggih itu.

#Wargalawancovid19
#MadaniCovid19

Topik Terkait

Lokasi Terkait

Dilihat 1029 kali

Raodah Mnuh

Pegiat

1 Komentar

Komentar

Tagar Populer

Berita Warga Terkait

Berita Warga Terpopuler

Berita Warga Terbaru

Jelajahi Informasi Lebih Dalam

Berita Warga

Kabar berita terkini dari warga

Loker

Informasi lapangan pekerjaan

Acara

Undangan acara untuk warga

Laporan Warga

Masalah yang terjadi di lingkungan

Komunitas

Ruang komunitas AtmaGo

Lihat kabar pilihan, khusus dirangkum untukmu!

Masuk Daftar