Jurnal Harian Nilanti

2 December 2019, 23:07 WIB
2 0 174
Gambar untuk Jurnal Harian Nilanti
Maria Nilanti Ayomi Kinasih , kami memanggilnya Nil . Anak kedua dan satu-satunya putri saya ini baru saja merayakan hari lahirnya yang ke 15 di bulan September .
Dan tulisan ini adalah salah satu jurnal harian Nil saat dia memutuskan merantau ke Ubud Bali untuk mendalami hobinya tentang kopi .
Semoga bermanfaat


Rabu, 13 November 2019
Pagi ini alarmku bunyi jam 06.00 WITA, tapi aku kembali tidur karena hari ini aku akan berangkat bersama Tante Cici jam 09.00 WITA. Aku kembali terbangun jam 07.05 WITA, Tante Cici sudah bangun. Saat aku sarapan, Tante Cici sedang mandi. Setelah itu aku mandi dan Tante Cici yang gantian sarapan.

Oh ya , sebelumnya aku sudah ijin Om Febri kalau aku akan datang terlambat. Jam 09.00 WITA kami berangkat. Saat kami akan berangkat Kerry (motor budhe) susah menyala. Tapi setelah beberapa kali dicoba akhirnya Kerry menyala.

Sesampainya aku di cafe, cafe sudah buka tapi tidak ada orang. Aku cepat-cepat masuk, ternyata Om Febri sedang pergi membeli pulsa. Kami lanjut bersih-bersih, lalu aku ngobrol tentang waktuku yang singkat di sini dengan Om Febri.

Aku berencana untuk masuk cafe siang supaya Om Wisnu bisa mengasah kemampuan latte art ku lagi. Tapi karena Om Wisnu hanya luang di sore hari, aku akan berangkat lebih siang dan pulang lebih malam.

Jam 13.30 WITA kami makan siang. Sambil makan siang aku berdiskusi via WhatsApp dengan teman-teman Bandanas ( grup bandku di Sanggar Anak Alam Jogja) kami mendiskusikan pementasan Pasar Ekspresi ke 15 di Salam. Kami juga sudah memilih lagu untuk dipentaskan.

Cafe sampai siang ini sepi. Bahkan pejalan kaki di depan cafe bisa dihitung dengan jari.
Beberapa saat kemudian ada pelanggan. Tapi Om Febri sedang pergi. Aku pun ambil alih melayani beberapa pelanggan itu.

Jam 15.00 WITA Om Wisnu datang, aku membuat latte untuknya. Saat aku sedang membuat espressonya tiba-tiba porta filternya copot. Jadi aku membuat ulang. Setelah jadi kami minum kopi bersama-sama.

Om Wisnu hanya mampir ngopi dan merokok sebentar lalu pergi lagi. Sebelum pulang dia sempat bilang "Coba kamu cari contoh kegiatan anak umur 15 tahun di Google, dan jangan banyak menghayal. Lakukan kegiatan sesuai umurmu."
Aku bingung lalu aku googling, dan hasilnya sudah pernah aku lakukan semuanya, lalu apa yang salah dari kegiatan ku?
Aku bertanya pada Om Febri apa yang dia lakukan saat seusiaku, dia bilang "main lah!"
Aku juga bilang aku sangat sering main. Om Wisnu pernah bilang aku masih terlalu kecil untuk berada di Bali dan merantau, tapi aku membantah ucapannya. Menurutku main terus-terusan juga bisa membosankan, jalan-jalan menurutku boros ,butuh biaya .
Jadi menurutku mengembangkan hobiku adalah hal yang paling baik saat ini. Dari pada waktuku terbuang sia-sia.

Jujur saja setiap kali Om Wisnu bilang aku masih kecil aku tidak suka. Karena aku rasa dia meremehkan aku. Tapi tidak apa-apa, aku harus terbiasa mendengar pendapat orang tentang aku.

Hari ini aku pulang dijemput Tante Cici, aku pulang jam 18.00 WITA. Sesampainya di rumah aku beres-beres lalu makan. Aku agak malas mandi, jadi aku baru mandi sekitar jam 19.00 WITA. Dan ternyata air di sini sedang hangat. Setelah mandi aku hanya santai sambil main hp, lalu tak sadar aku tertdur, mungkin sekitar jam 20.00 WITA.

#anaktitipanilahi
#baristacilik
#remajamandiri

  Komentar untuk Jurnal Harian Nilanti

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!