Masuk Daftar

Memaknai Ramadhan bagi Penyandang Disabilitas

Berita Warga
Ramadhan bisa merupakan tantangan bagi beberapa umat Islam yang menjalaninya. Terutama bagi mereka yang disabilitas. Disabilitas sering merasa tersisih setiap ingin menjalani ibadah puasa maupun salat

Bulan kesembilan dalam kalender Islam, Ramadhan dianggap sebagai bulan suci oleh umat Islam karena merupakan bulan ketika Al-Qur"an, kitab sucinya, diturunkan kepada Nabi Muhammad. Ini dimaksudkan sebagai waktu untuk sejenak melambat dalam mengejar dunia dan lebih mendekatkan diri dalam hubungan spiritual. Salah satu caranya yaitu dengan menahan diri dari makan atau minum apa pun, bahkan air, dari fajar hingga matahari terbenam. Selain itu pada malam hari masyarakat berbondong-bonding ke masjid untuk menunaikan shalat terawih dan membaca Al-Qur’an di Masjid.

Kemudian bagi yang ingin berbuka puasa bersama keluarga, teman dan komunitas muslim yang lebih luas, disabilitas terkadang kesulitan untuk mengikuti kegiatan ini. Namun Muslim penyandang disabilitas terkadang kesulitan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang dimaksudkan untuk mendorong kebersamaan.Maka perlu ada dorongan lembaga atau relawan untuk membantu disabilitas agar biasa berbuka bersama.

Difabel merasa tersisihkan dalam menjalani ibadah, karena belum banyak masjid yang bisa diakses oleh penyandang disabilitas. Oleh karena itu pemerintah wajib membangun infrastruktur dan lembaga untuk membantu muslim difabel untuk beribadah. Seperti akses wudhu, ram dan guiding blok, serta juru bahasa isyarat/di masjid-masjid agar disabilitas mudah mengaksesnya.
Ramadhan sebagian besar adalah latihan spiritual, seperti datang ke masjid di malam hari, dan mendengarkan atau membaca Al- Quran. Penyandang disabilitas tidak bisa melakukan itu karena kesulitan mengakses masjid-masjid yang belum semuanya ramah disabilitas.

Perlu ada pelatihan kepada para relawan sehingga mereka dapat membantu muslim penyandang disabilitas di masjid, atau di rumah saat anggota keluarga sedang sholat.
Jemaah juga dapat membantu, hanya dengan mendukung mereka yang mencoba untuk kembali setelah absen.
Contohnya apabila ada yang kesulitan untuk berdiri seperti mereka yang non disabilitas. Kadang-kadang dia harus terus sholat sambil berdiri, seperti orang lain, karena takut dituduh mencoba meninggalkan sholat.

Topik Terkait

Lokasi Terkait

Dilihat 1038 kali

0 Komentar

Komentar

Tagar Populer

Berita Warga Terkait

Berita Warga Terpopuler

Berita Warga Terbaru

Jelajahi Informasi Lebih Dalam

Berita Warga

Kabar berita terkini dari warga

Loker

Informasi lapangan pekerjaan

Acara

Undangan acara untuk warga

Laporan Warga

Masalah yang terjadi di lingkungan

Komunitas

Ruang komunitas AtmaGo

Lihat kabar pilihan, khusus dirangkum untukmu!

Masuk Daftar