Tata Sungai Winanga, Persiapan Jadi Wisata Sungai

15 July 2020, 11:47 WIB
3 0 59
Gambar untuk Tata Sungai Winanga, Persiapan Jadi Wisata Sungai
Penataan kawasan kumuh bantaran Sungai Winanga terus dilanjutkan di masa pandemi Covid-19. Sebagai persiapan Sungai Winanga menuju wisata sungai di Jogja. Pekerjaan penataan sudah mencapai sekitar 30 persen.
Pendiri Forum Komunikasi Winanga Asri (FKWA) Jogja Oleg Yohan mengatakan, saat ini sedang optimalisasi penataan di wilayah Gerakan Siap dan
Tanggap (Graskap) yang terdiri dari kelurahan Pringgokusuman sisi timur
sungai. Kelurahan Tegalrejo untuk sisi barat sungai. Kemudian menyeberang sisi barat sampai kelurahan Pakuncen. “Panjangnya 400 meter sisi barat dan timur sungai,” katanya kepada Radar Jogja Selasa (14/7).
Oleg menjelaskan penataan tengah dikerjakan di titik empat yaitu Graskap. Dari total delapan titik atau segmen di bantaran sungai Winanga. Paling atas yaitu titik 1 dengan segmen bernama becak maju bener kricak. Titik 2 yaitu bendolole asri mulai dari Jatimulyo sampai jembatan Kyai Mojo. Titik 3 dari wilayah jembatan Kyai Mojo sampai dengan jembatan Pembela Tanah Air. Titik 4 bernama Graskap dari mulai jembatan Kyai Mojo samlai jembatan belajang Kantor Perpusda Kota Jogja. Titik 5 dari jembatan yang banyak ternak sapi sampai jembatan Serangan.
Titik 6 mulai dari jembatan Serangan sampai dengan jembatan Tamansari. Titik 7 dari jembatan Tamansari hingga jembatan Sugengjeroni. Dan titik 8 dari jembatan Sugengjeroni hingga perbatasan Bantul. “Kenapa titik 4 yang ditata? Karena kawasan itu terlihat secara masif,” ujarnya.
Pertimbangan lain juga karena penataan kawasan di segmen 4 berbarengan dengan penataan perumahan dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dengan program munggah mundur madep kali (M3K). “Ada delapan rumah yang dikepres. Secara sukarela masyarakat bersedia mundur untuk memberikan akses jalan tiga meter bagi kendaraan roda tiga,” jelasnya.
Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja itu, kawasan tersebut nanti akan menjadi kawasan strategis ketika wilayah tersebut direncanakn sebagai salah satu destinasi wisata baru. Dengan wisata alam yang ditonjolkan seperti menjadi sarana susur sungai, wisata sungai dan kapal, tempat bermain anak, dan ruang terbuka hijau publik (RTHP). “Melalui Program FKWA, harapan kami bisa menjadi salah satu proyeksi pemkot sebagai alternatif wisata selain Malioboro dan Keraton,” jelasnya.
Sehingga, lanjut dia, tidak hanya sekedar sungainya yang dibangun melainkan sekaligus kawasannya. Melalui integrasi program dengan pemkot seperti Kotaku akan masuk pada penatan kawasan tersebut. Juga saluran air hujan yang cukup besar mulai dari Jalan HOS Cokroaminoto hingga masuk ke sungai. Sehingga diharapkan ketika musim banjir tiba tidak lagi meluap seperti tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya banjir naik sampai ke atas rumah warga. Termasuk yang ada di pos ronda sampai kelelep,” tambahnya.
Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan, DPUPKP Kota Jogja Sigit Setiawan mengatakan, program penataan kawasan kumuh bantaran sungai Winanga ini dibiayai menggunakan dana dari World Bank yang pekerjaannya sudah mencapai 30 persen. “Kami konsepnya pakai prototype seperti penataan di bantaran sungai Gajah Wong di kelurahan Muja Muju dan Giwangan, Umbulharjo dengan sumber dana yang sama juga,” katanya.
Dalam penataan tersebut akan dilakukan pembangunan jalan inspeksi selebar tiga meter. Dilengkapi dengan sarana dan prasarana sanitasi masyarakat seperti instalasi pengolahan air limbah komunal hingga ruang terbuka hijau publik. “Nanti memundurkan pemukiman warga. Totalnya sekitar 20-an rumah yang terdampak harus mundur tiga meter untuk jalan inspeksi,” ujarnya.
Warga yang menempati rumah tersebut tidak direlokasi ke tempat lain karena bisa ditinggali. Rumah hanya dimundurkan. Tidak ditinggikan karena masih ada luas yang cukup memadai. Dalam penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Winanga tersebut dibiayai dengan alokasi anggaran Rp14 miliar sesuai dengan perencanaan yang disusun oleh pemkot. “Ini nanti rencana selesai Mei atau Juni 2021,” tambahnya. (*/wia/pra)
sumber: https://radarjogja.jawapos.com/2020/07/15/tata-sungai-winanga-persiapan-jadi-wisata-sungai/

  Komentar untuk Tata Sungai Winanga, Persiapan Jadi Wisata Sungai

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Pendaftaran Grup WhatsApp UFA OFFICIAL Gelombang Pertama

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cipayung, Depok Kota  |  26 Oct 2020
  2. PROMO WISATA BAHARI LAMONGAN BULAN NOVEMBER 2020

    Ulin Nuha  di  Paciran, Lamongan  |  27 Oct 2020
  3. BLK Kendari Siap Berkolaborasi Perempuan Pesisir Kendari

    Citra  di  Tamalanrea, Makassar  |  29 Oct 2020
  4. Yayasan SAPA Memberikan Pelatihan Penanganan Kasus Trafficking kepada Bale Istri

    Sri Wahyuni  di  Paseh, Bandung Kabupaten  |  23 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 16
    Komentar

    Pendaftaran Grup WhatsApp UFA OFFICIAL Gelombang Pertama

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cipayung, Depok Kota  |  26 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    HOAX Bantuan COVID-19 Bagi Pemilik SIM C

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Glagah, Lamongan  |  28 Oct 2020
  3. 1
    Komentar

    Segudang Manfaat Cincau Hitam

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cariu, Bogor Kabupaten  |  26 Oct 2020
  4. 1
    Komentar

    Kecipir Si Hijau Kaya Manfaat

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cigombong, Bogor Kabupaten  |  29 Oct 2020