MAHASISWA KKN UNS ADAKAN SOSIALISASI PUPUK CAIR MIKROBA BAGI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DESA BANYURI
Berita Warga

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Periode Januari-Februari 2021 Kelompok 74 mengadakan kegiatan Sosialisasi Pupuk Cair Mikroba bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rahayu Ringinharjo, Desa Banyurip, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen pada hari Senin (22/2/2021) bertempat di Aula Desa Banyurip. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 orang dari pengurus KWT dan juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Nurmiyati, S.Pd.M.Si.
Dalam kegiatan ini menghadirkan pembicara Adam Sediyoadi Putra, manajer HRD PT Centra Biotech Indonesia. Teknis dalam kegiatan sosialisasi ini, pembicara menyampaikan materi melalui zoom meeting, lalu disambungkan melalui layar besar untuk dapat dilihat dan didengarkan secara bersama oleh ibu-ibu KWT.
Pada kesempatan ini, Adam menyampaikan bahwa pupuk cair mikroba merupakan pupuk hayati yang mengandung mikroba hidup sebagai penyubur tanah pertanian. Pupuk cair mikroba ini ramah lingkungan, juga mempunyai kegunaan untuk melipatgandakan hasil produksi pertanian serta dapat mengendalikan atau mengobati penyakit-penyakit pada tanaman yang saat ini sulit ditanggulangi. Pupuk cair mikroba ini dapat digunakan pada tanaman padi, cabai, kentang, jagung, melon, semangka, kobis, klengkeng, tebu, tomat, dan brambang. Penggunaan pupuk cair mikroba ini sesuai aturan pemakaian antara 1-2 ml setiap pemakaian pada produksi tanaman.
“Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi pupuk cair mikroba ini menjadi pilihan para petani di desa Banyurip untuk meningkatkan produksi tani. Juga sebagai alternatif dalam pengurangan pupuk kimia,” kata Aisyah Umi selaku ketua KKN kelompok 74.
Dalam kegiatan ini menghadirkan pembicara Adam Sediyoadi Putra, manajer HRD PT Centra Biotech Indonesia. Teknis dalam kegiatan sosialisasi ini, pembicara menyampaikan materi melalui zoom meeting, lalu disambungkan melalui layar besar untuk dapat dilihat dan didengarkan secara bersama oleh ibu-ibu KWT.
Pada kesempatan ini, Adam menyampaikan bahwa pupuk cair mikroba merupakan pupuk hayati yang mengandung mikroba hidup sebagai penyubur tanah pertanian. Pupuk cair mikroba ini ramah lingkungan, juga mempunyai kegunaan untuk melipatgandakan hasil produksi pertanian serta dapat mengendalikan atau mengobati penyakit-penyakit pada tanaman yang saat ini sulit ditanggulangi. Pupuk cair mikroba ini dapat digunakan pada tanaman padi, cabai, kentang, jagung, melon, semangka, kobis, klengkeng, tebu, tomat, dan brambang. Penggunaan pupuk cair mikroba ini sesuai aturan pemakaian antara 1-2 ml setiap pemakaian pada produksi tanaman.
“Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi pupuk cair mikroba ini menjadi pilihan para petani di desa Banyurip untuk meningkatkan produksi tani. Juga sebagai alternatif dalam pengurangan pupuk kimia,” kata Aisyah Umi selaku ketua KKN kelompok 74.