Perkuat Akidah Aswaja KKN SIGAP ISTAZ Gresik Gelar Dauroh Aswaja
Berita Warga

Mojosari, Mantup, Lamongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) SIGAP Institut Al Azhar (ISTAZ) Menganti Gresik mengadakan pelatihan yang dikemas dalam acara Dauroh Aswaja. Tema acara ini adalah “Post-Traditionalism Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah “ di desa Mojosari, Mantup, Lamongan. Acara ini diikuti oleh perwakilan remaja dari 15 Desa yang ada di Kecamatan Mantup. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal kepada para remaja agar mampu mereaktualisasi dan merekontekstualisasi konsep Ahlu Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dalam rangka menjawab tantangan zaman modern.
Daurah yang berlangsung pada Sabtu, 28 Desember 2024 ini menghadirkan Bapak Abdul Wakhid, M.Pd ebagai penyaji utama. Dalam kegiatan ini Alumnus Istaz Menganti Gresik ini memaparkan konsep Post-Traditional ini berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menjaga nilai-nilai tradisional Aswaja sekaligus membuka ruang untuk dialog dengan realitas modern dan global. Ketua MWCNU Kedamean ini juga menambahkan bahwa remaja haru siap dalam menghadapi perubahan, oleh karena itu perlu persiapan dalam mengahadapinya.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik yang dapat dilihat dari antusiasme peserta daurah. Wahyuni (18) salah satu peserta Daurah dari Desa Sukosari mengatakan: “Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami ajaran-ajaran Aswaja a-lNahdliyah”. Antusiasme semakin terlihat saat sesi Q and A. Clarisa, ketua KKN SIGAP 2024 desa Mojosari menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu program kerja mahasiswa dalam rangka memberdayakan masyarakat. “Kami ingin memberikan wawasan dan pemahaman kepada para kader muda NU agar senantiasa berpegang teguh pada tradisi klasik Islam seperti fikih empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali), teologi Asy’ari-Maturidi, serta tasawuf dan juga Mempertahankan praktik keagamaan khas NU” ujar Caca.
Hafid, Ketua Pelaksana Dauraoh Aswaja ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi Istaz Menganti Gresik yaitu menyebarluaskan dan mengajarkan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah al-Nahdliyah. Seirama dengan misi kampus, maka mahasiswa KKN SIGAP 2024 desa Mojosari berharap agar ajaran Aswaja al-Nahdliyah dapat terus lestari dan tetap terjaga dengan tetap terbuka pada perubahan dan modernitas serta mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi.
Daurah yang berlangsung pada Sabtu, 28 Desember 2024 ini menghadirkan Bapak Abdul Wakhid, M.Pd ebagai penyaji utama. Dalam kegiatan ini Alumnus Istaz Menganti Gresik ini memaparkan konsep Post-Traditional ini berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menjaga nilai-nilai tradisional Aswaja sekaligus membuka ruang untuk dialog dengan realitas modern dan global. Ketua MWCNU Kedamean ini juga menambahkan bahwa remaja haru siap dalam menghadapi perubahan, oleh karena itu perlu persiapan dalam mengahadapinya.
Kegiatan ini berlangsung dengan baik yang dapat dilihat dari antusiasme peserta daurah. Wahyuni (18) salah satu peserta Daurah dari Desa Sukosari mengatakan: “Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami ajaran-ajaran Aswaja a-lNahdliyah”. Antusiasme semakin terlihat saat sesi Q and A. Clarisa, ketua KKN SIGAP 2024 desa Mojosari menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu program kerja mahasiswa dalam rangka memberdayakan masyarakat. “Kami ingin memberikan wawasan dan pemahaman kepada para kader muda NU agar senantiasa berpegang teguh pada tradisi klasik Islam seperti fikih empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali), teologi Asy’ari-Maturidi, serta tasawuf dan juga Mempertahankan praktik keagamaan khas NU” ujar Caca.
Hafid, Ketua Pelaksana Dauraoh Aswaja ini juga menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan misi Istaz Menganti Gresik yaitu menyebarluaskan dan mengajarkan ajaran Islam Ahlu Sunnah Wal Jama’ah al-Nahdliyah. Seirama dengan misi kampus, maka mahasiswa KKN SIGAP 2024 desa Mojosari berharap agar ajaran Aswaja al-Nahdliyah dapat terus lestari dan tetap terjaga dengan tetap terbuka pada perubahan dan modernitas serta mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi.