Program Pencegahan Stunting di Kabupaten Bogor: Kolaborasi UPZ BAZNAS Telkom dan Bappedalitbang
Berita Warga

Bogor, 4 Desember 2024 – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Telkom bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang), meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mencegah stunting pada balita di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri. Langkah ini bertujuan memberikan dukungan nutrisi yang optimal bagi balita guna mengurangi risiko stunting.
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, prevalensi stunting di wilayah ini mencapai 27% pada 2023, sehingga intervensi segera sangat diperlukan.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Anak Bangsa
Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Desember 2024 hingga Februari 2025, dengan menyasar 50 balita di Desa Tlajung Udik yang berisiko terkena stunting. Ketua UPZ BAZNAS Telkom, Johni Purwantoro, menyatakan pentingnya peran lintas sektor untuk menanggulangi masalah ini.
“Kami dari UPZ BAZNAS Telkom sangat bangga bisa berkolaborasi dengan Bappedalitbang Kabupaten Bogor. Melalui pemberian makanan tambahan bergizi, kami berharap dapat menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujarnya
Program ini melibatkan Yayasan Nahwanur sebagai mitra pelaksana program, tenaga medis dan ahli gizi untuk memastikan makanan yang diberikan sesuai standar kesehatan, seperti mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan balita.
Harapan Pemerintah dan Masyarakat
Kepala Bidang Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Tika Effendi, menyampaikan terima kasih atas keterlibatan UPZ BAZNAS Telkom dalam program ini.
“Kerjasama ini sangat penting dalam mendukung visi Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Kami berharap program ini dapat menjadi model untuk daerah lain,” kata Tika Effendi.
Kepala Desa Tlajung Udik, [Nama], juga mengapresiasi inisiatif ini. “Program ini sangat membantu keluarga yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain,” ungkapnya.
Manfaat Langsung bagi Warga Desa
[Nama], salah satu penerima manfaat program ini, merasakan perubahan positif sejak anaknya mendapat makanan tambahan. “Alhamdulillah, berat badan anak saya bertambah dan nafsu makannya lebih baik. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.
Langkah Ke Depan
UPZ BAZNAS Telkom berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa yang berfokus pada kesehatan Masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan dukungan semua pihak, target menurunkan prevalensi stunting hingga dibawah 14% secara nasional diharapkan tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, prevalensi stunting di wilayah ini mencapai 27% pada 2023, sehingga intervensi segera sangat diperlukan.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Anak Bangsa
Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Desember 2024 hingga Februari 2025, dengan menyasar 50 balita di Desa Tlajung Udik yang berisiko terkena stunting. Ketua UPZ BAZNAS Telkom, Johni Purwantoro, menyatakan pentingnya peran lintas sektor untuk menanggulangi masalah ini.
“Kami dari UPZ BAZNAS Telkom sangat bangga bisa berkolaborasi dengan Bappedalitbang Kabupaten Bogor. Melalui pemberian makanan tambahan bergizi, kami berharap dapat menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujarnya
Program ini melibatkan Yayasan Nahwanur sebagai mitra pelaksana program, tenaga medis dan ahli gizi untuk memastikan makanan yang diberikan sesuai standar kesehatan, seperti mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan balita.
Harapan Pemerintah dan Masyarakat
Kepala Bidang Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Tika Effendi, menyampaikan terima kasih atas keterlibatan UPZ BAZNAS Telkom dalam program ini.
“Kerjasama ini sangat penting dalam mendukung visi Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Kami berharap program ini dapat menjadi model untuk daerah lain,” kata Tika Effendi.
Kepala Desa Tlajung Udik, [Nama], juga mengapresiasi inisiatif ini. “Program ini sangat membantu keluarga yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain,” ungkapnya.
Manfaat Langsung bagi Warga Desa
[Nama], salah satu penerima manfaat program ini, merasakan perubahan positif sejak anaknya mendapat makanan tambahan. “Alhamdulillah, berat badan anak saya bertambah dan nafsu makannya lebih baik. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kami,” ujarnya dengan penuh haru.
Langkah Ke Depan
UPZ BAZNAS Telkom berkomitmen untuk melanjutkan program-program serupa yang berfokus pada kesehatan Masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan dukungan semua pihak, target menurunkan prevalensi stunting hingga dibawah 14% secara nasional diharapkan tercapai dalam beberapa tahun ke depan.