Masuk Daftar

Status Burung Di Indonesia 2021: Sembilan Jenis Burung Semakin Berisiko Mengalami Kepunahan

Berita Warga
𝗦𝘁𝗮𝘁𝘂𝘀 𝗕𝘂𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟭: 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗝𝗲𝗻𝗶𝘀 𝗕𝘂𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗽𝘂𝗻𝗮𝗵𝗮𝗻

🦜🦤🦉🦅🕊️🦩🦚 🐦 🐧

Indonesia kini memiliki 1812 jenis burung atau bertambah 18 jenis dibandingkan tahun sebelumnya. Pemecahan taksonomi menjadi faktor yang menyebabkan penambahan jumlah jenis burung di Indonesia. Sebagai contoh, pada 2020, dua jenis burung yakni cendrawasih-kerah tengah (𝘓𝘰𝘱𝘩𝘰𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘧𝘦𝘮𝘪𝘯𝘪𝘯𝘢) dan perling dagu-ungu (𝘈𝘱𝘭𝘰𝘯𝘪𝘴 𝘤𝘪𝘳𝘤𝘶𝘮𝘴𝘤𝘳𝘪𝘱𝘵𝘢) mengalami pemecahan taksonomi menjadi empat jenis berbeda, sehingga menambah dua jenis baru dalam daftar burung di Indonesia.

Cendrawasih-kerah tengah sebelumnya dikategorikan sebagai anak jenis cendrawasih kerah (𝘓𝘰𝘱𝘩𝘰𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘴𝘶𝘱𝘦𝘳𝘣𝘢) dan perling dagu-ungu dari perling ungu (𝘈𝘱𝘭𝘰𝘯𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘵𝘢𝘭𝘭𝘪𝘤𝘢). Keduanya dikategorikan sebagai jenis tersendiri karena memiliki karakteristik morfologi yang berbeda berdasarkan analisis terbaru. Selain itu, perkembangan pesat teknologi dan peningkatan minat masyarakat terhadap aktivitas pengamatan burung turut berkontribusi bagi perkembangan dunia ornitologi dan konservasi. Laporan hasil pengamatan melalui observatorium sains warga seperti e-Bird berkontribusi terhadap penambahan 16 jenis ke dalam daftar burung yang tercatat di Indonesia.

Satu di antara jenis tersebut yang patut disoroti yaitu petrel irlandia-baru (𝘗𝘴𝘦𝘶𝘥𝘰𝘣𝘶𝘭𝘸𝘦𝘳𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘤𝘬𝘪) yang saat ini dikategorikan sebagai jenis Kritis (𝘊𝘳𝘪𝘵𝘪𝘤𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘌𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘦𝘳𝘦𝘥/𝘊𝘙) menurut Daftar Merah Jenis Terancam Punah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List of Threatened Species). Jenis ini terpantau kehadirannya di sekitar Laut Halmahera, dimana sebelumnya diketahui hanya tersebar di Kepulauan Bismarck, Papua Nugini dan Pulau Solomon (del Hoyo et al., 2020).

Berdasarkan status keterancamannya, terdapat 179 jenis burung di Indonesia yang masuk ke dalam daftar jenis burung terancam punah secara global. Ada 31 jenis burung masuk dalam kategori Kritis, satu langkah lagi menuju status kepunahan; 52 jenis dinyatakan Genting (𝘌𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨𝘦𝘳𝘦𝘥/𝘌𝘕)); dan 96 jenis Rentang terhadap kepunahan (𝘝𝘶𝘭𝘯𝘦𝘳𝘢𝘣𝘭𝘦/𝘝𝘜).

“Ini menyiratkan tantangan konservasi bagi keanekaragaman jenis burung di Indonesia semakin meningkat. Kendati upaya konservasi telah banyak dilakukan, sebagian populasi jenis burung tetap mengalami kemerosotan populasi di alam,” kata Achmad Ridha Junaid, Biodiversity Conservation Officer Burung Indonesia di Kota Bogor, Rabu, 28 April 2021.

Saat ini, selain deforestasi, perburuan dan penangkapan burung dari alam menjadi faktor utama penyebab penurunan populasi burung. Dampaknya terlihat pada peningkatan status keterancaman pada sembilan jenis pada tahun ini. Beberapa jenis yang merasakan dampak nyatanya seperti perkici dada-merah (𝘛𝘳𝘪𝘤𝘩𝘰𝘨𝘭𝘰𝘴𝘴𝘶𝘴 𝘧𝘰𝘳𝘴𝘵𝘦𝘯𝘪), empuloh janggut (𝘈𝘭𝘰𝘱𝘩𝘰𝘪𝘹𝘶𝘴 𝘣𝘳𝘦𝘴), empuloh pipi-kelabu (𝘈𝘭𝘰𝘱𝘩𝘰𝘪𝘹𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘱𝘩𝘳𝘰𝘨𝘦𝘯𝘺𝘴), cucak aceh (𝘗𝘺𝘤𝘯𝘰𝘯𝘰𝘵𝘶𝘴 𝘴𝘯𝘰𝘶𝘤𝘬𝘢𝘦𝘳𝘵𝘪), dan anis kembang (𝘎𝘦𝘰𝘬𝘪𝘤𝘩𝘭𝘢 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘱𝘳𝘦𝘴).

Empuloh janggut bahkan kini diperkirakan telah mengalami penurunan hingga 50% dari populasi asli di wilayah persebarannya di Pulau Jawa dan Bali (BirdLife International, 2020a; Eaton et al., 2015). Kondisi ini sekaligus menyoroti pentingnya upaya yang lebih serius dalam mengurangi dampak perburuan maupun penangkapan burung dari alam.

Selain jenis-jenis yang mengalami peningkatan kategori keterancaman, ada pula jenis yang mengalami penurunan status keterancaman. Kowak jepang (𝘎𝘰𝘳𝘴𝘢𝘤𝘩𝘪𝘶𝘴 𝘨𝘰𝘪𝘴𝘢𝘨𝘪), kepudang-sungu kai (𝘌𝘥𝘰𝘭𝘪𝘴𝘰𝘮𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘱𝘢𝘳), dan bangau sandang-lawe (𝘊𝘪𝘤𝘰𝘯𝘪𝘢 𝘦𝘱𝘪𝘴𝘤𝘰𝘱𝘶𝘴) kini diketahui memiliki wilayah persebaran yang relatif luas dengan kondisi populasi yang relatif stabil, sehingga mengalami penurunan kategori keterancaman (IUCN, 2020).

Achmad Ridha Junaid menjelaskan, berdasarkan IUCN penurunan kategori keterancaman tidak selalu menandakan terjadi pemulihan populasi suatu jenis di alam. Dalam beberapa kasus, penambahan informasi dalam penentuan kriteria bisa memicu penurunan status keterancaman, seperti yang terjadi pada kowak jepang, kepudang-sungu kai, dan bangau sandang-lawe.

Berbeda dengan gajahan tahiti (𝘕𝘶𝘮𝘦𝘯𝘪𝘶𝘴 𝘵𝘢𝘩𝘪𝘵𝘪𝘦𝘯𝘴𝘪𝘴)yang mengalami penurunan keterancaman karena intensitas perburuan telah menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir, dan terdapat tanda-tanda bahwa populasi jenis tersebut mulai pulih di beberapa bagian wilayah jelajahnya (BirdLife International, 2020b). ”Lain halnya juga dengan kepudang jawa (𝘖𝘳𝘪𝘰𝘭𝘶𝘴 𝘤𝘳𝘶𝘦𝘯𝘵𝘶𝘴). Status keterancaman jenis ini diturunkan ke dalam kategori kurang data (𝘋𝘢𝘵𝘢 𝘋𝘦𝘧𝘪𝘤𝘪𝘦𝘯𝘵/𝘋𝘋) karena minimnya catatan perjumpaan jenis ini, sehingga dibutuhkan evaluasi yang lebih mendalam lagi terkait status keterancamannya. Kini, kepudang jawa menjadi salah satu jenis burung dengan informasi paling minim di Pulau Jawa,” katanya.

BirdLife International mencatat, Indonesia merupakan rumah bagi setidaknya 17% jumlah jenis burung yang ada di dunia dan berada di posisi ke-4 dalam kekayaan jenis burung. Tetapi, berdasarkan endemisitasnya, Indonesia berada di posisi ke-1 yang memiliki jenis burung endemis terbanyak di dunia.

Hingga 2021, jumlah jenis burung endemis di Indonesia tercatat sebanyak 532 jenis. Peningkatan catatan jumlah jenis endemis di terjadi pada 2020, yakni sebanyak 16 jenis. Setidaknya tercatat ada tujuh jenis burung baru yang ditemukan di kawasan Wallacea. Sementara itu, sembilan jenis burung lainnya yang bersumber dari pemecahan taksonomi. Kajian mengenai status jenis burung yang dilakukan Burung Indonesia secara rutin ini diharapkan dapat menjadi acuan mengenai informasi teraktual mengenai keanekaragaman jenis burung di Indonesia. “Sebagai organisasi yang bergerak dalam pelestarian burung dan habitatnya, harapannya data ini tak hanya menjadi acuan dalam menjalankan program-program pelestarian, tetapi juga menjadi produk pengetahuan yang dapat dirujuk oleh publik secara luas,” tutup Ridha.
___________________________

Unduh informasi lain :

• Infosheet Status Burung di Indonesia
https://drive.google.com/drive/folders/1LrhWRV-87-1Bh1p4bB9WQM-S_tnJNlei?usp=sharing

• Infografis Status Burung di Indonesia
https://drive.google.com/drive/folders/1q9pGWkh-Nn5rfBEViblWMZsu4S02VjJ1?usp=sharing

Sumber :
https://www.burung.org/2021/04/28/status-burung-di-indonesia-2021-sembilan-jenis-burung-semakin-berisiko-mengalami-kepunahan

Topik Terkait

Lokasi Terkait

Dilihat 1354 kali

0 Komentar

Komentar

Tagar Populer

Berita Warga Terkait

Berita Warga Terpopuler

Berita Warga Terbaru

Jelajahi Informasi Lebih Dalam

Berita Warga

Kabar berita terkini dari warga

Loker

Informasi lapangan pekerjaan

Acara

Undangan acara untuk warga

Laporan Warga

Masalah yang terjadi di lingkungan

Komunitas

Ruang komunitas AtmaGo

Lihat kabar pilihan, khusus dirangkum untukmu!

Masuk Daftar