Tak Sabar Tunggu Kereta Api Melintas, Remaja Ini Nekat Nyelonong, Akibatnya. . . Disaster Reported by Citizen
Report

Awal tahun baru 2017 diwarnai peristiwa memilukan. Dua kakak adik tewas ditabrak kereta api di perlintasan berpalang pintu Desa Banaran, Kecamatan Babat, Minggu (1/1/2017).
Korban naas, Achmad Taufiq Hidayat (17) dan adiknya Ozil Gavin Arfantama (6), warga Dusun Banjar, Desa Kradenanrejo, Kecamatan Kedungpring itu alami kecelakaan lantaran tidak memperdulikan adanya palang pintu.
Awalnya, keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Honda GL Max nopok S 4412 AG dari arah selatan ke utara.
Tiba di jalan umum jurusan Babat-Jombang, tepatnya di perlintasan KA di Desa Banaran Kecamatan Babat berpalang pintu, korban seharusnya berhenti karena ada KA melintas.
Saat itu, satu KA telah melintas dari arah barat. Namun, palang pintu masih belum dibuka oleh petugas karena masih akan melintas dari arah sebaliknya di jalur KA dobel track tersebut.
Diduga sang kakak yang membonceng Ozil Gavin Arfantama tak sabar dan main serobot, ketika palang pintu masih tertutup.
Saat menerobos palang pintu, bersamaan itu melintas kereta api Anggrek 12 gerbong nomor lokomotif CC2061369. Karena jaraknya begitu dekat terjadi tabrakan.
Korban dan adiknya terpental lepas dari atas sepeda motor sejauh 3 meter.
Kedua korban mengalami luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuhnya akibat benturan yang begitu keras dengan kondisi tertelungkup di bahu rek KA.
Korban naas, Achmad Taufiq Hidayat (17) dan adiknya Ozil Gavin Arfantama (6), warga Dusun Banjar, Desa Kradenanrejo, Kecamatan Kedungpring itu alami kecelakaan lantaran tidak memperdulikan adanya palang pintu.
Awalnya, keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Honda GL Max nopok S 4412 AG dari arah selatan ke utara.
Tiba di jalan umum jurusan Babat-Jombang, tepatnya di perlintasan KA di Desa Banaran Kecamatan Babat berpalang pintu, korban seharusnya berhenti karena ada KA melintas.
Saat itu, satu KA telah melintas dari arah barat. Namun, palang pintu masih belum dibuka oleh petugas karena masih akan melintas dari arah sebaliknya di jalur KA dobel track tersebut.
Diduga sang kakak yang membonceng Ozil Gavin Arfantama tak sabar dan main serobot, ketika palang pintu masih tertutup.
Saat menerobos palang pintu, bersamaan itu melintas kereta api Anggrek 12 gerbong nomor lokomotif CC2061369. Karena jaraknya begitu dekat terjadi tabrakan.
Korban dan adiknya terpental lepas dari atas sepeda motor sejauh 3 meter.
Kedua korban mengalami luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuhnya akibat benturan yang begitu keras dengan kondisi tertelungkup di bahu rek KA.