YES Academy Membentuk Mahasiswa Jurusan STEM Berpersepktif Gender Di Kota Bogor
Berita Warga

Bogor, 5 Maret 2024
Metamorfosis Menuju Inklusi telah menginisiasi sebuah program yang bertajuk Youth Engagement in STEM (YES) di mana program ini bertujuan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi anak muda perempuan untuk ber partisipasi aktif dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Salah satu kegiatan di dalam rangkaian program YES ini bertajuk YES Academy. Kegiatan ini dilakukan di Wisma PGI dan dihadiri oleh 40 peserta yang berasal dari perwakilan universitas di Kota Bogor dan sekitarnya, seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Pakuan, dan Universitas Djuanda. Terdapat pula perwakilan dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Pertamina. Seluruh peserta terdiri dari mereka yang menekuni keilmuan di bidang berbasis STEM.
Ketua Yayasan Metamorfosis Menuju Inklusi, Moudy Cynthia menyebutkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh anak muda perempuan terkait peluang mengenyam pendidikan dan partisipasi dalam Angkatan kerja di sektor STEM. Adanya pemahaman di kalangan orangtua dan lingkungan social yang membedakan pekerjaan laki-laki dan perempuan, berdampak pada pilihan anak muda perempuan untuk mengambil profesi yang dianggap cocok untuk perempuan. Perspektif yang menganggap pekerjaan di sektor STEM lebih cocok dikerjakan oleh laki-laki, terfleksikan pada peluang pekerjaan di sektor STEM yang masih mengutamakan pelamar laki-laki.
Melalui project Youth Engagement in STEM (YES), Metamorfosis Menuju Inklusi dan Kedutaan Amerika Serikat ingin menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh banyak anak muda perempuan di bidang STEM. Metamorfosis juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan dan organisasi berbasis STEM untuk memberikan peluang magang kepada para mahasiswi dan fresh graduate yang terseleksi melalui kegiatan YES Academy. Selanjutnya Metamorfosis akan melibatkan para orangtua dalam kegiatan penyadartahuan tentang peran dan pentingnya keterlibatan anak muda bekerja di sektor STEM.
Wakil Atase Kebudayaan Kedutaan Besar AS Mary Trechock menyampaikan kegembiraannya dan bersemangat menghadiri program kerjasama US Embassy bersama Metamorfosis yang sangat menyentuh anak SMA, mahasiswa, orang tua dan perusahaan. Mary mengatakan mahasiswa yang mengikuti kegiatan YES Academy program bisa saling berbagi ide untuk meningkatkan pengetahuan di bidang STEM dengan sesama peserta dan pengusaha. Harapanya tumbuh anak-anak muda perempuan dan laki-laki yang berperspektif gender yang melanjutkan kerja di bidang STEM, yang memiliki karya mendesign AI, Robot atau perangkat lainnya. Hasil dari kegiatan ini kawan-kawan bisa mengajak lebih banyak lagi mahasiswi untuk berkarir di STEM dan dengan pemahaman gender yang baik, perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dan memiliki jenjang karir akademik dan pekerjaan yang lebih tinggi lagi.
Dr. Restu Gunawan M. Hum, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan sangat antusias menghadiri acara Yes Academy yang diselenggarakan Metamorfosis, beliau mengatakan kegiatan yang diselenggarakan sangat bermanfaat bagi peserta karena dapat mengubah perspektif peserta bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama di dunia STEM. Harapannya kawan-kawan mahasiswa terus melanjutkan karir di dunia STEM dan yang lolos seleksi magang dapat mengikuti dengan sebaik-baiknya sehingga punya bekal untuk bekerja di dunia STEM.
Atas nama Metamorfosis Menuju Inklusi, Moudy Cynthia menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi atas dukungan terhadap program ini, beserta pihak, universitas, perusahaan, dan organisasi yang telah mau bekerjasama demi kelancaran implementasi program YES ini.
Dapatkan informasi terupdate seputar program GEDSI lainnya pada media sosial Metamorfosis Menuju Inklusi (Instagram @metamorfosis.inklusi).
Metamorfosis Menuju Inklusi telah menginisiasi sebuah program yang bertajuk Youth Engagement in STEM (YES) di mana program ini bertujuan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi anak muda perempuan untuk ber partisipasi aktif dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Salah satu kegiatan di dalam rangkaian program YES ini bertajuk YES Academy. Kegiatan ini dilakukan di Wisma PGI dan dihadiri oleh 40 peserta yang berasal dari perwakilan universitas di Kota Bogor dan sekitarnya, seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Pakuan, dan Universitas Djuanda. Terdapat pula perwakilan dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Pertamina. Seluruh peserta terdiri dari mereka yang menekuni keilmuan di bidang berbasis STEM.
Ketua Yayasan Metamorfosis Menuju Inklusi, Moudy Cynthia menyebutkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh anak muda perempuan terkait peluang mengenyam pendidikan dan partisipasi dalam Angkatan kerja di sektor STEM. Adanya pemahaman di kalangan orangtua dan lingkungan social yang membedakan pekerjaan laki-laki dan perempuan, berdampak pada pilihan anak muda perempuan untuk mengambil profesi yang dianggap cocok untuk perempuan. Perspektif yang menganggap pekerjaan di sektor STEM lebih cocok dikerjakan oleh laki-laki, terfleksikan pada peluang pekerjaan di sektor STEM yang masih mengutamakan pelamar laki-laki.
Melalui project Youth Engagement in STEM (YES), Metamorfosis Menuju Inklusi dan Kedutaan Amerika Serikat ingin menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh banyak anak muda perempuan di bidang STEM. Metamorfosis juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan dan organisasi berbasis STEM untuk memberikan peluang magang kepada para mahasiswi dan fresh graduate yang terseleksi melalui kegiatan YES Academy. Selanjutnya Metamorfosis akan melibatkan para orangtua dalam kegiatan penyadartahuan tentang peran dan pentingnya keterlibatan anak muda bekerja di sektor STEM.
Wakil Atase Kebudayaan Kedutaan Besar AS Mary Trechock menyampaikan kegembiraannya dan bersemangat menghadiri program kerjasama US Embassy bersama Metamorfosis yang sangat menyentuh anak SMA, mahasiswa, orang tua dan perusahaan. Mary mengatakan mahasiswa yang mengikuti kegiatan YES Academy program bisa saling berbagi ide untuk meningkatkan pengetahuan di bidang STEM dengan sesama peserta dan pengusaha. Harapanya tumbuh anak-anak muda perempuan dan laki-laki yang berperspektif gender yang melanjutkan kerja di bidang STEM, yang memiliki karya mendesign AI, Robot atau perangkat lainnya. Hasil dari kegiatan ini kawan-kawan bisa mengajak lebih banyak lagi mahasiswi untuk berkarir di STEM dan dengan pemahaman gender yang baik, perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dan memiliki jenjang karir akademik dan pekerjaan yang lebih tinggi lagi.
Dr. Restu Gunawan M. Hum, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan sangat antusias menghadiri acara Yes Academy yang diselenggarakan Metamorfosis, beliau mengatakan kegiatan yang diselenggarakan sangat bermanfaat bagi peserta karena dapat mengubah perspektif peserta bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama di dunia STEM. Harapannya kawan-kawan mahasiswa terus melanjutkan karir di dunia STEM dan yang lolos seleksi magang dapat mengikuti dengan sebaik-baiknya sehingga punya bekal untuk bekerja di dunia STEM.
Atas nama Metamorfosis Menuju Inklusi, Moudy Cynthia menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi atas dukungan terhadap program ini, beserta pihak, universitas, perusahaan, dan organisasi yang telah mau bekerjasama demi kelancaran implementasi program YES ini.
Dapatkan informasi terupdate seputar program GEDSI lainnya pada media sosial Metamorfosis Menuju Inklusi (Instagram @metamorfosis.inklusi).