Ragam Nusantara: Wayang Beber
Citizen News
Halo, Teman Budaya!
Seperti yang kalian ketahui, wayang merupakan seni pertunjukkan tradisional asli Indonesia yang berasal dan berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali.
Terdapat salah satu wayang bernama Wayang Beber, berasal dari Pacitan Jawa Timur. Kesenian ini awalnya digunakan para Wali untuk melakukan dakwah. Adalah seni pertunjukan wayang yang penyajiannya diwujudkan dalam bentangan lembaran kertas atau kain bergambar dengan stilisasi wayang (kulit) disertai narasi Oleh seorang dalang. Setiap lembar berisi beberapa adegan (disebut (pe)jagong) sesuai dengan urutan cerita. Gambar-gambar ini dimainkan dengan cara "dibeber", yaitu membuka gulungan sesuai adegan satu per satu. Dalang bercerita mengenai hal-hal terkait dengan adegan yang ditampilkan, termasuk dialog.
Pertunjukan wayang beber muncul dan berkembang di Jawa bagian Wengker (sekarang Ponorogo dan Pacitan) pada masa pra-lslam karena Ponorogo masa itu sudah dapat membuat Daluwang atau kertas Ponoragan, tetapi terus berlanjut hingga masa kerajaan-kerajaan Islam (seperti Kesultanan Mataram). Cerita yang ditampilkan diambil dari Mahabharata maupun Ramayana. Setelah Islam menjadi agama utama di Jawa, cerita-cerita Panji.
Konon Oleh Walisanga, di antaranya adalah Sunan Kalijaga yang merupakan keturunan bangsawan Wengker, wayang beber ini dimodifikasi bentuk menjadi wayang kulit dengan bentuk yang bersifat ornamen yang dikenal sekarang Karena ajaran Islam tidak menganjurkan bentuk gambar makhluk hidup (manusia, hewan) maupun patung serta menambahkan Pusaka Hyang Kalimusada. Wayang hasil modifikasi para wali inilah yang digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam dan yang kita kenal sekarang.
Sumber: Budaya.id
Karena Budaya Kita Kaya
By Teuku Rassya I. Pasya
https://linktr.ee/budaya.id
Seperti yang kalian ketahui, wayang merupakan seni pertunjukkan tradisional asli Indonesia yang berasal dan berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali.
Terdapat salah satu wayang bernama Wayang Beber, berasal dari Pacitan Jawa Timur. Kesenian ini awalnya digunakan para Wali untuk melakukan dakwah. Adalah seni pertunjukan wayang yang penyajiannya diwujudkan dalam bentangan lembaran kertas atau kain bergambar dengan stilisasi wayang (kulit) disertai narasi Oleh seorang dalang. Setiap lembar berisi beberapa adegan (disebut (pe)jagong) sesuai dengan urutan cerita. Gambar-gambar ini dimainkan dengan cara "dibeber", yaitu membuka gulungan sesuai adegan satu per satu. Dalang bercerita mengenai hal-hal terkait dengan adegan yang ditampilkan, termasuk dialog.
Pertunjukan wayang beber muncul dan berkembang di Jawa bagian Wengker (sekarang Ponorogo dan Pacitan) pada masa pra-lslam karena Ponorogo masa itu sudah dapat membuat Daluwang atau kertas Ponoragan, tetapi terus berlanjut hingga masa kerajaan-kerajaan Islam (seperti Kesultanan Mataram). Cerita yang ditampilkan diambil dari Mahabharata maupun Ramayana. Setelah Islam menjadi agama utama di Jawa, cerita-cerita Panji.
Konon Oleh Walisanga, di antaranya adalah Sunan Kalijaga yang merupakan keturunan bangsawan Wengker, wayang beber ini dimodifikasi bentuk menjadi wayang kulit dengan bentuk yang bersifat ornamen yang dikenal sekarang Karena ajaran Islam tidak menganjurkan bentuk gambar makhluk hidup (manusia, hewan) maupun patung serta menambahkan Pusaka Hyang Kalimusada. Wayang hasil modifikasi para wali inilah yang digunakan untuk menyebarkan ajaran Islam dan yang kita kenal sekarang.
Sumber: Budaya.id
Karena Budaya Kita Kaya
By Teuku Rassya I. Pasya
https://linktr.ee/budaya.id