BASOLIA Perkuat Moderasi Beragama Melalui Ngariung Tokoh dan Penggerak Kerukunan Lintas Agama
Citizen News

Bertempat di Gereja Zebaoth Bogor, Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) melalui dukungan USAID MADANI, pada Kamis, 11 Agustus 2022, mengadakan kegiatan Ngariung Lintas Agama. Hadir dalam kegiatan Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto, H. Ade Sarmili dari Kantor Kemenag Kota Bogor dan Ibu Laniasari dari DPRD Kota dengan jumlah peserta sebanyak lebih dari 80 orang dari berbagai kelompok agama di Kota Bogor.
Walikota Bogor dalam paparannya menekankan bahwa Kota Bogor tetap berupaya untuk menjadi Kota yang Ramah HAM. Pernyataan ini sekaligus juga menjawab pencabutan Kota Bogor sebagai tuan rumah festival HAM tahun 2022 yang kemudian dipindahkan ke Kota Solo. Oleh karenanya, Walikota Bogor mengapresiasi betul kerja-kerja yang dilakukan masyarakat sipil seperti BASOLIA yang selalu konsisten merawat komunikasi dan menjaga tali silaturahmi di kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kota Bogor. Kedepan Walikota Bogor berharap masyarakat Kota Bogor dapat memaknai HAM dari perspektif budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Salaras dengan pernyataan Walkota, H. Ade Sarmili dalam paparannya mengatakan bahwa moderasi beragama bukanlah barang baru dalam kehidupan umat beragama di Kota Bogor dimana masyarakatnya selalu bersikap moderat terhadap umat beragama lain sebagai bukti nyata dari perwujudan moderasi beragama yang telah dikembangkan oleh semua kalangan terutama tokoh – tokoh agama.
Sementara Ibu Laniasari dari DPRD Kota Bogor memaparkan bagaimana kebijakan regulasi yang dilakukan di DPRD untuk mendukung Kota Bogor yang Ramah HAM. Dalam catatan beliau, Perda P4S yang dikeluarkan beberapa bulan lalu memang tidak sepenuhnya mendapat persetujuan dari fraksi di DPRD. Selain terkait legislasi, Ibu Laniasari juga memaparkan bahwa politik anggaran yang ada di DPRD saat ini masih sangat minim untuk program toleransi dan kerukunan umat beragama.
Oleh karenanya, beliau berharap ada peran aktif dari masyarakat untuk mendorong pemerintah dalam mengalokasikan anggaran yang cukup untuk isu toleransi, kerukunan umat beragama dan isu HAM.
Walikota Bogor dalam paparannya menekankan bahwa Kota Bogor tetap berupaya untuk menjadi Kota yang Ramah HAM. Pernyataan ini sekaligus juga menjawab pencabutan Kota Bogor sebagai tuan rumah festival HAM tahun 2022 yang kemudian dipindahkan ke Kota Solo. Oleh karenanya, Walikota Bogor mengapresiasi betul kerja-kerja yang dilakukan masyarakat sipil seperti BASOLIA yang selalu konsisten merawat komunikasi dan menjaga tali silaturahmi di kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kota Bogor. Kedepan Walikota Bogor berharap masyarakat Kota Bogor dapat memaknai HAM dari perspektif budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Salaras dengan pernyataan Walkota, H. Ade Sarmili dalam paparannya mengatakan bahwa moderasi beragama bukanlah barang baru dalam kehidupan umat beragama di Kota Bogor dimana masyarakatnya selalu bersikap moderat terhadap umat beragama lain sebagai bukti nyata dari perwujudan moderasi beragama yang telah dikembangkan oleh semua kalangan terutama tokoh – tokoh agama.
Sementara Ibu Laniasari dari DPRD Kota Bogor memaparkan bagaimana kebijakan regulasi yang dilakukan di DPRD untuk mendukung Kota Bogor yang Ramah HAM. Dalam catatan beliau, Perda P4S yang dikeluarkan beberapa bulan lalu memang tidak sepenuhnya mendapat persetujuan dari fraksi di DPRD. Selain terkait legislasi, Ibu Laniasari juga memaparkan bahwa politik anggaran yang ada di DPRD saat ini masih sangat minim untuk program toleransi dan kerukunan umat beragama.
Oleh karenanya, beliau berharap ada peran aktif dari masyarakat untuk mendorong pemerintah dalam mengalokasikan anggaran yang cukup untuk isu toleransi, kerukunan umat beragama dan isu HAM.