PEKKA-Srikandi Kelurahan Mojosongo Terbentuk!
Berita Warga

Pada hari jumat 25 februari 2022, bertempat di pendopo kelurahan Mojosongo di adakan pertemuan pembentukan organisasi PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga) di tingkat Kelurahan Mojosongo. Hadir pada acara itu perwakilan dari 39 RW, Lurah, ketua LPMK, perwakilan PKK dan Kompip.
Kegiatan ini dilakukan dgn tujuan mengorganisir Pekka di semua RW yang ada di Mojosongo dan pengukuhan organisasi Pekka (mendapat SK lurah). Kegiatan diawali dengan sosialisasi Pekka (sejarah terbentuknya Pekka, display produk Pekka), pembentukan struktur kepengurusan dan pengukuhan Pekka sebagai salah satu lembaga di kelurahan yang berada dalam naungan LPMK.
Peserta yg hadir sangat antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan peserta yang hadir di forum tersebut, salah satunya yaitu dari Ibu Bayu (pemilik usaha catering) menanyakan tentang apakah Pekka ini hanya beranggotakan single parent saja? Dan apakah bisa terbuka untuk umum misal perempuan yg menjadi tulang punggung keluarga (istri/ anak).
Pekka (perempuan kepala keluarga) secara historis berdiri pada tahun 2018. Pada awalnya hanya beranggota 20 orang , yang berada di RW 12 dan RW 8. Mayoritas pekerjaan anggota Pekka yaitu sebagai buruh dan pedagang kecil (warung).
PEKKA Mojosongo mempunyai beberapa kegiatan produktif. Beberapa produk yg saat ini di hasilkan oleh anggota Pekka di antaranya karak beras merah, sabun cuci, sabun mandi cair, sandal, tote bag. Beberapa keahlian ini diperoleh dari pelatihan yang diadakan oleh dinas yaitu pembuatan sabun cuci sedangkan utk pembuatan karak beras merah, sandal, sabun mandi, tote bag didapat dengan cara otodidak. Adapun kendala yang dihadapi saat ini antara lain persoalan pemasaran dan permodalan.
Bp. Winarto selaku Lurah Mojosongo sangat mendukung terbentuknya Pekka di tingkat kelurahan. Menurut beliau Pekka itu tidak hanya beranggotakan kepala keluarga perempuan saja, namun juga perempuan sebagai tulang punggung keluarga. Harapannya setelah organisasi ini mendapat SK dari kelurahan bisa mendapat alokasi anggaran dari DPK pada khususnya dan dari lembaga-lembaga lain pada umumnya.
Bp. Budi F Rijanto selaku ketua LPMK yang ikut mendorong agar Pekka ini terbentuk mengusulkan agar segera membentuk WAG ( WAGroup) tingkat kelurahan, dan WAG tingkat RW agar lebih mempermudah kordinasi. Masing2 perwakilan RW yang hadir diharapkan bisa segera berkordinasi di level RT dan sekaligus mendata anggota baru. Nantinya semua kegiatan Pekka akan di bawah kontrol dan dukungan LPMK.
Ibu Tutik selaku ketua Pekka kelurahan Mojosongo terpilih berharap agar Pekka mendapat dukungan dari semua pihak, bisa lebih maju berkembang dan bisa membantu perekonomian keluarga.
Terpisah, Koordinator Kombes Bapak Akbar juga menyampaikan ucapan selamat dan harapan,"Semoga PEKKA Mojosongo bisa memberikan daya bagi ibu ibu kepala keluarga menyangga tiang keluarga. Mengantarkan putra putri mandiri. Terima kasih Pak Lurah Mojosongo, Pak Budi Ketua LPMK Mojosongo dan semua yang telah memungkinkan Pekka Mojosongo terbentuk."
Rosma dan Tina
Kegiatan ini dilakukan dgn tujuan mengorganisir Pekka di semua RW yang ada di Mojosongo dan pengukuhan organisasi Pekka (mendapat SK lurah). Kegiatan diawali dengan sosialisasi Pekka (sejarah terbentuknya Pekka, display produk Pekka), pembentukan struktur kepengurusan dan pengukuhan Pekka sebagai salah satu lembaga di kelurahan yang berada dalam naungan LPMK.
Peserta yg hadir sangat antusias terlihat dari banyaknya pertanyaan peserta yang hadir di forum tersebut, salah satunya yaitu dari Ibu Bayu (pemilik usaha catering) menanyakan tentang apakah Pekka ini hanya beranggotakan single parent saja? Dan apakah bisa terbuka untuk umum misal perempuan yg menjadi tulang punggung keluarga (istri/ anak).
Pekka (perempuan kepala keluarga) secara historis berdiri pada tahun 2018. Pada awalnya hanya beranggota 20 orang , yang berada di RW 12 dan RW 8. Mayoritas pekerjaan anggota Pekka yaitu sebagai buruh dan pedagang kecil (warung).
PEKKA Mojosongo mempunyai beberapa kegiatan produktif. Beberapa produk yg saat ini di hasilkan oleh anggota Pekka di antaranya karak beras merah, sabun cuci, sabun mandi cair, sandal, tote bag. Beberapa keahlian ini diperoleh dari pelatihan yang diadakan oleh dinas yaitu pembuatan sabun cuci sedangkan utk pembuatan karak beras merah, sandal, sabun mandi, tote bag didapat dengan cara otodidak. Adapun kendala yang dihadapi saat ini antara lain persoalan pemasaran dan permodalan.
Bp. Winarto selaku Lurah Mojosongo sangat mendukung terbentuknya Pekka di tingkat kelurahan. Menurut beliau Pekka itu tidak hanya beranggotakan kepala keluarga perempuan saja, namun juga perempuan sebagai tulang punggung keluarga. Harapannya setelah organisasi ini mendapat SK dari kelurahan bisa mendapat alokasi anggaran dari DPK pada khususnya dan dari lembaga-lembaga lain pada umumnya.
Bp. Budi F Rijanto selaku ketua LPMK yang ikut mendorong agar Pekka ini terbentuk mengusulkan agar segera membentuk WAG ( WAGroup) tingkat kelurahan, dan WAG tingkat RW agar lebih mempermudah kordinasi. Masing2 perwakilan RW yang hadir diharapkan bisa segera berkordinasi di level RT dan sekaligus mendata anggota baru. Nantinya semua kegiatan Pekka akan di bawah kontrol dan dukungan LPMK.
Ibu Tutik selaku ketua Pekka kelurahan Mojosongo terpilih berharap agar Pekka mendapat dukungan dari semua pihak, bisa lebih maju berkembang dan bisa membantu perekonomian keluarga.
Terpisah, Koordinator Kombes Bapak Akbar juga menyampaikan ucapan selamat dan harapan,"Semoga PEKKA Mojosongo bisa memberikan daya bagi ibu ibu kepala keluarga menyangga tiang keluarga. Mengantarkan putra putri mandiri. Terima kasih Pak Lurah Mojosongo, Pak Budi Ketua LPMK Mojosongo dan semua yang telah memungkinkan Pekka Mojosongo terbentuk."
Rosma dan Tina