Ragam Nusantara: Tradisi Seba Baduy
Berita Warga
Halo, Teman Budaya!
Sudah tahukah kalian dengan tradisi unik yang satu ini? Tradisi ini bernama Seba Baduy dari Suku Badui. Untuk kalian yang belum tahu, suku ini mendiami Desa Kanekes (yang dialiri sungai Cibaduy), daerah dataran tinggi di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dan berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang.
Suku Baduy tetap mempertahankan tradisi adat istiadat yang jauh dari kata modern. Tetapi, ada sebuah hari dimana seluruh suku Baduy pergi keluar melihat dunia dan segala perkembangannya. Hari itu dinamakan tradisi Seba Baduy.
Pada tradisi ini, seluruh suku Baduy luar dan dalam berbondong-bondong berjalan kaki meunuju pusat pemerintahan kota sambil membawa hasil panen sebagai ungkapan rasa syukur kepada kepala pemerintahan daerah.
Di tradisi ini, suku Baduy luar memakai atribut pakaian hitam dengan ikat kepala biru. Baduy dalam memakai busana dan ikat kepala berwarna putih. Pelaksanaan ini hanya dilakukan setahun sekali setelah musim panen. Sebelum tradisi ini dilakukan, masyarakat Baduy melakukan puasa selama tiga bulan penuh dahulu yang disebut Ngawalu.
Sumber: Budaya.id
Foto: Seba Baduy (PelitaBanten)
Sudah tahukah kalian dengan tradisi unik yang satu ini? Tradisi ini bernama Seba Baduy dari Suku Badui. Untuk kalian yang belum tahu, suku ini mendiami Desa Kanekes (yang dialiri sungai Cibaduy), daerah dataran tinggi di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dan berbatasan dengan Kabupaten Pandeglang.
Suku Baduy tetap mempertahankan tradisi adat istiadat yang jauh dari kata modern. Tetapi, ada sebuah hari dimana seluruh suku Baduy pergi keluar melihat dunia dan segala perkembangannya. Hari itu dinamakan tradisi Seba Baduy.
Pada tradisi ini, seluruh suku Baduy luar dan dalam berbondong-bondong berjalan kaki meunuju pusat pemerintahan kota sambil membawa hasil panen sebagai ungkapan rasa syukur kepada kepala pemerintahan daerah.
Di tradisi ini, suku Baduy luar memakai atribut pakaian hitam dengan ikat kepala biru. Baduy dalam memakai busana dan ikat kepala berwarna putih. Pelaksanaan ini hanya dilakukan setahun sekali setelah musim panen. Sebelum tradisi ini dilakukan, masyarakat Baduy melakukan puasa selama tiga bulan penuh dahulu yang disebut Ngawalu.
Sumber: Budaya.id
Foto: Seba Baduy (PelitaBanten)