Lulusan SMK Bisa Ke Korea?
Citizen News

“Kemampuan tamatan SMK memang sudah tidak diragukan lagi” demikian disampaikan Bapak R. Hariyadi Aga W, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, BNP2TKI pada pertemuannya dengan Direktur Pembinaan SMK Bapak Mustaghfirin Amin pada acara persiapan perekrutan tenaga SMK untuk bekerja di kapal penangkapan ikan Korea. Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Direktur berlangsung dalam suasana serius namun tetap dalam suasana akrab dan bersahabat. Pada kesempatan tersebut Bapak Haryadi demikian panggilan akrab beliau, didampingi oleh Kepala Bidang Penempatan Ibu Dyah Rizkiningrum sedangkan Direktur Pembinaan SMK didampingi Bapak Saryadi, Kasi Penyelarasan Kejuruan dan staf. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Bapak Suharyanto Kepala Bidang Tata Penyelenggaraan Pendidikan Pusdik Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang membahas tentang “Kerjasama penempatan TKI G to G sektor Perikanan ke Korea”. Rekrutmen tamatan SMK untuk bekerja pada kapal penangkapan ikan di Korea merupakan bukti pengakuan pemerintah Korea pada kemampuan tamatan SMK. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK sangat mengapresiasi tawaran pemerintah Korea. Direncanakan jumlah tenaga tamatan SMK yang diperlukan untuk bidang pekerjaan penangkapan ikan ini mencapai 1.100 orang dan SMK akan mempersiapkan lebih banyak lagi calon sebagai bentukan keseriusan terhadap tawaran yang disampaikan. Kerjasama yang ditawarkan pihak Korea melalui kerjasama G to G ini cukup menarik karena jumlah “take home pay” yang diterima dapat dapat mencapai Rp 13 juta – Rp 30 juta dan hal ini akan menjadi daya tarik bagi tamatan SMK.
Namun kendala utama yang harus dihadapi calon tenaga kerja yang akan ke Korea adalah persyaratan kemampuan bahasa Korea. Pihak Korea melalui HRDK (Human Resource Development Korea) semacam BNP2TKI mempersyaratkan bahwa calon pekerja harus memiliki EPS-TOPIK (Employment Permit System-Test of Proficiency in Korea) dengan skor tertentu. Menanggapi tawaran ini pihak Dit.PSMK merespons secara positif dan akan mempersiapkan calon yang berasal dari SMK dengan kemampuan bahasa Korea sebaik mungkin. Pada awalnya pihak BNP2TKI menawarkan penjajagan program ini dilakukan pada bulan Agustus namun mengingat pada bulan tersebut para lulusan SMK sudah memperoleh SKHUN (ijazah) diperkirakan akan sulit untuk dapat menginformasikan hal ini ke lulusan SMK. Hal ini dengan pertimbangan bahwa setelah menerima SHUKN para siswa akan mendapat tawaran pekerjaan dari berbagai pihak sehingga untuk mengantisipasi ini harus segera dilakukan langkah antisipatif dengan segera melakukan penjajagan lebih awal yaitu pada medio Juli. Diusulkan perekrutan calon dilakukan pada awal Agustus dan pengumpulan berkas dan wawancara dilakukan pada bulan Desember hal ini untuk mengantisipasi agar tamatan memiliki kesempatan belajar bahasa Korea.
Untuk segera merealisasikan tawaran ini akan dilakukan pertemuan lanjutan pada hari Jum’at pada tanggal 22 juli 2016 dengan mengundang SMK yang memiliki program keahlian Perikanan dan Kelautan diantaranya adalah: Lampung, Indramayu, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Jepara, Banyuwangi, Jember dan Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan tersebut diharapkan SMK yang diundang membawa data program keahlian yang dibuka dan nama-nama siswa kelas 3 dan nama nama alumni yang belum bekerja. Maksud dan tujuan penyiapan data program keahlian yang dimiliki adalah berkaitan dengan kemungkinan kesempatan bekerja di Korea sehingga dengan mengetahui program keahlian yang ada di SMK Perikanan dan Kelauatan akan membuka wawasan BNP2TKI dan pihak HRDK. Pada kesempatan tersebut akan diundang Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah sebagai narasumber dan pihak HRDK. Disamping itu pemerintah Korea juga menawarkan pekerjaan untuk bidang budidaya perikanan dan hal ini dapat diisi oleh tamatan putri namun alokasi jumlah calon sekitar 10%. Sebelum acara berakhir digarisbawahi bahwa BNP2TKI akan menyiapkan skema kebutuhan terkait dengan perekrutan tenaga kerja bidang penangkapan kapal ikan di Korea.
Sumber : Direktorat Pembinaan SMK - bogornews.com
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang membahas tentang “Kerjasama penempatan TKI G to G sektor Perikanan ke Korea”. Rekrutmen tamatan SMK untuk bekerja pada kapal penangkapan ikan di Korea merupakan bukti pengakuan pemerintah Korea pada kemampuan tamatan SMK. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMK sangat mengapresiasi tawaran pemerintah Korea. Direncanakan jumlah tenaga tamatan SMK yang diperlukan untuk bidang pekerjaan penangkapan ikan ini mencapai 1.100 orang dan SMK akan mempersiapkan lebih banyak lagi calon sebagai bentukan keseriusan terhadap tawaran yang disampaikan. Kerjasama yang ditawarkan pihak Korea melalui kerjasama G to G ini cukup menarik karena jumlah “take home pay” yang diterima dapat dapat mencapai Rp 13 juta – Rp 30 juta dan hal ini akan menjadi daya tarik bagi tamatan SMK.
Namun kendala utama yang harus dihadapi calon tenaga kerja yang akan ke Korea adalah persyaratan kemampuan bahasa Korea. Pihak Korea melalui HRDK (Human Resource Development Korea) semacam BNP2TKI mempersyaratkan bahwa calon pekerja harus memiliki EPS-TOPIK (Employment Permit System-Test of Proficiency in Korea) dengan skor tertentu. Menanggapi tawaran ini pihak Dit.PSMK merespons secara positif dan akan mempersiapkan calon yang berasal dari SMK dengan kemampuan bahasa Korea sebaik mungkin. Pada awalnya pihak BNP2TKI menawarkan penjajagan program ini dilakukan pada bulan Agustus namun mengingat pada bulan tersebut para lulusan SMK sudah memperoleh SKHUN (ijazah) diperkirakan akan sulit untuk dapat menginformasikan hal ini ke lulusan SMK. Hal ini dengan pertimbangan bahwa setelah menerima SHUKN para siswa akan mendapat tawaran pekerjaan dari berbagai pihak sehingga untuk mengantisipasi ini harus segera dilakukan langkah antisipatif dengan segera melakukan penjajagan lebih awal yaitu pada medio Juli. Diusulkan perekrutan calon dilakukan pada awal Agustus dan pengumpulan berkas dan wawancara dilakukan pada bulan Desember hal ini untuk mengantisipasi agar tamatan memiliki kesempatan belajar bahasa Korea.
Untuk segera merealisasikan tawaran ini akan dilakukan pertemuan lanjutan pada hari Jum’at pada tanggal 22 juli 2016 dengan mengundang SMK yang memiliki program keahlian Perikanan dan Kelautan diantaranya adalah: Lampung, Indramayu, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Jepara, Banyuwangi, Jember dan Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan tersebut diharapkan SMK yang diundang membawa data program keahlian yang dibuka dan nama-nama siswa kelas 3 dan nama nama alumni yang belum bekerja. Maksud dan tujuan penyiapan data program keahlian yang dimiliki adalah berkaitan dengan kemungkinan kesempatan bekerja di Korea sehingga dengan mengetahui program keahlian yang ada di SMK Perikanan dan Kelauatan akan membuka wawasan BNP2TKI dan pihak HRDK. Pada kesempatan tersebut akan diundang Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah sebagai narasumber dan pihak HRDK. Disamping itu pemerintah Korea juga menawarkan pekerjaan untuk bidang budidaya perikanan dan hal ini dapat diisi oleh tamatan putri namun alokasi jumlah calon sekitar 10%. Sebelum acara berakhir digarisbawahi bahwa BNP2TKI akan menyiapkan skema kebutuhan terkait dengan perekrutan tenaga kerja bidang penangkapan kapal ikan di Korea.
Sumber : Direktorat Pembinaan SMK - bogornews.com