Pentingnya Assessment dalam Pengelolaan Panti Asuhan oleh TKS Sertifikasi Kemensos RI
Citizen News

Yogyakarta (Atmago.com) – Assessment menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan di panti asuhan. Hal ini disampaikan oleh Wibowo, S.Kom., MM, saat melakukan assessment sarana dan prasarana di Panti Asuhan Muhammadiyah Abdul Alim, Imogiri, Bantul, yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Celeng pada Jumat (28/3).
Menurut Wibowo, yang juga Ketua Forum Panti Asuhan Muhammadiyah "Aisyiyah (Forpama) MPKS PWM DIY, assessment oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) bersertifikasi Kemensos RI sangat krusial dalam berbagai aspek panti. “Assessment mencakup program kepengasuhan, layanan kepengasuhan, manajemen dan administrasi, sumber daya manusia, sarana prasarana, serta hasil kepengasuhan. Jika terjadi kendala dalam aspek-aspek tersebut, maka assessment diperlukan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan solusi, serta melakukan evaluasi,” jelasnya.
Dalam kegiatan assessment yang berlangsung pada Sabtu (30/3), Wibowo didampingi oleh pengurus panti, Ust. H. Martoyo. Selaku pengurus, Ust. Martoyo memberikan data serta informasi terkait kondisi panti untuk dijadikan bahan perencanaan rekondisi pasca-banjir. “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan. Dengan adanya assessment ini, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik untuk pemulihan panti,” ujar Ust. Martoyo dengan lugas dan tegas.
Assessment ini menjadi langkah awal dalam upaya rehabilitasi Panti Asuhan Muhammadiyah Abdul Alim agar dapat kembali memberikan pelayanan yang optimal bagi anak-anak asuh. Semoga hasil assessment ini dapat segera ditindaklanjuti demi keberlangsungan panti dan kesejahteraan para penghuninya.
Menurut Wibowo, yang juga Ketua Forum Panti Asuhan Muhammadiyah "Aisyiyah (Forpama) MPKS PWM DIY, assessment oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) bersertifikasi Kemensos RI sangat krusial dalam berbagai aspek panti. “Assessment mencakup program kepengasuhan, layanan kepengasuhan, manajemen dan administrasi, sumber daya manusia, sarana prasarana, serta hasil kepengasuhan. Jika terjadi kendala dalam aspek-aspek tersebut, maka assessment diperlukan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan solusi, serta melakukan evaluasi,” jelasnya.
Dalam kegiatan assessment yang berlangsung pada Sabtu (30/3), Wibowo didampingi oleh pengurus panti, Ust. H. Martoyo. Selaku pengurus, Ust. Martoyo memberikan data serta informasi terkait kondisi panti untuk dijadikan bahan perencanaan rekondisi pasca-banjir. “Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan. Dengan adanya assessment ini, diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik untuk pemulihan panti,” ujar Ust. Martoyo dengan lugas dan tegas.
Assessment ini menjadi langkah awal dalam upaya rehabilitasi Panti Asuhan Muhammadiyah Abdul Alim agar dapat kembali memberikan pelayanan yang optimal bagi anak-anak asuh. Semoga hasil assessment ini dapat segera ditindaklanjuti demi keberlangsungan panti dan kesejahteraan para penghuninya.