Ragam Nusantara: Seni Pertunjukan Kethek Ogleng
Citizen News
Kethek Ogleng terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta untuk Kategori Seni Pertunjukan Kabupaten Gunung Kidul dengan Nomor: 65675/MPK.E/KB/2018
Kethek Ogleng berasal dari kata Kethek yang berarti tokoh yang sakti dan suka berlagak. Bahasa Jawa memiliki istilah yang tepat untuk menggambarkan Kethek Ogleng yaitu gumleleng atau berlagak. Karakter Kethek yang suka berlagak ini tercermin dalam setiap sikap dan tindakannya yang diwujudkan dalam dialog dan gerak tari. Sosok kera memang memiliki kedudukan yang istimewa dalam seni pertunjukkan di Indonesia. Dalam wiracarita Ramayana dapat dijumpai satria yang juga berwujud kera yaitu Anoman namun sosok Kethek Ogleng lebih bersifat antagonis.
Tokoh Kethek Ogleng berasal dari Cerita Panji yang mengisahkan tokoh Panji Asmorobangun yang berkelana mencari kekasihnya yaitu Dewi Sekartaji dari Kerajaan Jenggala yang hilang secara tiba-tiba. Dalam proses pencariannya Panji melakukan penyamaran agar identitasnya tidak diketahui, begitupun dengan Dewi Sekartaji. Pengembaraan pencarian kekasih melalui penyamaran hadir dalam pertunjukkan Kethek Ogleng.
Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta (wbtbdiy.com)
Kethek Ogleng berasal dari kata Kethek yang berarti tokoh yang sakti dan suka berlagak. Bahasa Jawa memiliki istilah yang tepat untuk menggambarkan Kethek Ogleng yaitu gumleleng atau berlagak. Karakter Kethek yang suka berlagak ini tercermin dalam setiap sikap dan tindakannya yang diwujudkan dalam dialog dan gerak tari. Sosok kera memang memiliki kedudukan yang istimewa dalam seni pertunjukkan di Indonesia. Dalam wiracarita Ramayana dapat dijumpai satria yang juga berwujud kera yaitu Anoman namun sosok Kethek Ogleng lebih bersifat antagonis.
Tokoh Kethek Ogleng berasal dari Cerita Panji yang mengisahkan tokoh Panji Asmorobangun yang berkelana mencari kekasihnya yaitu Dewi Sekartaji dari Kerajaan Jenggala yang hilang secara tiba-tiba. Dalam proses pencariannya Panji melakukan penyamaran agar identitasnya tidak diketahui, begitupun dengan Dewi Sekartaji. Pengembaraan pencarian kekasih melalui penyamaran hadir dalam pertunjukkan Kethek Ogleng.
Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Yogyakarta (wbtbdiy.com)