Ragam Nusantara: Malin Kundang di Pantai Air Manis
Citizen News
Berlokasi di belakang Gunung Padang yang dipercaya sebagai tempat awal legenda seorang anak yang durhaka, Malin Kundang.
Air Manis, atau dalam bahasa Minang disebut "Aia Manis" adalah sebuah pantai dengan tepian garis pembatas yang lebar, daratan yang landai, dan berpasir putih dengan gradasi kecoklatan. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang kecil sehingga menjadi surga bagi peselancar.
Di pantai ini terdapat batu berbentuk manusia bersujud, tambang kapal dan serpihan kapal karam, namun batu ini bukanlah asli dari kisah terkutuknya anak durhaka, melainkan buatan manusia.
Relief batu tersebut ternyata adalah sebuah karya seni dari Dasril Bayras bersama Ibenzani Usman yang awalnya dibuat pada tahun 1980-an guna meningkatkan pariwisata di Pantai Air Manis dengan makna mendalam.
dibalik kisah melegenda agar setiap manusia tetap hidup dalam norma dan patuh kepada orang tua.
Foto: Batu Malin Kundang (Pesona Travel)
Sumber: Budaya.id
Air Manis, atau dalam bahasa Minang disebut "Aia Manis" adalah sebuah pantai dengan tepian garis pembatas yang lebar, daratan yang landai, dan berpasir putih dengan gradasi kecoklatan. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang kecil sehingga menjadi surga bagi peselancar.
Di pantai ini terdapat batu berbentuk manusia bersujud, tambang kapal dan serpihan kapal karam, namun batu ini bukanlah asli dari kisah terkutuknya anak durhaka, melainkan buatan manusia.
Relief batu tersebut ternyata adalah sebuah karya seni dari Dasril Bayras bersama Ibenzani Usman yang awalnya dibuat pada tahun 1980-an guna meningkatkan pariwisata di Pantai Air Manis dengan makna mendalam.
dibalik kisah melegenda agar setiap manusia tetap hidup dalam norma dan patuh kepada orang tua.
Foto: Batu Malin Kundang (Pesona Travel)
Sumber: Budaya.id