Log In Sign Up

*MENCIPTAKAN KERANJANG TELUR*

Community Discussion
Masih membahas tentang keranjang telur.
Seperti sudah diterangkan di tulisan yang lalu, yang dimaksud keranjang telur adalah wadah atau sumber pendapatan.

Banyak yang menanyakan bagaimana cara membuat keranjang telur? Apakah mungkin menciptakan keranjang telur tanpa meninggalkan rumah?

Kebanyakan perempuan yang sudah menikah harus mengurus anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang serasa tidak ada habisnya. Bahkan ada yang tidak diijinkan suaminya untuk bekerja diluar.

Bagaimana solusinya?
Gampang. Ciptakan keranjang telurmu dari rumah.

Hilangkan pikiran bahwa mencari uang hanya bisa didapat dari bekerja diluar, menjadi karyawan.
Banyak peluang mengais rejeki walaupun kita tidak keluar rumah.

Caranya?

Guru saya Bu Sulis pernah mengatakan bahwa kita harus pandai melihat celah dan potensi pundi-pundi emas. Buka mata, buka telinga, pasti ada pangsa pasar di sekeliling kita.

Masih bingung?
Saya berikan contoh bagaimana saya mendapat uang tanpa keluar rumah.

Pada awal pandemi, ada kejadian tentang langkanya masker. Kemudian ramailah orang membuat masker kain. Saat itu saya mendapat telepon dari seorang teman bahwa dia membutuhkan masker 1500 pcs.
Karena saya merasa tidak bisa menjahit, maka saya cari teman penjahit. Tapiiiii.......karena tidak bisa melihat celah dan potensi pundi-pundi emas, saya langsung hubungkan antara pembeli dengan penjahit.

Apa yang terjadi?

Tetap terjadi transaksi jual beli antara teman-teman saya, yang satu pembeli, yang satu penjual. Tanpa saya terlibat didalamnya, alias saya tidak mendapatkan keuntungan apa-apa.

Coba bayangkan apabila saat itu saya menjadi perantara distribusi. Katakanlah saya mengambil keuntungan dari selisih harga 500 rupiah permasker, sudah bisa dihitung berapa uang yang saya dapatkan. Apalagi kemudian saya mendengar bahwa transaksi tersebut tidak berhenti pada pemesanan 1500 pcs saja, tapi berlanjut ke sekian kali.

Inilah yang dimaksud guru saya tentang buka mata, buka telinga dan selalu melihat celah pasar yang bisa menghasilkan uang.

Belajar dari pengalaman tersebut, ketika ada telepon dari teman yang membutuhkan kemeja untuk seragam, saya sudah lebih pintar.
Saya catat kebutuhan pengadaan seragam, mulai dari pilihan warna, ukuran, dan harga maksimal yang diinginkan. Kemudian saya bertanya ke teman-teman lewat grup WA, adakah yang memproduksi atau berjualan kemeja.
Ketika ada beberapa penawaran, saya teruskan ke teman saya, mau memilih yang mana. Tetapi semua saya atur melalui saya. Jadi hubungan jual beli tetap melalui saya sebagai perantara. Bahkan penjual dan pembeli tidak saling berhubungan. Memang yang dibutuhkan tidak banyak, hanya 40 pcs kemeja. Tetapi ada selisih keuntungan disana yang bisa saya dapat. Pesanan seragam bertambah dengan jilbab yang sewarna. Sekali lagi, yang saya lakukan adalah mencari pedagang jilbab dan mengambil selisih harga. Berarti ada tambahan keuntungan yang lain.

Apakah saya perlu keluar rumah? Tidak. Pesanan saya terima lewat telepon. Penawaran saya lakukan melalui online. Pembayaran dilakukan dengan transfer. Pengiriman menggunakan ekspedisi sampai ke alamat pembeli. Mudah dan praktis.

Jadi tidak ada alasan bahwa kita tidak bisa menciptakan keranjang telur dari rumah. Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan peluang.

Jadi, buka mata, buka telinga, awasi sekitar, ciptakan peluang untuk membuat keranjang telur.

Semangat......

Related Topic

Related Location

Viewed 915 times

0 Comments

Comments

Popular Hashtag

Citizen News Related

Citizen News Most Popular

Citizen News Recent Posts

Explore more information

Citizen News

Latest news in your neighborhood

Job

Job vacancies information for you

Event

Discover local events to attend

Report

Problems in your neighborhood

Community

AtmaGo community rooms

Check out selected news, curated especially for you!

Log In Sign Up