Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) 0-2 tahun, Perlukah? (2/2)
Berita Warga

Pada usia tertentu aspek perkembangan tertentu harus dicapai anak sebagai dasar atau pondasi untuk perkembangan berikutnya. Kemampuan anak menegakkan kepala di usia 1 atau 2 bulan, memungkinkan anak bisa tengkurap/memiringkan tubuhnya di usia 2 atau 3 bulan, sehingga anak bisa duduk di usia 6 bulan, dan bisa berdiri di usia 9 atau 10 bulan. Keterlambatan perkembangan di usia awal akan mempengaruhi perkembangan berikutnya.
Untuk mencapai setiap tahap perkembangan diperlukan stimuasi yang tepat pada saat dan waktu yang tepat serta dengan cara yang tepat pula. Itulah sebabnya penting bagi setiap orang tua memahami masa perkembangan anak-anaknya agar berkembang sesuai harapan.
c. Perkembangan terjadi secara menyeluruh, setiap aspek saling berkaitan. Perkembangan fisik akan mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, kecerdasan/kognitif, maupun bahasa. Balita yang sudah bisa berjalan akan lebih banyak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, kecerdasan/kognitif maupun bahasa. Anak memperoleh pengetahuan dengan membangun pengetahuan itu sendiri. Anak membangun pengetahuan dengan panca inderanya. Anak memperoleh pengetahuan dengan mengeksplorasi lingkungannya. Oleh karena itu anak yang terlambat kemampuan fisiknya akan lebih lambat dalam mengekplorasi lingkungannya. Kemampuan anak dalam mengeksplorasi lingkungan, akan memperbanyak kosa kata (bahasa), menjalin hubungan dengan orang lain (sosial emosional), mengenal banyak obyek atau benda (kognitif/kecerdasan).
d. Waktu tidak dapat diulang, sesuatu yang harus dipelajari saat itu hanya bisa dilakukan saat itu, karena pada saat berikutnya, anak harus sudah belajar hal lainnya.
Itulah beberapa alasan mengapa PAUD di usia 0-2 tahun sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. (*)
Untuk mencapai setiap tahap perkembangan diperlukan stimuasi yang tepat pada saat dan waktu yang tepat serta dengan cara yang tepat pula. Itulah sebabnya penting bagi setiap orang tua memahami masa perkembangan anak-anaknya agar berkembang sesuai harapan.
c. Perkembangan terjadi secara menyeluruh, setiap aspek saling berkaitan. Perkembangan fisik akan mempengaruhi perkembangan sosial, emosional, kecerdasan/kognitif, maupun bahasa. Balita yang sudah bisa berjalan akan lebih banyak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, kecerdasan/kognitif maupun bahasa. Anak memperoleh pengetahuan dengan membangun pengetahuan itu sendiri. Anak membangun pengetahuan dengan panca inderanya. Anak memperoleh pengetahuan dengan mengeksplorasi lingkungannya. Oleh karena itu anak yang terlambat kemampuan fisiknya akan lebih lambat dalam mengekplorasi lingkungannya. Kemampuan anak dalam mengeksplorasi lingkungan, akan memperbanyak kosa kata (bahasa), menjalin hubungan dengan orang lain (sosial emosional), mengenal banyak obyek atau benda (kognitif/kecerdasan).
d. Waktu tidak dapat diulang, sesuatu yang harus dipelajari saat itu hanya bisa dilakukan saat itu, karena pada saat berikutnya, anak harus sudah belajar hal lainnya.
Itulah beberapa alasan mengapa PAUD di usia 0-2 tahun sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. (*)