Ragam Nusantara: Tenun Serat Gamplong
Berita Warga
Tenun Serat Gamplong terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta untuk kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional Kabupaten Sleman dengan Nomor: 60073/MPK.E/KB/2017
Kerajinan tenun di Dusun Gamplong telah dirintis sejak tahun 1950-an, pada waktu itu pengrajin hanya memproduksi tenun gendong untuk menenun agel atau sejenis bagor. Pada tahun 1953 pengrajin mulai menggunakan alat tenun tenun bukan mesin atau dikenal dengan ATBM, dengan produk yang dibuat berupa kain serbet, belacu, lurik, dan stagen. Namun kini, produk yang dihasilkan oleh pengrajin di Dusun Gamplong semakin berkembang dengan inovasi baru sehingga menghasilkan tenun kreasi baru yang berbahan dasar dari serat alam.
Keahlian menenun yang dimiliki masyarakat Gamplong diperoleh atau diturunkan dari generasi ke generasi.sebagian besar warga Dusun Gamplong menuturkan bahwa keahlian dan usaha tenun diturunkan dari para orangtua mereka
Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta (wbtbdiy.com)
Kerajinan tenun di Dusun Gamplong telah dirintis sejak tahun 1950-an, pada waktu itu pengrajin hanya memproduksi tenun gendong untuk menenun agel atau sejenis bagor. Pada tahun 1953 pengrajin mulai menggunakan alat tenun tenun bukan mesin atau dikenal dengan ATBM, dengan produk yang dibuat berupa kain serbet, belacu, lurik, dan stagen. Namun kini, produk yang dihasilkan oleh pengrajin di Dusun Gamplong semakin berkembang dengan inovasi baru sehingga menghasilkan tenun kreasi baru yang berbahan dasar dari serat alam.
Keahlian menenun yang dimiliki masyarakat Gamplong diperoleh atau diturunkan dari generasi ke generasi.sebagian besar warga Dusun Gamplong menuturkan bahwa keahlian dan usaha tenun diturunkan dari para orangtua mereka
Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta (wbtbdiy.com)