56 Komunitas Gelar Pawai Kebangsaan dan Teaterikal Peringati Pertempuran 5Hari 5Malam
Citizen News

Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan menggelar pawai kebangsaan untuk memperingati pertempuran lima hari lima malam (5H5M) antara tentara Indonesia dengan Belanda pada 1-5 Januari 1947.
Pawai kebangsaan ini diinisiasi oleh Kesultanan Palembang Darussalam dan melibatkan 56 Komunitas diantara Komunitas Budaya Batanghari Sembilan (Kobar 9), Yayasan Depati, Pusat Kajian Sejarah Sumatera Selatan, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumatera Selatan, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Sumatera Selatan, Sahabat Cagar Budaya, Forum Wisata Daerah (FORWIDA), Sahabat Veteran,DPP - Komunitas Pencinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) BPC Palembang,
Forum Komunikasi Paguyuban Kuliner Bersatu Palembang (FK-PKBP), Kebangkitan Jawara dan Pengacara (BANG JAPAR) Sumatera Selatan, Komunitas Pencinta Sejarah (PESE),Komunitas Pedagang dan Pencinta Kuliner Nusantara (KPPKN), Jelajah Entertainmen dan Edukasi Pariwisata Sriwijaya (J.E.E.P.S.), Komunitas Vespa-Scooter Owners Group Indonesia (S.O.G.I.), Lembaga Kebudayaan Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan, Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sumatera Selatan, Komunitas Seniman Tari (KASTA) Kota Palembang, Sriwijaya Millenial Movement, Bakso Granat, DPP - Cakrawala Perjuangan Indonesia (CPI), Perjuangan Indonesia Museum AK Gani, SMA Negeri 6 Palembang, SMK Negeri 5 Palembang, Sanggar Sang Puteri Sriwijaya,Teater Gaung,
29. Sanggar Kirana, Forum Komunikasi Paguyuban Bersatu Kuliner Palembang, Palembang Darussalam Sepakat (PEDAS), Bakti Sosial Zuriat Palembang Darussalam
33. Himpunan Zuriat Pangeran Krama Jaya, Bucu TV, Gandus TV, Mang Dayat Chanel, Forum Aliansi Media Sosial (FAMS), Puskoss, Suara Jurnalis, Budaya Palembang Darussalam, Valintani Chanel, Komunitas Motor Tuo,Sriwijaya Motor Club (SMOC), Palembang Onthel Community (POC), Kirana Entertainment, Sanggar Kreativitas Anak Bangsa, Sriwijaya Willyz Jeep (SWJ), Komunitas Jeep Pariwisata (KJP), Vespa 60's, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Komunitas Youtuber Sriwijaya, Gema Keadilan, Komunitas 9 team indonesia, Komunitas Pencinta Sejarah (KAJAH), Komunitas Ruang Kosong, jarrakpos.
Kegiatan dipusatkan di bundaran air mancur Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin Jayo Wikramo Palembang, Sabtu pagi (1/1/22).
Vebri Al-Lintani Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut menjelaskan bahwa acara diawali Pawai Kebangsaan rute yang dilewati Air Mancur, Jalan Jenderal Sudirman, kapten Arivai, Ahmad Dahlan, Kambang iwak, Merdeka dan finis di Bundaran Air mancur.
Selanjutnya diisi dengan pembacaan puisi oleh Fir Azwar seniman dan juga kepala sekolah SMAN 6 Palembang dan Isnaanti Selanjutnya Teaterikal oleh Sanggar Kreativitas Anak Bangsa, teater Gaung dan komunitas setelah itu orasi kebangsaan oleh Ramlan Holdan Pemerhati sejarah kebangsaan Sumsel, Syaiful Padli tokoh pemuda sumsel dan wakil ketua komisi lima DPRD Sumsel orasi kebangsaan ditutup oleh YM Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja.
Pertempuran 5H5M di Palembang merupakan peristiwa perlawanan tentara Indonesia (TRI) terhadap serangan pasukan tentara Belanda (NICA) yang terjadi selama lima hari berturut-turut sejak tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.
Kota Palembang merupakan salah satu wilayah strategis Indonesia yang menjadi tujuan Belanda untuk kembali menguasai karena kekayaan alamnya serta potensi sebagai pusatp pemerintahan, kekuatan militer, dan kegiatan politik maupun ekonomi di Sumatera Selatan.
"Bagi masyarakat Palembang, pertempuran itu adalah mempertahankan tanahnya agar tindakan penjajahan tidak terulang pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia," ujar Vebri.
"Kita berharap semua pihak yang ada untuk kedepanya akan ikut hadir dan bersama-sama memperingati perang 5 hari 5 malam yang terjadi di Kota palembang,” harap Vebri.
Sementara itu Sultan Mahmud Baddarudin IV, Sultan Raden Muhammad Fauwz Diradja menjelaskan, dalam peringatan 5 hari 5 malam ini, kita bekumpul bersama semua elemen yang ada untuk mengenang jasa para Pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan.
“Terimaksih untuk para Pejuang yang telah berjuang, serta terimakasih juga kepada Komunitas yang ada yang telah ikut menyukseskan acara ini,” jelas Sultan.
Ramlan menyebutkan kehadiran di acara tersebut bahwa dia merasa terpanggil sebab semenjak peristiwa berdarah (1947) silam sepertinya gelorah perjuangan dibiarkan begitu saja. Ramlan tidak ingin milenial buta sejarah.
“Kita harus bergerak kita bangkitkan sejarah perjuangan yang ada di daerah kita ini sebagai ucapan terimakasih kepada mereka (para Pahlawan) maka kita membalasnya dengan mendoakan mereka, menghargai hasil jerih payah mereka dengan kegiatan seperti ini, “Singkatnya.
Menurut tokoh kebangsaan Ramlan Holdan mengingatkan pesan Soekarno jangan melupakan sejarah kalau ingin menjadi bangsa yang besar.
“ Insya Allah kata-kata ini akan menjadi pedoman, patokan kita semua terutama generasi muda, Insya Allah negara kita tetap berdaulat,” katanya
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli menilai yang hadir dari semua elemen masyarakat bersatu dengan sebuah semangat persatuan.
“ Tidak ada yang di bayar hari ini , justru bapak ibu sekalian yang mengeluarkan uangnya , ini karena semangat persatuan yang ada dalam diri kita, karena dengan semangat ini juga yang mengumpulkan kita hari ini sehingga tercipta acara memperingati perang lima hari lima malam ,”katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel H Ahmad Yusuf Wibowo mengapresiasi kegiatan ini.
“ Kegiatan ini harus diteruskan, disempurnakan karena nilai-nilai kejuangan perang lima hari lima malam itu harus disampaikan kepada anak cucu kita, generasi muda yang hadir dan Insya Allah atas nama pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Insya Allah pada tahun depan akan kita laksanakan kegiatan yang sama dan akan lebih meriah dengan koordinasi semua komunitas yang ada dipersatukan kembali oleh bapak Vebri Al Lintani sebagai ketua panitia,” katanya.
Menurutnya ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, "even ini adalah even besar yang harus dilaksanakan terus menerus dan mengabarkan kedunia luar bahwa di Palembang juga ada pertemuan setara dengan Bandung Lautan Api" ungkap Kadispora ini.
Pawai kebangsaan ini diinisiasi oleh Kesultanan Palembang Darussalam dan melibatkan 56 Komunitas diantara Komunitas Budaya Batanghari Sembilan (Kobar 9), Yayasan Depati, Pusat Kajian Sejarah Sumatera Selatan, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumatera Selatan, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Sumatera Selatan, Sahabat Cagar Budaya, Forum Wisata Daerah (FORWIDA), Sahabat Veteran,DPP - Komunitas Pencinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) BPC Palembang,
Forum Komunikasi Paguyuban Kuliner Bersatu Palembang (FK-PKBP), Kebangkitan Jawara dan Pengacara (BANG JAPAR) Sumatera Selatan, Komunitas Pencinta Sejarah (PESE),Komunitas Pedagang dan Pencinta Kuliner Nusantara (KPPKN), Jelajah Entertainmen dan Edukasi Pariwisata Sriwijaya (J.E.E.P.S.), Komunitas Vespa-Scooter Owners Group Indonesia (S.O.G.I.), Lembaga Kebudayaan Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan, Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sumatera Selatan, Komunitas Seniman Tari (KASTA) Kota Palembang, Sriwijaya Millenial Movement, Bakso Granat, DPP - Cakrawala Perjuangan Indonesia (CPI), Perjuangan Indonesia Museum AK Gani, SMA Negeri 6 Palembang, SMK Negeri 5 Palembang, Sanggar Sang Puteri Sriwijaya,Teater Gaung,
29. Sanggar Kirana, Forum Komunikasi Paguyuban Bersatu Kuliner Palembang, Palembang Darussalam Sepakat (PEDAS), Bakti Sosial Zuriat Palembang Darussalam
33. Himpunan Zuriat Pangeran Krama Jaya, Bucu TV, Gandus TV, Mang Dayat Chanel, Forum Aliansi Media Sosial (FAMS), Puskoss, Suara Jurnalis, Budaya Palembang Darussalam, Valintani Chanel, Komunitas Motor Tuo,Sriwijaya Motor Club (SMOC), Palembang Onthel Community (POC), Kirana Entertainment, Sanggar Kreativitas Anak Bangsa, Sriwijaya Willyz Jeep (SWJ), Komunitas Jeep Pariwisata (KJP), Vespa 60's, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Komunitas Youtuber Sriwijaya, Gema Keadilan, Komunitas 9 team indonesia, Komunitas Pencinta Sejarah (KAJAH), Komunitas Ruang Kosong, jarrakpos.
Kegiatan dipusatkan di bundaran air mancur Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin Jayo Wikramo Palembang, Sabtu pagi (1/1/22).
Vebri Al-Lintani Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut menjelaskan bahwa acara diawali Pawai Kebangsaan rute yang dilewati Air Mancur, Jalan Jenderal Sudirman, kapten Arivai, Ahmad Dahlan, Kambang iwak, Merdeka dan finis di Bundaran Air mancur.
Selanjutnya diisi dengan pembacaan puisi oleh Fir Azwar seniman dan juga kepala sekolah SMAN 6 Palembang dan Isnaanti Selanjutnya Teaterikal oleh Sanggar Kreativitas Anak Bangsa, teater Gaung dan komunitas setelah itu orasi kebangsaan oleh Ramlan Holdan Pemerhati sejarah kebangsaan Sumsel, Syaiful Padli tokoh pemuda sumsel dan wakil ketua komisi lima DPRD Sumsel orasi kebangsaan ditutup oleh YM Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja.
Pertempuran 5H5M di Palembang merupakan peristiwa perlawanan tentara Indonesia (TRI) terhadap serangan pasukan tentara Belanda (NICA) yang terjadi selama lima hari berturut-turut sejak tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.
Kota Palembang merupakan salah satu wilayah strategis Indonesia yang menjadi tujuan Belanda untuk kembali menguasai karena kekayaan alamnya serta potensi sebagai pusatp pemerintahan, kekuatan militer, dan kegiatan politik maupun ekonomi di Sumatera Selatan.
"Bagi masyarakat Palembang, pertempuran itu adalah mempertahankan tanahnya agar tindakan penjajahan tidak terulang pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia," ujar Vebri.
"Kita berharap semua pihak yang ada untuk kedepanya akan ikut hadir dan bersama-sama memperingati perang 5 hari 5 malam yang terjadi di Kota palembang,” harap Vebri.
Sementara itu Sultan Mahmud Baddarudin IV, Sultan Raden Muhammad Fauwz Diradja menjelaskan, dalam peringatan 5 hari 5 malam ini, kita bekumpul bersama semua elemen yang ada untuk mengenang jasa para Pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan.
“Terimaksih untuk para Pejuang yang telah berjuang, serta terimakasih juga kepada Komunitas yang ada yang telah ikut menyukseskan acara ini,” jelas Sultan.
Ramlan menyebutkan kehadiran di acara tersebut bahwa dia merasa terpanggil sebab semenjak peristiwa berdarah (1947) silam sepertinya gelorah perjuangan dibiarkan begitu saja. Ramlan tidak ingin milenial buta sejarah.
“Kita harus bergerak kita bangkitkan sejarah perjuangan yang ada di daerah kita ini sebagai ucapan terimakasih kepada mereka (para Pahlawan) maka kita membalasnya dengan mendoakan mereka, menghargai hasil jerih payah mereka dengan kegiatan seperti ini, “Singkatnya.
Menurut tokoh kebangsaan Ramlan Holdan mengingatkan pesan Soekarno jangan melupakan sejarah kalau ingin menjadi bangsa yang besar.
“ Insya Allah kata-kata ini akan menjadi pedoman, patokan kita semua terutama generasi muda, Insya Allah negara kita tetap berdaulat,” katanya
Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli menilai yang hadir dari semua elemen masyarakat bersatu dengan sebuah semangat persatuan.
“ Tidak ada yang di bayar hari ini , justru bapak ibu sekalian yang mengeluarkan uangnya , ini karena semangat persatuan yang ada dalam diri kita, karena dengan semangat ini juga yang mengumpulkan kita hari ini sehingga tercipta acara memperingati perang lima hari lima malam ,”katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel H Ahmad Yusuf Wibowo mengapresiasi kegiatan ini.
“ Kegiatan ini harus diteruskan, disempurnakan karena nilai-nilai kejuangan perang lima hari lima malam itu harus disampaikan kepada anak cucu kita, generasi muda yang hadir dan Insya Allah atas nama pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Insya Allah pada tahun depan akan kita laksanakan kegiatan yang sama dan akan lebih meriah dengan koordinasi semua komunitas yang ada dipersatukan kembali oleh bapak Vebri Al Lintani sebagai ketua panitia,” katanya.
Menurutnya ini merupakan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, "even ini adalah even besar yang harus dilaksanakan terus menerus dan mengabarkan kedunia luar bahwa di Palembang juga ada pertemuan setara dengan Bandung Lautan Api" ungkap Kadispora ini.