LSKP Fasilititasi Briefing and sharing: Berbagi Pendekatan Advokasi di Tingkat Provinsi Sulsel
Berita Warga

Rabu, 29 September 2021, Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) mengadakan Briefing and Sharing: Berbagi Pendekatan Advokasi Di Tingkat Provinsi sebagai salah satu rangkaian dari Program Support Partner USAID MADANI Secara Daring. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni Muh Al Amin (Direktur Walhi Sulsel) yang membahas Pelibatan Masyarakat tentang pengalaman Advokasi Lingkungan, Muhammad Haedir (Direktur LBH Makassar) tentang Sharing Pengalaman tentang advokasi kebijakan public untuk melahirkan regulasi dan Amril Hans, S.A.P., MAP. (Dosen Departemen Administrasi FISIP Universitas Hasanuddin, Departemen Advokasi dan Kebijakan Publik LSKP) yang menjelaskan Advokasi Kebijakan Publik, Konsep dan Strategi Pelibatan Para Pihak.
Peserta dari kegiatan ini yakni Lead Partner (LP), Learning Forum (LF), yang tersebar di 6 kabupaten/kota Mitra Utama Madani seperti Institute Of Community Justice (ICJ) & Forum Belajar Anak Millenial (BARANI) dengan isu tematik Peningkatan Toleransi dan Ruang Ekspresi Bagi Generasi Muda di Kota Makassar, Yayasan Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi, Lembaga Demokrasi Celebes (LECRAK) dan Learning Forum Malempu Barani Caradde (Mabaca) dengan isu tematik Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) Kabupaten Pangkep, PPO Daun Hijau dan Forum Belajar YASSIBERRUI dengan isu tematik Advokasi dan Pengawasan Layanan Administrasi Kependudukan Kabupaten Barru, Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo dan Forum Belajar Mapaccing (FBM) dengan isu tematik Tata Kelola Sumberdaya Alam Berbasis Pengelolaan Sampah Di Kota Palopo, Perkumpulan Wahana Lingkungan Lestari Celebes Area (Wallacea) dan Simpul Belajar Lamaranginang dengan isu tematik Transparansi Dana Desa sub Issu Tematik : Anggaran Dana Desa Pro Inklusi Luwu Utara, dan PDNA Bulukumba dan Forum Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu Dan Anak (FORMAP KIA) dengan isu tematik Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dengan spesifik Isu Peningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam sistem rujukan Kegawatdaruratan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir. Kegiatan ini juga dihadiri pula oleh Sejumlah Field Coordinator (FC) dan Nawir Sikkir sebagai Senior Field Coordinator (SFC).
Kegiatan ini dibuka pada pukul 09.25 WITA. Nawir Sikki selaku Senior Field Coordinator (SFC) menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada segenap peserta dan narasumber yang hadir. Dijelaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk membantu Learning Forum dan Lead Partner untuk menjalankan kegiatan pada tahapan kedua. Hadir Pula Tim Monitoring dan Evaluasi Cordinator (MERCo) USAID MADANI.
Adapun Tujuan dari kegiatan ini adalah LP dan LF mendapatkan transfer pengalaman advokasi dari CSO tingkat provinsi yang relevan dengan isu tematik.
Muhammad Haedir akan mengkombinasikan metode advokasi yang selama ini dilakukan dan advokasi secara umum. Hal ini terbagi menjadi dua yakni advokasi kasus dan advokasi kebijakan. Hal ini tidak dapat dipisahkan karena advokasi kasus akan bermuara pada sebuah kebijakan.
Amril Hans, S.A.P., MAP. menyampaikan Kebijakan publik terkadang sukses, terkadang juga gagal karena bukti yang dihadirkan kurang sebagai bahan argumentasi kepada pemangku kepentingan untuk mewujudkan keinginan terkait kebijakan dan isu publik.
Muh Al Amin menyampaikan menyampaikan Pilar atau pendekatan advokasi WALHI Sulawesi Selatan memiliki empat pilar advokasi WALHI Sulawesi Selatan, yakni: memperkuat wilayah Kelola rakyat, Pemulihan dan kampanye lingkungan, lebih banyak menggunakan tenaga atau kekuatan muda, Penegakan hukum, dan Politik/parlemen hijau
Dan pada Akhirnya diskusi diakhiri oleh Fasilitator. Ira Husain menyampaikan kesimpulan bahwa kita tidak boleh terkotak-kotak pada konsen isu yang dikawal karena saling berkaitan. Penting adanya pemetaan spesisifk terkait dengan isu yang akan diadvokasikan. Serta, penting adanya data dan informasi, sehingga advokasi memiliki dasar atau evidence base. Kegiatan ini ditutup pada pukul 13.20 WITA, bersama dengan Peserta sebanyak 68 yang hadir.
Peserta dari kegiatan ini yakni Lead Partner (LP), Learning Forum (LF), yang tersebar di 6 kabupaten/kota Mitra Utama Madani seperti Institute Of Community Justice (ICJ) & Forum Belajar Anak Millenial (BARANI) dengan isu tematik Peningkatan Toleransi dan Ruang Ekspresi Bagi Generasi Muda di Kota Makassar, Yayasan Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi, Lembaga Demokrasi Celebes (LECRAK) dan Learning Forum Malempu Barani Caradde (Mabaca) dengan isu tematik Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) Kabupaten Pangkep, PPO Daun Hijau dan Forum Belajar YASSIBERRUI dengan isu tematik Advokasi dan Pengawasan Layanan Administrasi Kependudukan Kabupaten Barru, Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo dan Forum Belajar Mapaccing (FBM) dengan isu tematik Tata Kelola Sumberdaya Alam Berbasis Pengelolaan Sampah Di Kota Palopo, Perkumpulan Wahana Lingkungan Lestari Celebes Area (Wallacea) dan Simpul Belajar Lamaranginang dengan isu tematik Transparansi Dana Desa sub Issu Tematik : Anggaran Dana Desa Pro Inklusi Luwu Utara, dan PDNA Bulukumba dan Forum Masyarakat Peduli Kesehatan Ibu Dan Anak (FORMAP KIA) dengan isu tematik Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dengan spesifik Isu Peningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam sistem rujukan Kegawatdaruratan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir. Kegiatan ini juga dihadiri pula oleh Sejumlah Field Coordinator (FC) dan Nawir Sikkir sebagai Senior Field Coordinator (SFC).
Kegiatan ini dibuka pada pukul 09.25 WITA. Nawir Sikki selaku Senior Field Coordinator (SFC) menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada segenap peserta dan narasumber yang hadir. Dijelaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis untuk membantu Learning Forum dan Lead Partner untuk menjalankan kegiatan pada tahapan kedua. Hadir Pula Tim Monitoring dan Evaluasi Cordinator (MERCo) USAID MADANI.
Adapun Tujuan dari kegiatan ini adalah LP dan LF mendapatkan transfer pengalaman advokasi dari CSO tingkat provinsi yang relevan dengan isu tematik.
Muhammad Haedir akan mengkombinasikan metode advokasi yang selama ini dilakukan dan advokasi secara umum. Hal ini terbagi menjadi dua yakni advokasi kasus dan advokasi kebijakan. Hal ini tidak dapat dipisahkan karena advokasi kasus akan bermuara pada sebuah kebijakan.
Amril Hans, S.A.P., MAP. menyampaikan Kebijakan publik terkadang sukses, terkadang juga gagal karena bukti yang dihadirkan kurang sebagai bahan argumentasi kepada pemangku kepentingan untuk mewujudkan keinginan terkait kebijakan dan isu publik.
Muh Al Amin menyampaikan menyampaikan Pilar atau pendekatan advokasi WALHI Sulawesi Selatan memiliki empat pilar advokasi WALHI Sulawesi Selatan, yakni: memperkuat wilayah Kelola rakyat, Pemulihan dan kampanye lingkungan, lebih banyak menggunakan tenaga atau kekuatan muda, Penegakan hukum, dan Politik/parlemen hijau
Dan pada Akhirnya diskusi diakhiri oleh Fasilitator. Ira Husain menyampaikan kesimpulan bahwa kita tidak boleh terkotak-kotak pada konsen isu yang dikawal karena saling berkaitan. Penting adanya pemetaan spesisifk terkait dengan isu yang akan diadvokasikan. Serta, penting adanya data dan informasi, sehingga advokasi memiliki dasar atau evidence base. Kegiatan ini ditutup pada pukul 13.20 WITA, bersama dengan Peserta sebanyak 68 yang hadir.