Manfaat Pare Yang Bisa Cegah Kanker (Bagian 1)
Berita Warga

𝗠𝗮𝗻𝗳𝗮𝗮𝘁 𝗣𝗮𝗿𝗲 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗖𝗲𝗴𝗮𝗵 𝗞𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿
“Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak kanker bisa menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker. Meskipun manfaat pare untuk mencegah kanker masih perlu diteliti lebih lanjut, sayuran pahit tersebut baik untuk dikonsumsi untuk kesehatan.”
Rasanya yang pahit memang tidak akrab di lidah. Tidak heran kalau tidak sedikit orang yang enggan memilih pare jadi makanan favorit. Namun, jangan salah, pare ini punya berbagai manfaat bagi kesehatan.
Jika dikonsumsi secara rutin, pare bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama bagi pengidap diabetes. Namun, tidak hanya itu saja, penelitian baru pada tikus menunjukkan bahwa sayuran pahit tersebut juga memiliki kandungan yang bisa membantu mencegah kanker .
Pare (momordica charantia) atau dikenal juga sebagai labu pahit berasal dari negara bagian Kerala, India Selatan. Sayuran yang masih satu kerabat dengan mentimun dan zucchini ini sudah sering digunakan untuk mengobati banyak masalah kesehatan. Pare dikenal sebagai obat alami untuk melawan diabetes.
Para ahli dari Universitas Saint Louis di Missouri membuat penemuan yang menarik terkait pare. Dalam percobaan terhadap tikus, ekstrak pare tampaknya efektif dalam mencegah tumor kanker tumbuh dan menyebar. Para peneliti tersebut melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang sekarang muncul di jurnal Cell Communication and Signaling.
Para peneliti juga mencari tahu akan khasiat tanaman tersebut sebagai obat. Mereka penasaran apakah pare yang merupakan obat tradisional untuk diabetes juga bisa melindungi dari kanker.
Alhasil, para periset mengadakan uji coba dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara, prostat, serta kanker kepala dan leher.
Hasil tes laboratorium tersebut menunjukkan bahwa ekstrak pare mampu menghentikan sel-sel dari replikasi, yang menunjukkan bahwa itu mungkin efektif dalam mencegah penyebaran kanker.
Dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak pare mampu mengurangi kejadian kanker lidah.
Nah, dalam studi tersebut periset mencari tahu apa yang membuat senyawa kanker bermanfaat untuk melawan kanker. Masih menggunakan tikus sebagai model uji coba, mereka mempelajari mekanisme interaksi antara ekstrak pare dengan kanker mulut dan lidah.
Bersambung,
https://www.atmago.com/berita-warga/manfaat-pare-yang-bisa-cegah-kanker-bagian-2_579e6ec9-2ba1-44ce-bbf3-9763c70447bd
“Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak kanker bisa menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker. Meskipun manfaat pare untuk mencegah kanker masih perlu diteliti lebih lanjut, sayuran pahit tersebut baik untuk dikonsumsi untuk kesehatan.”
Rasanya yang pahit memang tidak akrab di lidah. Tidak heran kalau tidak sedikit orang yang enggan memilih pare jadi makanan favorit. Namun, jangan salah, pare ini punya berbagai manfaat bagi kesehatan.
Jika dikonsumsi secara rutin, pare bisa memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama bagi pengidap diabetes. Namun, tidak hanya itu saja, penelitian baru pada tikus menunjukkan bahwa sayuran pahit tersebut juga memiliki kandungan yang bisa membantu mencegah kanker .
Pare (momordica charantia) atau dikenal juga sebagai labu pahit berasal dari negara bagian Kerala, India Selatan. Sayuran yang masih satu kerabat dengan mentimun dan zucchini ini sudah sering digunakan untuk mengobati banyak masalah kesehatan. Pare dikenal sebagai obat alami untuk melawan diabetes.
Para ahli dari Universitas Saint Louis di Missouri membuat penemuan yang menarik terkait pare. Dalam percobaan terhadap tikus, ekstrak pare tampaknya efektif dalam mencegah tumor kanker tumbuh dan menyebar. Para peneliti tersebut melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang sekarang muncul di jurnal Cell Communication and Signaling.
Para peneliti juga mencari tahu akan khasiat tanaman tersebut sebagai obat. Mereka penasaran apakah pare yang merupakan obat tradisional untuk diabetes juga bisa melindungi dari kanker.
Alhasil, para periset mengadakan uji coba dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker, termasuk sel kanker payudara, prostat, serta kanker kepala dan leher.
Hasil tes laboratorium tersebut menunjukkan bahwa ekstrak pare mampu menghentikan sel-sel dari replikasi, yang menunjukkan bahwa itu mungkin efektif dalam mencegah penyebaran kanker.
Dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak pare mampu mengurangi kejadian kanker lidah.
Nah, dalam studi tersebut periset mencari tahu apa yang membuat senyawa kanker bermanfaat untuk melawan kanker. Masih menggunakan tikus sebagai model uji coba, mereka mempelajari mekanisme interaksi antara ekstrak pare dengan kanker mulut dan lidah.
Bersambung,
https://www.atmago.com/berita-warga/manfaat-pare-yang-bisa-cegah-kanker-bagian-2_579e6ec9-2ba1-44ce-bbf3-9763c70447bd