Ini Reaksi Tubuh Saat Covid19 Menyerang

18 October 2020, 01:21 WIB
5 0 204
Gambar untuk Ini Reaksi Tubuh Saat Covid19 Menyerang
Baru muncul sejak Desember 2019, wajah dunia berubah secara drastis sejak hadirnya virus corona yang sangat meresahkan. Wabah virus corona atau Sars-Cov-2 terus menyerang secara global dengan gejala umum seperti sakit tenggorokan, batuk kering, demam hingga infeksi paru-paru akut yang bisa mengancam nyawa.

Tanpa vaksin atau pengobatan pasti, banyak para ahli yang menyarankan agar imunitas atau sistem imun tubuh harus dijaga. Apa penjelasan mengapa daya tahan tubuh sangat penting selama masa pandemi ini? Yuk, ikuti penjelasannya berikut cara meningkatkan daya tahan tubuh untuk menghadapi wabah virus corona.

Penyebaran Umum Virus Corona

Menurut laman situs WHO, penyebaran virus corona yang utama adalah melalui droplet atau percikan air ludah dari penderita Covid-19. Jika seseorang berada dalam jarak dekat saat penderita bersin, batuk atau berbicara, maka virus berpotensi menular ke orang di sekelilingnya.

Droplet berisi virus juga bisa turun dari udara ke permukaan dan berpotensi tersentuh orang lain. Jika virus menempel di tangan dan berpindah ke bagian mata, hidung, atau mulut melalui sentuhan, dikhawatirkan virus corona akan menyerang daya tahan tubuh dan menyebabkan penyakit.

Ini sebabnya physical distancing atau menjaga jarak (minimal 1 meter) sangat dianjurkan untuk menurunkan kemungkinan infeksi virus corona. Mencuci tangan hingga bersih yaitu minimal durasi 20 detik di bawah air mengalir juga harus terus digalakkan supaya virus tidak berpindah ke area wajah dan menyerang sistem imun tubuh manusia.

Jika virus sudah masuk ke sistem tubuh manusia, reaksi yang muncul akan berbeda-beda. Menurut data, sekitar 80-85% penderita Covid-19 hanya mengalami gejala ringan seperti flu dan bisa sembuh. Namun, hingga 5-14% penderita Covid-19 mengalami komplikasi serius sehingga membutuhkan penanganan medis profesional di rumah sakit atau bahkan berujung kematian.

Cara Virus Corona Menyerang Tubuh Manusia

Periode inkubasi virus corona, yaitu masa virus masuk ke tubuh dan mulai menimbulkan gejala, berkisar antara 1-14 hari. Penderita umumnya mulai mengalami gejala dalam masa sekitar 4- 6 hari sejak terjangkit.

Saat pertama virus corona masuk ke tubuh manusia, virus akan menyerang lapisan sel sehat di bagian tenggorokan, pernapasan dan paru-paru. Dengan bentuknya yang seperti mahkota tajam, virus ini akan terus menempelkan permukaan proteinnya ke sel sehat, terutama di bagian saluran pernapasan. Virus corona lalu beregenerasi dan membelah diri hingga jumlahnya terus meningkat di dalam tubuh.

Secara spesifiknya, protein pada virus corona akan membajak sel tubuh manusia melalui reseptor ACE 2. Virus akan mengambil alih sekaligus membunuh sel-sel sehat yang ada. Saat ini terjadi, gejala yang dialami setiap individu akan berbeda-beda, mulai dari sekedar tidak enak badan biasa, ngilu pada tubuh, sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk kering, demam, atau kesulitan bernapas hingga radang paru paru akut atau gejala pneumonia.

Kinerja Sistem Imun Tubuh Melawan virus corona

Kenapa sistem imun tubuh bisa menimbulkan reaksi yang berbeda-beda pada penderita Covid-19? Pertama-tama, kita harus terlebih dahulu memahami cara kerja sistem imun tubuh saat melawan virus asing yang masuk ke tubuh.

Sistem imun tubuh manusia bekerja melindungi tubuh dari berbagai bahaya yang menyerang, mulai dari skala sel kecil hingga tingkat makro. Setiap sel, molekul, jaringan, dan organ tubuh manusia memegang peran vital dalam menghalau mikroorganisme penyebab penyakit. Sistem imunitas tubuh manusia juga bisa melindungi terhadap ancaman internal, misalnya sel kanker yang berkembang dalam tubuh.

Khususnya untuk virus corona, imunitas tubuh akan mengirimkan sinyal bahaya atas masuknya sel asing ke dalam tubuh. Gejala demam atau tidak enak badan yang dirasakan umumnya adalah respons imunitas tubuh atas infeksi. Seringkali, demam adalah sebuah kondisi lingkungan tidak ideal yang diciptakan tubuh untuk menghentikan serangan virus.

Reaksi perlawanan sistem imun tubuh ini terjadi karena pelepasan kimia sitokin, sejenis protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh, untuk melakukan berbagai fungsi dan penanda sinyal sel. Jika virus corona membuat batuk kering dan sulit memproduksi dahak, sitokin akan berusaha memproduksi lendir dalam bentuk batuk berdahak atau ingus.

Dengan terpicunya produksi lendir dari saluran pernapasan, misalnya dalam bentuk dahak, penderita akan merasa lebih lega dan pernapasan berangsur-angsur menjadi lancar. Lendir atau dahak yang keluar akan berisi sel paru-paru yang mati karena virus corona.

Karena itu, penderita Covid-19 dengan gejala batuk dan demam akibat virus corona bisa diatasi dengan banyak beristirahat, konsumsi air putih dan pereda panas (paracetamol), tanpa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Umumnya, penderita akan bisa perlahan pulih dalam kurun sekitar 7 hari. Dengan demikian, sistem imun tubuh berhasil menang dari serangan virus dalam tubuh.

Reaksi Berlebihan Sistem Imun Tubuh

Jika ada banyak penderita berhasil mengalahkan virus corona, kenapa beberapa pasien Covid-19 berujung pada kematian?

Pada beberapa kasus penderita Covid-19, terutama lansia atau pasien yang dengan masalah kesehatan lainnya, sistem imun tubuh bisa menciptakan apa yang dinamakan dengan “badai sitokin”.

Sindrom badai sitokin terjadi ketika protein sitokin keluar dalam jumlah berlebihan. Akibatnya, terjadi kapasitas tinggi sitokin yang turut membunuh sel sehat dan membuat kondisi paru-paru menjadi padat dan kaku. Saat inilah, pasien akan merasa sangat sesak napas, mengalami radang paru-paru (pneumonia) dan akhirnya mengalami gagal pernapasan yang berujung kematian.

Para ahli berpendapat badai sitokin ini tergantung pada daya tahan atau sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus yang masuk, juga jumlah virus yang menyerang tubuh. Jika virus yang menyerang berjumlah sedikit dan sistem imun tubuh kuat, besar kemungkinan penderita akan sembuh tanpa harus membutuhkan penanganan medis khusus.

Sebaliknya, jika kondisi imun rendah dan jumlah virus yang masuk banyak, reaksi sistem imun tubuh cenderung kacau. Ini akan menyebabkan respons kekebalan tubuh yang tidak terkendali sehingga bisa berakibat fatal.

Pentingnya Imunitas & Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sistem imun manusia memiliki dua cara untuk melindungi tubuh dari serangan patogen, pertama adalah dengan imun bawaan. respons bawaan sistem imun tubuh adalah perlindungan alami terhadap serangan penyakit berupa lapisan kulit manusia, lendir dan bulu di dalam saluran hidung, serta asam pada sistem pencernaan.

Kedua adalah Imun adaptif; sistem imun tubuh yang berkembang karena kontak terhadap patogen dan vaksinasi. Jika sistem imun tubuh pernah terpapar sebuah virus dan sembuh, imun adaptif akan membentuk antibodi dengan sendirinya. Contohnya adalah cacar air. Sama halnya juga dengan vaksin, tubuh menerima suntikan zat asing yang dirancang untuk membentuk imunitas buatan.

Sampai saat artikel ini diturunkan, belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah penularan virus corona. Karena itu, sistem imun atau daya tahan tubuh manusia harus beradaptasi dan berperang secara adaptif alami untuk menang melawan virus corona.

Baik pada masa wabah ataupun tidak, sudah sewajarnya semua orang memperhatikan daya tahan tubuh. Pada masa-masa pembatasan sosial akibat wabah, karantina dan isolasi mandiri, berikut beberapa cara meningkatkan daya tahan tubuh yang bisa dilakukan untuk melawan virus penyakit.

1.    Menjaga Asupan Nutrisi

Komposisi makanan berimbang adalah cara ideal untuk memasukkan zat gizi ke dalam tubuh. Perhatikan prinsip keanekaragaman kelompok makanan serta mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah nutrisi. Prioritaskan juga pada makanan yang baik bagi daya tahan tubuh, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya serat, antioksidan, multivitamin, dan mineral.

2.    Olahraga Rutin

Menurut ahli di National Institutes of Health-Medlineplus, olahraga bisa merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih. Sirkulasi sel darah putih yang lebih cepat bisa mendeteksi penyakit lebih awal dan menguatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Olahraga juga bisa membantu memperkuat saluran pernapasan. Direktur WHO, Tedros Adhanom, menyarankan orang dewasa minimal berolahraga 30 menit setiap harinya dan anak kecil selama 1 jam per hari.

3.    Menghindari Alkohol & Minuman Tinggi Gula

Konsumsi alkohol berlebihan bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh, yaitu mengurangi kesehatan sistem pencernaan dan pernapasan. Akibatnya, tubuh lebih rentan infeksi. Antigen dan produksi antibodi tidak bisa bekerja maksimal melawan serangan virus atau penyakit. Hal yang sama juga terjadi pada konsumsi minuman gula secara berlebihan.

4.    Hindari Merokok

Merokok diyakini bisa memperparah gejala Covid-19 dan meningkatkan risiko sakit parah jika terjangkit virus. Nikotin bisa meningkatkan kadar kortisol (hormon stres). Ini bisa mengurangi pembentukan antibodi sel B dan respons antigen sel T, (kelompok sel dalam sistem imun tubuh) yang penting terhadap sistem imun tubuh manusia.

5.    Tidur & Istirahat Cukup

Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa setidaknya butuh tidur 7-9 jam setiap harinya. Tanpa tidur cukup, tubuh tidak bisa memproduksi sitokin. Istirahat yang cukup juga bisa memupuk produksi sel T di dalam tubuh, kelompok sel kekebalan tubuh yang berperan penting dalam sistem imun terhadap virus.

6.    Menghindari Stres

Saat tubuh didera stres, kemampuan tubuh melawan antigen juga berkurang. Hormon stres yaitu corticosteroid, bisa mengurangi kinerja sistem imun tubuh. respons tubuh terhadap stres bisa menyebabkan penurunan sistem pencernaan, meningkatkan tekanan darah, hipertensi, kolesterol, dan penyakit lainnya. Hindari pemicu stres dengan cara relaksasi, berolahraga, meditasi, atau membaca.

7.    Meningkatkan Higienitas Diri

Salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh yang paling penting dan cara melawan virus corona yang paling efektif adalah menjaga higienitas diri. Langkah-langkah pencegahan seperti rajin mencuci tangan, mandi setiap hari, memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sangat penting untuk dilakukan.

Anda juga sangat disarankan untuk mengikuti etika batuk dan bersin yang benar. Ikuti dengan mencuci tangan setiap saat serta membersihkan diri dengan saksama setelah beraktivitas. Gunakan Lifebuoy Hand Wash Lifebuoy Hand Wash yang memberikan perlindungan menyeluruh untuk keluarga supaya kulit bersih bebas kuman dan virus penyakit.

Jika tidak tersedia fasilitas mencuci tangan dengan air, Anda juga boleh menggunakan Lifebuoy Hand Sanitizer Lifebuoy Hand Sanitizer untuk mencegah penyebaran virus. Segera lanjutkan dengan mencuci tangan dengan sabun setelah Anda bisa mendapatkan akses air dan sabun bersih. Cucilah tangan dengan menyeluruh, termasuk ke sela-sela jari, kuku dan punggung tangan selama durasi minimal 20 detik dengan air mengalir.

 

Sumber:

bbc.com/news/health-51214864

telegraph.co.uk/global-health/science-and-disease/covid-19-do-body-affect-coronavirus/

webmd.com/lung/virus corona-covid-19-affects-body#1

weforum.org/agenda/2020/04/immune-system-fight-off-disease-coronavirus-covid19-pandemic/

kompas.com/sains/read/2020/04/02/163200023/kematian-akibat-corona-tinggi-mungkin-karena-badai-sitokin-kok-bisa

sains.kompas.com/read/2020/02/20/170300223/bisa-sebabkan-kematian-pada-pasien-covid-19-apa-itu-badai-sitokin-

health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-boost-your-immune-system

cnbc.com/2020/03/20/who-offers-tips-for-living-under-coronavirus-quarantine-dont-drink-smoke-or-watch-too-much-news.html

kompas.com/tren/read/2020/03/25/201333665/begini-cara-sistem-kekebalan-tubuh-bereaksi-saat-diserang-virus-corona

halodoc.com/cara-perkuat-sistem-imun-tangkal-virus-corona

alodokter.com/cegah-virus-corona-dengan-memperkuat-sistem-imun-tubuh

lifestyle.okezone.com/read/2020/03/20/481/2186391/bisa-lawan-virus-corona-gimana-sih-cara-kerja-sistem-imunitas-tubuh-kita

suarasurabaya.net/senggang/2020/konsumsi-beragam-makanan-tingkatkan-sistem-imun-melawan-corona/

kompas.com/tren/read/2020/03/28/121200965/berikut-cara-meningkatkan-imun-tubuh-agar-terhindar-dari-virus-corona

 

  Komentar untuk Ini Reaksi Tubuh Saat Covid19 Menyerang

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Pendaftaran Grup WhatsApp UFA OFFICIAL Gelombang Pertama

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cipayung, Depok Kota  |  26 Oct 2020
  2. PROMO WISATA BAHARI LAMONGAN BULAN NOVEMBER 2020

    Ulin Nuha  di  Paciran, Lamongan  |  27 Oct 2020
  3. BLK Kendari Siap Berkolaborasi Perempuan Pesisir Kendari

    Citra  di  Tamalanrea, Makassar  |  29 Oct 2020
  4. Yayasan SAPA Memberikan Pelatihan Penanganan Kasus Trafficking kepada Bale Istri

    Sri Wahyuni  di  Paseh, Bandung Kabupaten  |  23 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 16
    Komentar

    Pendaftaran Grup WhatsApp UFA OFFICIAL Gelombang Pertama

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cipayung, Depok Kota  |  26 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    HOAX Bantuan COVID-19 Bagi Pemilik SIM C

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Glagah, Lamongan  |  28 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    Segudang Manfaat Cincau Hitam

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cariu, Bogor Kabupaten  |  26 Oct 2020
  4. 1
    Komentar

    Kecipir Si Hijau Kaya Manfaat

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cigombong, Bogor Kabupaten  |  29 Oct 2020