Pertanyaan Huntap, Kegelisahan Warga Balaroa
Berita Warga

Forum Korban Likuifaksi Balaroa pada tanggal 30 Desember 2018 ikut membahas tentang siapa sesungguhnya yang berhak akan hunian sementara atau temporary shelter di beberapa tempat yang disediakan untuk warga Balaroa korban likuifaksi. Musyawarah yang dilakukan pemerintah diwakili Kadis PU kota Palu ini dilakukan bersama warga Balaroa penyintas untuk membahas kejelasan hunian.
Warga berharap agar bantuan huntap dapat segera direalisasikan, karena warga masih belum mendapat kejelasan. Soal hunian sementara juga menjadi pertanyaan karena warga penyintas merasa bahwa kebanyakan warga yang menghuni huntara masih belum tepat sasaran karena berdasarkan informasi warga, justru warga penyintas yang kehilangan rumah tidak menempati huntara. Sementara kebutuhan huntap lebih prioritas daripada huntara.
Beberapa pendapat dari warga menyarankan agar cash and carry kepada korban langsung Balaroa yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal. Karena dengan kehilangan tempat tinggal, banyak warga penyintas lebih memilih tinggal di kontrakan sementara atau numpang di rumah keluarga yang bersedia menampung, dibandingkan di huntara yang memang lbh panas di siang hari dan lebih dingin di malam hari, yang tentu saja belum memadai.
Namun kegelisahan warga yang utama adalah adanya bantuan huntara yang tidak tepat sasaran karena dari data huntara yang menjadi acuan dibangunnya huntap, sementara warga yang tidak tinggal di huntara tidak memiliki kejelasan akan mendapat huntap atau tidak.
Semoga beberapa permintaan warga penyintas yang kehilangan tempat tinggal ini dapat segera difollow up oleh pemerintah langsung ke warga yang betul-betul kehilangan rumah mereka.
#PaluPulih
Warga berharap agar bantuan huntap dapat segera direalisasikan, karena warga masih belum mendapat kejelasan. Soal hunian sementara juga menjadi pertanyaan karena warga penyintas merasa bahwa kebanyakan warga yang menghuni huntara masih belum tepat sasaran karena berdasarkan informasi warga, justru warga penyintas yang kehilangan rumah tidak menempati huntara. Sementara kebutuhan huntap lebih prioritas daripada huntara.
Beberapa pendapat dari warga menyarankan agar cash and carry kepada korban langsung Balaroa yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal. Karena dengan kehilangan tempat tinggal, banyak warga penyintas lebih memilih tinggal di kontrakan sementara atau numpang di rumah keluarga yang bersedia menampung, dibandingkan di huntara yang memang lbh panas di siang hari dan lebih dingin di malam hari, yang tentu saja belum memadai.
Namun kegelisahan warga yang utama adalah adanya bantuan huntara yang tidak tepat sasaran karena dari data huntara yang menjadi acuan dibangunnya huntap, sementara warga yang tidak tinggal di huntara tidak memiliki kejelasan akan mendapat huntap atau tidak.
Semoga beberapa permintaan warga penyintas yang kehilangan tempat tinggal ini dapat segera difollow up oleh pemerintah langsung ke warga yang betul-betul kehilangan rumah mereka.
#PaluPulih