PEMDA dan OMS di Kab. Pangkep, Memastikan Praktek Baik Program MADANI Dilanjutkan
Berita Warga

Pangkep.Senin/04-09-2023. Telah berlangsung Lokakarya Kolaboratif Government, menampilkan Kepala Bappelitbangda dan Kesbangpol, Direktur LEKRAC dan perwakilan inisiatif lokal PKDS sebagai narasumber, serta pengantar awal Lokakarya ada refleksi cepaian utama Program MADANI di Kabupaten Pangkep, oleh Nawir Sikki, selaku Senior Field Coordinator, sekaligus Provincial Coordinator MADANI Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa selama 3 tahun implementasi Program, ada 4 capaian utama yang menonjol dan menginspirasi program secara nasional di 6 Provinsi, 32 Kabupaten/Kota, mulai dari terbentuknya Kelompok Kerja (POKJA) Kolaboratif Governance, pertama kali di Kabupaten Pangkep, pada saat daerah lainnya, hanya membentuk Tim Teknis sebagai tanda program diterima oleh Pemerintah Daerah; kemudian special pendekatan program melalui mitra utama YASMIB Sulawesi dengan skema partnering dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) KKDP yang bertranformasi menjadi LDC/LEKRAC (Lembaga Demokrasi Celebes) di Pangkep, menjadi satu-satunya skema partnering yang berhasil naik kelas, pada tahun kedua menjadi Mitra Utama Program MADANI di Kabupaten Pangkep; selanjutnya capaian utama Ketiga, yakni terbentuknya PKDS (Pokja Kolaboratif Desa Sehat) sebagai social solusi (piloting) di dua Desa, berhasil membuktikan, bahwa solusi local tersebut, relevan dalam mewujudkan target akselerasi program Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang meningkat capai baik program, sekaligus berkontribusi pada penurunan secara signifikan angka Stunting di dua Desa piloting tersebut; serta capaian utama keempat, berhasilnya melahirkan beberapa regulasi (peraturan) pendukung dalam mereplikasi, melembagakan dan memastikan keberlanjutan program MADANI di Kabupaten Pangkep, pasca MADANI akan selesai di akhir bulan September 2023.
Selanjutnya pada penyampaian tanggapan dan refleksi dari Bapak Kepala Bappelitbangda, menyampaikan komitmen untuk memasukkan best praktis tentang Penguatan Kapasiata (OD) dan Inisiatif lokal (sosail solusi) di 2 Desa Piloting ini kedalam proses perencanaan dan penganggaran termasuk dalam pemyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), karena itu perlu adanya dokumen dan regulasi sebagai warisan program MADANI ini. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang mengatakan bahwa telah menjadi role model pengembangan OMS yang perlu terus dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah, dan Kesbangpol bahkan telah melakukan Kerjasama dengan LDC, khususnya melalui skema swakelola, dalam memberikan sosilisasi maupun penerapan Indeks Kinerja Organisasi (IKO) pada seluruh Ormas yang ada di Kabupaten Barru ini. Narasumber lainnya, dari Puskesmas dan Kepala Desa Panaikang, memberikan refleksi bahwa, proses pendampingan Program MADANI ini, telah terbukti memberikan hasil dan manfaat langsung bagi Pemerintah Desa dan Masyarakat, serta pelaku pembangunan di lini lapangan, seperti apparat Desa, penyuluh, kader KPM, Pendamping Desa, Bidan Desa, dan lainnya.
Dari tanggapan beberapa peserta, baik dari staf ahli Bupati Pangkep, Koordinator Kabupaten Pendamping Desa Kabupaten Pangkep, Perwkilan Perangkat Daerah, Puskesmas, dan untuk lainnya, semua peserta sepakat bahwa program MADANI telah memberikan kontribusi positif dlm pembangunan di Pangkep, dan semuanya siap untuk menlajutkan program ini, dengan skema budget dan inisiatif dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan Lembaga local yang telah mulai kuat di Pangkep, khususnya LDC, akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. NS.
Selanjutnya pada penyampaian tanggapan dan refleksi dari Bapak Kepala Bappelitbangda, menyampaikan komitmen untuk memasukkan best praktis tentang Penguatan Kapasiata (OD) dan Inisiatif lokal (sosail solusi) di 2 Desa Piloting ini kedalam proses perencanaan dan penganggaran termasuk dalam pemyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), karena itu perlu adanya dokumen dan regulasi sebagai warisan program MADANI ini. Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang mengatakan bahwa telah menjadi role model pengembangan OMS yang perlu terus dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah, dan Kesbangpol bahkan telah melakukan Kerjasama dengan LDC, khususnya melalui skema swakelola, dalam memberikan sosilisasi maupun penerapan Indeks Kinerja Organisasi (IKO) pada seluruh Ormas yang ada di Kabupaten Barru ini. Narasumber lainnya, dari Puskesmas dan Kepala Desa Panaikang, memberikan refleksi bahwa, proses pendampingan Program MADANI ini, telah terbukti memberikan hasil dan manfaat langsung bagi Pemerintah Desa dan Masyarakat, serta pelaku pembangunan di lini lapangan, seperti apparat Desa, penyuluh, kader KPM, Pendamping Desa, Bidan Desa, dan lainnya.
Dari tanggapan beberapa peserta, baik dari staf ahli Bupati Pangkep, Koordinator Kabupaten Pendamping Desa Kabupaten Pangkep, Perwkilan Perangkat Daerah, Puskesmas, dan untuk lainnya, semua peserta sepakat bahwa program MADANI telah memberikan kontribusi positif dlm pembangunan di Pangkep, dan semuanya siap untuk menlajutkan program ini, dengan skema budget dan inisiatif dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan Lembaga local yang telah mulai kuat di Pangkep, khususnya LDC, akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. NS.