Ragam Nusantara: Upacara Dandan Kali
Berita Warga
Dandan Kali terdaftara sebagai Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta untuk Kategori: Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku Mengenai Alam Semesta Kabupaten Sleman dengan Nomor: 65675/MPK.E/KB/2018
Upacara Dandan Kali atau Becekan merupakan upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Kepuh, Dusun Manggong, dan Dusun Pagerjuang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Dandan kali atau memeti sungai bertujuan untuk meminta hujan, konon katanya di daerah kepuharjo pernah mengalami kemarau panjang sampai 8 bulan, setelah kemarau panjang tersebut masyarakat meminta hujan dengan membawa sesaji dan menyembelih kambing di Sungai Gendol, tidak lama setelah upacara dilangsungkan, kemudian turun hujan yang lebat dan memberikan kesuburan di sekitar kepuharjo.
Sejak saat itu, masyarakat Kepuharjo melakukan tradisi dandan kali setiap tahun dengan menyajikan sesaji berupa nasi becek (olahan kambing dengan bumbu gulai) sehingga dikenal juga dengan istilah “Upacara Becekan”.
Istilah “Dandan Kali” juga diberikan karena tempat upacara berada di sungai dengan harapan sungai tetap dialiri air dan tidak mengalami kekeringan, bukan hanya Sungai Gendol melainkan sungai-sungai di sekitarnya seperti sungai kretek, sungai kebeng dan sungai-sungai di sekitarnya.
Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta (wbtbdiy.com)
Upacara Dandan Kali atau Becekan merupakan upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Kepuh, Dusun Manggong, dan Dusun Pagerjuang, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Dandan kali atau memeti sungai bertujuan untuk meminta hujan, konon katanya di daerah kepuharjo pernah mengalami kemarau panjang sampai 8 bulan, setelah kemarau panjang tersebut masyarakat meminta hujan dengan membawa sesaji dan menyembelih kambing di Sungai Gendol, tidak lama setelah upacara dilangsungkan, kemudian turun hujan yang lebat dan memberikan kesuburan di sekitar kepuharjo.
Sejak saat itu, masyarakat Kepuharjo melakukan tradisi dandan kali setiap tahun dengan menyajikan sesaji berupa nasi becek (olahan kambing dengan bumbu gulai) sehingga dikenal juga dengan istilah “Upacara Becekan”.
Istilah “Dandan Kali” juga diberikan karena tempat upacara berada di sungai dengan harapan sungai tetap dialiri air dan tidak mengalami kekeringan, bukan hanya Sungai Gendol melainkan sungai-sungai di sekitarnya seperti sungai kretek, sungai kebeng dan sungai-sungai di sekitarnya.
Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta (wbtbdiy.com)