Melalui Training of Fasilitator, DPMD mendukung Replikasi PKDS di Kab. Pangkep
Berita Warga

Terkait dengan pertemuan sebelumnya, Lembaga Demokrasi Celebes menggelar Training of Fasilitator (ToF). Pelatihan fasilitator ini dimaksudkan untuk melaksanakan Replikasi Pokja Kolaboratif Desa Sehat (PKDS) di 61 Desa yang ada di Kab. Pangkep.
Kegiatan ini dibuka oleh Junardi Jufri selaku FC MADANI Pangkep, mengungkapkan bahwa Program Madani akan berakhir pada september 2023 dan Lembaga Demokrasi Celebes merupakan aktor utama pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Pangkep, Program Madani memiliki kegiatan peningkatan kapasitas OMS dan menjalankan ISSU KIBBL untuk peningkatan layanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir. Salah satu kegiatan peningkatan Layanan kesehatan yaitu adanya Pokja Kolaboratif Desa Sehat (PKDS) yang melibatkan aktor-aktor kelompok untuk bekerja secara kolaboratif, berdasarkan rekomendasi pada pertemuan Best Practis PKDS menghasilkan rekomendasi untuk membuat Modul pelaksanaan Program PKDS yang akan diberikan ke aktor-aktor yang terlibat. Peserta yang akan dilatih sebagai fasilitator merupakan dari unsur Perangkat Daerah, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, Baznas, Dinas Sosial, DPMD, Bappelitbangda dan anggota PKDS.
Syamsuddin Moedji selaku Direktur Eksekuti Lembaga Demokrasi Celebes juga menjelaskan bahwa Lembaga Demokrasi Celebes (LDC) Merupakan pelaksana kegiatan program MADANI dengan Issu Kesehatan Ibu dan anak dengan 2 wilayah lokus yaitu Desa Panaikang dan Desa Kabba, Banyak Best Practis yang didapatkan dari program PKDS, harapanya kegiatan ini dapat menjadi model keberlanjutan program PKDS dan semua peserta yang hadir dapat menjadi trainer ketika ada kegiatan peningkatan layanan dasar di Desa. Kegiatan PKDS sudah direplikasi di 2 Desa yaitu Desa Parenreng dan coppo Tompong yang siap mencontoh apa yang telah dilakukan di 2 wilayah lokus. Keberlanjutan kegiatan Training of Fasilitator (ToF) ini peserta menjadi trainer dan program akan dilanjutkan oleh Pemda.
Dalam ToF ini, Learning Forum Simpul Belajar MABACA bertindak sebagai trainer yang akan berbagi pengalaman selama mereka menjadi Fasilitator di Desa Lokus dan di Desa Replikasi PKDS, yang kemudian selanjutnya peserta melakukan simulasi pelaksanaan kegiatan tahap demi tahap.
Dzul Fadli Kabid DPMD yang juga selaku Narasumber, mengungkapkan bahwa Program USAID MADANI mampu mempertemukan konsep kolaboratif PKDS untuk meningkatkan layanan kesehatan. Adanya PKDS ini, stakeholder di Desa dapat bekerja bersama-sama dengan issu yang sama agar mengetahui tugas dan tanggung jawab berdasarkan potensi dan wewenang. program Stunting dan posyandu harus terlibat dalam program ini dengan dukungan pemerintah setempat.
”Pemerintah akan menambahkan anggaran untuk desa-desa yang akan melakukan kolaborasi Desa dengan konsep Adik Desa yang akan berkembang untuk menguatkan fungsi-fungsi yang ada didesa dan meningkatkan Layanan Kesehatan Dasar, Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan dibuatkan SK Bupati dan sertifikart Fasilitator” lanjutnya.
Dengan penekanan yang tegas ”DPMD akan memfasilitasi beberapa Desa yang bisa melakukan Replikasi pada tahun 2023 dan akan melakukan replikasi di 61 Desa di kabupaten Pangkep pada tahun 2024 dengan pendanaan konsep Adik Desa, Program akan dikawal DPMD dan Bappelitbanda".
Untuk itulah melalui kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Demokrasi Celebes, bertempat di Coffee Logos, Jl. Sultan Hasanuddin yang dihadiri oleh 29 Peserta diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DP2KBP3A, DPMD, Bappelitbangda, Bakesbangpol dan Pemerintah Desa. Dengan dilakukannya penandatanganan kesepahaman dan pemberian Panduan Replikasi Pokja Kolaboratif Desa Sehat (PKDS) ke pihak DPMD.
Kegiatan ini dibuka oleh Junardi Jufri selaku FC MADANI Pangkep, mengungkapkan bahwa Program Madani akan berakhir pada september 2023 dan Lembaga Demokrasi Celebes merupakan aktor utama pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Pangkep, Program Madani memiliki kegiatan peningkatan kapasitas OMS dan menjalankan ISSU KIBBL untuk peningkatan layanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir. Salah satu kegiatan peningkatan Layanan kesehatan yaitu adanya Pokja Kolaboratif Desa Sehat (PKDS) yang melibatkan aktor-aktor kelompok untuk bekerja secara kolaboratif, berdasarkan rekomendasi pada pertemuan Best Practis PKDS menghasilkan rekomendasi untuk membuat Modul pelaksanaan Program PKDS yang akan diberikan ke aktor-aktor yang terlibat. Peserta yang akan dilatih sebagai fasilitator merupakan dari unsur Perangkat Daerah, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A, Baznas, Dinas Sosial, DPMD, Bappelitbangda dan anggota PKDS.
Syamsuddin Moedji selaku Direktur Eksekuti Lembaga Demokrasi Celebes juga menjelaskan bahwa Lembaga Demokrasi Celebes (LDC) Merupakan pelaksana kegiatan program MADANI dengan Issu Kesehatan Ibu dan anak dengan 2 wilayah lokus yaitu Desa Panaikang dan Desa Kabba, Banyak Best Practis yang didapatkan dari program PKDS, harapanya kegiatan ini dapat menjadi model keberlanjutan program PKDS dan semua peserta yang hadir dapat menjadi trainer ketika ada kegiatan peningkatan layanan dasar di Desa. Kegiatan PKDS sudah direplikasi di 2 Desa yaitu Desa Parenreng dan coppo Tompong yang siap mencontoh apa yang telah dilakukan di 2 wilayah lokus. Keberlanjutan kegiatan Training of Fasilitator (ToF) ini peserta menjadi trainer dan program akan dilanjutkan oleh Pemda.
Dalam ToF ini, Learning Forum Simpul Belajar MABACA bertindak sebagai trainer yang akan berbagi pengalaman selama mereka menjadi Fasilitator di Desa Lokus dan di Desa Replikasi PKDS, yang kemudian selanjutnya peserta melakukan simulasi pelaksanaan kegiatan tahap demi tahap.
Dzul Fadli Kabid DPMD yang juga selaku Narasumber, mengungkapkan bahwa Program USAID MADANI mampu mempertemukan konsep kolaboratif PKDS untuk meningkatkan layanan kesehatan. Adanya PKDS ini, stakeholder di Desa dapat bekerja bersama-sama dengan issu yang sama agar mengetahui tugas dan tanggung jawab berdasarkan potensi dan wewenang. program Stunting dan posyandu harus terlibat dalam program ini dengan dukungan pemerintah setempat.
”Pemerintah akan menambahkan anggaran untuk desa-desa yang akan melakukan kolaborasi Desa dengan konsep Adik Desa yang akan berkembang untuk menguatkan fungsi-fungsi yang ada didesa dan meningkatkan Layanan Kesehatan Dasar, Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan dibuatkan SK Bupati dan sertifikart Fasilitator” lanjutnya.
Dengan penekanan yang tegas ”DPMD akan memfasilitasi beberapa Desa yang bisa melakukan Replikasi pada tahun 2023 dan akan melakukan replikasi di 61 Desa di kabupaten Pangkep pada tahun 2024 dengan pendanaan konsep Adik Desa, Program akan dikawal DPMD dan Bappelitbanda".
Untuk itulah melalui kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Demokrasi Celebes, bertempat di Coffee Logos, Jl. Sultan Hasanuddin yang dihadiri oleh 29 Peserta diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DP2KBP3A, DPMD, Bappelitbangda, Bakesbangpol dan Pemerintah Desa. Dengan dilakukannya penandatanganan kesepahaman dan pemberian Panduan Replikasi Pokja Kolaboratif Desa Sehat (PKDS) ke pihak DPMD.