Log In Sign Up

Muwahid Hasan: Pengobatan Terapi, Puluhan Solusi Dari Ratusan Alternatif

Citizen News
Malang - Muwahid Hasan, asal Junrejo, Kota Batu, nama yang sepintas tidak populer dan memang bukan selebritis maupun selebgram. Ia anak dari Hendi Nurhendi, sosok sentral yang merekomendasikan minuman cuka fermentasi herbal. (sabtu,11/5/2024)

Dodik, pasien asal Gubeng, Surabaya, terkesan penanganan yang dilakukannya, meski baru bertemu 1 hari. "Sepintas, saya mengamatinya, orang ini bekerja profesional. Setiap bagian tubuh yang disentuhnya (dipijatnya), terasa reaktif (sakit), efek dari penyakit saya ini."

"Orangnya masih muda, punya prospek besar di masa depan. Ini harus kita dukung, profesi yang membantu banyak orang, khususnya medis."

"Penjelasan seputar pemijatan selalu "step by step" disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti (bahasa non medis). Pemijatannya juga gak dipaksa-paksa, sesuai kemampuan fisik pasien, ini recomended sekali," ungkap Dodik. Perkenalan Dodik dengan Hasan (panggilan Muwahid Hasan) tidak lepas dari peran Yuni Endah Rahayu (dipanggil Yuni) yang tinggal di Perum Graha Kencana Cluster 3, GKS VII no. 3, Kota Malang.

"Sudah ada 2 saudara saya yang disembuhkan melalui pengobatan terapi ini. Gak lama, 2-3 bulan sudah kelihatan, yang penting rutin", kata Yuni.

Sambungnya, "Cara hubungi Muwahid Hasan via WA bisa melalui 0838-3595-6117. Orangnya smile, gak ribet, gak harus ini harus itu, simpel."

Prosedur awal terapi harus dilewati pasien, Hasan mewawancarai seputar keluhan hingga sakit yang dirasakan. Dari wawancara tersebut, sebagian informasi dikumpulkan dalam tabulasi gejala atau kemungkinan penyakit yang diderita. Validasi penyakit pasien diselaraskan dengan uji laboratorium untuk memastikannya.

"Pasien kita tangani sesuai rekomendasi pasien itu sendiri, terutama kesiapan mental dan fisik. Ramuan herbal fermentasi kita gunakan untuk mendukung kesembuhan pasien. Kalau ada pertanyaan dari pasien seputar penyakit yang dideritanya, kita jawab sesuai konteks pertanyaan itu," jelas Hasan.

"Metode tusuk jarum didukung alat berbasis modern akupuntur. Kita sesuaikan titik dimana jarum berada, ukuran atau kapasitas disesuaikan rekomendasi pasien itu sendiri."

"Saya sadar diri, pasien yang datang itu sudah merasakan sakit, masak saya nambah beban sakit lagi, ini jauh dari kemanusiaan, jauh dari konsep pengobatan tradisional," kata Hasan.

Suwondo, asal Ngantang, Malang, memilih pengobatan terapi, karena sudah terbukti khasiatnya. Bukan cuma dirinya, sesama pensiunan ASN (Ngantang, Kasembon dan Pujon), telah membuktikan tingkat keberhasilan kesembuhan.

"Mas Hasan bisa direkomendasikan pengobatan di tempat, asalkan sudah ada kontak sebelumnya, kapan, dimana. Minuman herbal bisa rekomendasi lewat WA, tapi menyesuaikan penyakit yang diderita pasien," jelasnya.

"Dia gak suka paksa-paksa, sesuai kemampuan pasien. Waktu kita terapi, ia selalu menjelaskan, kalau yang ini, ia blak-blakan, tidak ada yang disensor."

Profesi medis bergenre tradisional atau pijat, bukan sekedar dilakukan "semau gue", tapi benar-benar dijalani secara profesional, dan tentunya berlandaskan teori maupun teknik pengobatan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (redaksi)

Popular Hashtag

Citizen News Most Popular

Citizen News Recent Posts

Explore more information

Citizen News

Latest news in your neighborhood

Job

Job vacancies information for you

Event

Discover local events to attend

Report

Problems in your neighborhood

Community

AtmaGo community rooms

Check out selected news, curated especially for you!

Log In Sign Up