Report on PPDB Kota Depok 2022 Kurang Transparan from Citizen
Report

Warga Depok mengeluhkan sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Depok. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan minimnya sosialisasi dan trasparansi hasil pengumuman. Tak sedikit malah orangtua siswa curiga adanya permainan dalam penerimaan siswa.
Kepada Harian Radar Depok, Rusmi mengaku, belum mengetahui sistem seleksi untuk menentukan seleksi PPDB tahap pertama. Dia juga mempertanyakan kenapa anaknya bisa tidak lolos tahap satu. “Saya belum tahu pertimbangan dalam hal seleksinya bagaimana untuk anak saya sampai tidak lolos, atau mungkin juga peserta yang terlalu banyak jadi kemungkinan kalah saing. Seharusnya dijelaskan secara trasparan,” ujar Rusmi yang ditemui di SMAN 1 Depok, Senin (20/6).
Terpisah, Nurhendi yang ditemui di SMAN 6 menyebut, saat pengumuman tidak adanya trasparansi kenapa anaknya tidak lolos. Semestinya dari pihak sekolah memberikan informasi kenapa tidak lolos. Menurutnya, nilai anaknya tidak terlalu kecil dan ada yang lebih kecilnya tapi bisa lolos. “Kami kecewa dengan sistem PPDB, kenapa tidak ada sosialisasi dan trasparan,” jelasnya singkat.
Sementara, Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Depok, Ali hidayat mengatakan, ada yang menelpon ke sekolah menanyakan, kenapa anaknya bisa tidak lolos melalui prestasi kejuaraan akademik. Menurutnya, masih ada orang tua yang belum tau cara penillaiannya. Ini sudah dengan sistem yang mengatur, seperti pendaftaran jalur prestasi kejuaraan akademi tidak perlu pakai Kartu Keluarga (KK). Karena yang dinilai adalah prestasi nilai. “Kasus seperti ini hanya ada beberapa orang yang belum paham, tidak banyak, masih di kategorikan wajar,” tuturnya.
#depokbagus
Kepada Harian Radar Depok, Rusmi mengaku, belum mengetahui sistem seleksi untuk menentukan seleksi PPDB tahap pertama. Dia juga mempertanyakan kenapa anaknya bisa tidak lolos tahap satu. “Saya belum tahu pertimbangan dalam hal seleksinya bagaimana untuk anak saya sampai tidak lolos, atau mungkin juga peserta yang terlalu banyak jadi kemungkinan kalah saing. Seharusnya dijelaskan secara trasparan,” ujar Rusmi yang ditemui di SMAN 1 Depok, Senin (20/6).
Terpisah, Nurhendi yang ditemui di SMAN 6 menyebut, saat pengumuman tidak adanya trasparansi kenapa anaknya tidak lolos. Semestinya dari pihak sekolah memberikan informasi kenapa tidak lolos. Menurutnya, nilai anaknya tidak terlalu kecil dan ada yang lebih kecilnya tapi bisa lolos. “Kami kecewa dengan sistem PPDB, kenapa tidak ada sosialisasi dan trasparan,” jelasnya singkat.
Sementara, Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Depok, Ali hidayat mengatakan, ada yang menelpon ke sekolah menanyakan, kenapa anaknya bisa tidak lolos melalui prestasi kejuaraan akademik. Menurutnya, masih ada orang tua yang belum tau cara penillaiannya. Ini sudah dengan sistem yang mengatur, seperti pendaftaran jalur prestasi kejuaraan akademi tidak perlu pakai Kartu Keluarga (KK). Karena yang dinilai adalah prestasi nilai. “Kasus seperti ini hanya ada beberapa orang yang belum paham, tidak banyak, masih di kategorikan wajar,” tuturnya.
#depokbagus