Swakelola Tipe 3 : Lembaga Demokrasi Celebes Gandeng Atma Connect Dalam BIMTEK Pengukuran IKO ke 2
Citizen News

Melalui Swakelola Tipe 3 Lembaga Demokrasi Celebes (LDC) dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pangkep mengundang OMS yang telah terdaftar untuk melakukan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengukuran Indeks Kinerja Organisasi Ke 2 (IKO). Bimtek IKO ke 2 ini diikuti 33 Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), yang digelar di Café Titik Jumpa Bungoro, Selama dua hari, Kamis-Jumat (26/27 Oktober 2023).
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) yang membuka Bimtek diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik H. Ansar Paduwai, mengharapkan OMS dapat menjadi mitra dan media kerjasama bagi pemerintah Kab. Pangkep.
“Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu organisasi publik yang diharapkan menjadi partner pemerintah adalah organisasi kemasyarakatan”. ujarnya.
kemudian Kepala Bakesbangpol Pangkep, Amril, dalam diskusi ini menyampaikan pula secara formal bahwa organisasi yang berkegiatan di daerah harus tercatat di pemerintah daerah, dan kami dari Bakesbangpol sering menyampaikan ketika ada organisasi yang kurang berkesan dilapangan diharapkan mengajak mereka komunikasi dengan baik terkait legalitas lembagannya. Kalaupun belum teman-teman bisa mengarahkan. lanjutnya
“yang perlu dilakukan teman-teman dilapangan minimal menyampaikan apakah organisasi tersebut telah terdaftar di pemerintah daerah”. Jelasnya.
Direktur Eksekutif LDC, Sjamsuddin Moedji pun menjelaskan bahwa sebelumnya telah melakukan pengukuran IKO pertama pada tahun 2022 lalu dan ada 9 OMS yang telah mendaftarkan lembaganya. Di IKO ke 2 ini, OMS sangat antusias mendaftarkan masing-masing lembaganya, ini membuktikan dengan jumlah lembaga yang mengutus anggotanya sebanyak 33 lembaga.
“tujuan dari pengukuran IKO 2 ini, sebagai bentuk pemetaan organisasi kemasyarakatan yang jelas keaktifan lembaga dan keberadaannya di Kab. Pangkep.
Pengukuran IKO ke 2, Lembaga Demokrasi Celebes juga menggandeng Atma Connect yang dilakukan secara virtual. Dukungan Atma connect dalam penginputan IKO 2 sangat diharapkan dalam aplikasi Simpul MADANI. Selain itu, dalam kegiatan ini, juga hadir Junardi Jufri sebagai Fasilitator yang memandu jalannya pengukuran IKO ini. Sehingga peserta sangat antusias ikut, mulai dari awal pertemuan hingga akhir.
Diakhir diskusi, peserta sepakat untuk melakukan pertemuan kembali setelah 6 bulan kedepan, untuk lebih memantapkan lagi pengukuran IKO lembaga mereka.*
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) yang membuka Bimtek diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik H. Ansar Paduwai, mengharapkan OMS dapat menjadi mitra dan media kerjasama bagi pemerintah Kab. Pangkep.
“Sebagaimana kita maklumi bahwa salah satu organisasi publik yang diharapkan menjadi partner pemerintah adalah organisasi kemasyarakatan”. ujarnya.
kemudian Kepala Bakesbangpol Pangkep, Amril, dalam diskusi ini menyampaikan pula secara formal bahwa organisasi yang berkegiatan di daerah harus tercatat di pemerintah daerah, dan kami dari Bakesbangpol sering menyampaikan ketika ada organisasi yang kurang berkesan dilapangan diharapkan mengajak mereka komunikasi dengan baik terkait legalitas lembagannya. Kalaupun belum teman-teman bisa mengarahkan. lanjutnya
“yang perlu dilakukan teman-teman dilapangan minimal menyampaikan apakah organisasi tersebut telah terdaftar di pemerintah daerah”. Jelasnya.
Direktur Eksekutif LDC, Sjamsuddin Moedji pun menjelaskan bahwa sebelumnya telah melakukan pengukuran IKO pertama pada tahun 2022 lalu dan ada 9 OMS yang telah mendaftarkan lembaganya. Di IKO ke 2 ini, OMS sangat antusias mendaftarkan masing-masing lembaganya, ini membuktikan dengan jumlah lembaga yang mengutus anggotanya sebanyak 33 lembaga.
“tujuan dari pengukuran IKO 2 ini, sebagai bentuk pemetaan organisasi kemasyarakatan yang jelas keaktifan lembaga dan keberadaannya di Kab. Pangkep.
Pengukuran IKO ke 2, Lembaga Demokrasi Celebes juga menggandeng Atma Connect yang dilakukan secara virtual. Dukungan Atma connect dalam penginputan IKO 2 sangat diharapkan dalam aplikasi Simpul MADANI. Selain itu, dalam kegiatan ini, juga hadir Junardi Jufri sebagai Fasilitator yang memandu jalannya pengukuran IKO ini. Sehingga peserta sangat antusias ikut, mulai dari awal pertemuan hingga akhir.
Diakhir diskusi, peserta sepakat untuk melakukan pertemuan kembali setelah 6 bulan kedepan, untuk lebih memantapkan lagi pengukuran IKO lembaga mereka.*