Manusia Adalah Makhluk Sosial: Menghargai Kebaikan Demi Harmoni dalam Hubungan
Citizen News

Atmago.com, Malang---Jama"ah Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Bihaaru Bahri "Asali Fadlaailir Rahmah (Biba"afadlrah) yang berada di Yogyakarta, disela-sela peringatan tasyakuran bersama ke-47 Ponpes Biba"afadlrah Sananrejo, Turen, Malang, mengadakan musyawarah internal jama"ah yang dipimpin oleh ketua jama"ah, Sartono Anwar, Ahad (10/11/2024).
Tidak kurang 50 orang jama"ah menempati salah satu ruangan di lantai 2 ponpes Biba"afadlrah Malang tersebut, turutserta dalam musyawarah.
Bang Asrullah, penasehat jama"ah Yogyakarta yang menimba ilmu rohani di ponpes Biba"afadlrah Malang menyatakan dalam menjalani kehidupan sosial, tidak jarang manusia menghadapi perselisihan dan konflik yang menguji ketahanan hubungan antarpribadi.
Dalam interaksi sehari-hari, berbagai masalah dapat muncul, mengakibatkan renggangnya ikatan antara satu dengan yang lain. Namun, menurutnya perselisihan tidak harus menjadi akhir dari hubungan baik. Justru, perselisihan tersebut dapat menjadi ladang, untuk menumbuhkan kebesaran hati dalam memaafkan dan memperkuat ikatan silaturahmi.
Bang Asrullah yang berasal dari Bangka dan telah menetap di Yogyakarta ini, mengajak seluruh jama"ah untuk memfokuskan diri pada kebaikan yang pernah diberikan orang lain kepada kita, daripada berkutat pada keburukan atau kesalahan yang mungkin mereka lakukan.
"Setiap manusia itu memiliki sisi kebaikan, meskipun tidak sempurna. Maka, daripada terus mengingat kesalahannya, lihatlah kebaikan yang pernah mereka berikan kepada kita," ujar Bang Asrullah penuh bijak.
Menghargai kebaikan orang lain, merupakan kunci dalam menjaga hubungan tetap harmonis dan saling menguatkan. Ketika kita berfokus pada kebaikan, maka akan lebih mudah bagi kita untuk memaafkan, dan dengan begitu hubungan akan kembali harmonis.
Pendekatan positif seperti yang dianjurkan Bang Asrullah memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman, "Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia", (QS. Fussilat: 34).
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya membalas keburukan dengan kebaikan sebagai salah satu cara menjaga keharmonisan hubungan sosial.
Bang Asrullah juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, "Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad). Hadits ini menekankan pentingnya menghargai kebaikan sesama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Menurutnya, setiap kebaikan yang pernah kita terima dari orang lain, sekecil apapun itu, adalah sebuah anugerah yang layak untuk disyukuri. Dengan cara itu, hati akan lebih mudah menerima kekurangan orang lain dan membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.
Bang Asrullah berharap, "Semoga kita semua bisa lebih sering melihat kebaikan yang ada pada orang lain, sehingga hubungan persaudaraan yang harmonis dan saling mendukung dapat tercipta. Mari kita jadikan momen ini untuk terus memperbaiki diri dan menyambung tali silaturahmi."
Acara musyawarah tersebut memberikan pesan mendalam kepada para jama"ah, bahwa dalam kehidupan sosial, mengingat kebaikan orang lain adalah jembatan menuju pengampunan dan keharmonisan. (KangRozaq)
#jamaahjogja
#ponpesmalang
#ponpesbibaafadlrahmalanga
Tidak kurang 50 orang jama"ah menempati salah satu ruangan di lantai 2 ponpes Biba"afadlrah Malang tersebut, turutserta dalam musyawarah.
Bang Asrullah, penasehat jama"ah Yogyakarta yang menimba ilmu rohani di ponpes Biba"afadlrah Malang menyatakan dalam menjalani kehidupan sosial, tidak jarang manusia menghadapi perselisihan dan konflik yang menguji ketahanan hubungan antarpribadi.
Dalam interaksi sehari-hari, berbagai masalah dapat muncul, mengakibatkan renggangnya ikatan antara satu dengan yang lain. Namun, menurutnya perselisihan tidak harus menjadi akhir dari hubungan baik. Justru, perselisihan tersebut dapat menjadi ladang, untuk menumbuhkan kebesaran hati dalam memaafkan dan memperkuat ikatan silaturahmi.
Bang Asrullah yang berasal dari Bangka dan telah menetap di Yogyakarta ini, mengajak seluruh jama"ah untuk memfokuskan diri pada kebaikan yang pernah diberikan orang lain kepada kita, daripada berkutat pada keburukan atau kesalahan yang mungkin mereka lakukan.
"Setiap manusia itu memiliki sisi kebaikan, meskipun tidak sempurna. Maka, daripada terus mengingat kesalahannya, lihatlah kebaikan yang pernah mereka berikan kepada kita," ujar Bang Asrullah penuh bijak.
Menghargai kebaikan orang lain, merupakan kunci dalam menjaga hubungan tetap harmonis dan saling menguatkan. Ketika kita berfokus pada kebaikan, maka akan lebih mudah bagi kita untuk memaafkan, dan dengan begitu hubungan akan kembali harmonis.
Pendekatan positif seperti yang dianjurkan Bang Asrullah memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman, "Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia", (QS. Fussilat: 34).
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya membalas keburukan dengan kebaikan sebagai salah satu cara menjaga keharmonisan hubungan sosial.
Bang Asrullah juga mengutip hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, "Barangsiapa tidak berterima kasih kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad). Hadits ini menekankan pentingnya menghargai kebaikan sesama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Menurutnya, setiap kebaikan yang pernah kita terima dari orang lain, sekecil apapun itu, adalah sebuah anugerah yang layak untuk disyukuri. Dengan cara itu, hati akan lebih mudah menerima kekurangan orang lain dan membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.
Bang Asrullah berharap, "Semoga kita semua bisa lebih sering melihat kebaikan yang ada pada orang lain, sehingga hubungan persaudaraan yang harmonis dan saling mendukung dapat tercipta. Mari kita jadikan momen ini untuk terus memperbaiki diri dan menyambung tali silaturahmi."
Acara musyawarah tersebut memberikan pesan mendalam kepada para jama"ah, bahwa dalam kehidupan sosial, mengingat kebaikan orang lain adalah jembatan menuju pengampunan dan keharmonisan. (KangRozaq)
#jamaahjogja
#ponpesmalang
#ponpesbibaafadlrahmalanga