Lewat Metode Maggot, Warga Jatijajar Diajak Olah Sampah Jadi Cuan
Berita Warga

Sebanyak 90 warga Kelurahan Jatijajar mendapatkan pelatihan dan bantuan instalasi pengolahan sampah berbasis masyarakat dengan metode Biokonversi Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Aula Kelurahan Jatijajar pada 28 Febuari lalu.
Pelatihan dan bantuan tersebut diberikan oleh Biomagg berkolaborasi dengan Garuda Food Indonesia.
Lurah Jatijajar, Mujahidin mengatakan bentuk kerjasama yang dijalin yaitu, biomagg sebagai perusahaan pakan ternak yang menggunakan bahan dasar maggot, memberikan pelatihan kepada warga di Kelurahan Jatijajar.
Mereka yang mendapat pelatihan yaitu pengurus RT-RW, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga Kelompok Kerja (Pokja) Sehat Kelurahan Jatijajar.
"Selain itu, Biomagg juga memberikan maggot box yang berisi bibit maggot. Selama 14 hari ke depan warga hanya memberikan makan kepada maggot menggunakan sampah organik rumah tangga," tutur Mujahidin.
Tidak hanya memberikan pelatihan dan bantuan tersebut, biomagg juga akan melakukan pendampingan kepada warga, agar pengolahan sampah dapat maksimal.
Kemudian, pasca 14 hari, kata Mujahidin, maggot akan di panen dan di jual kembali ke biomagg.
"Satu kilo maggot akan dihargai Rp 4.000 dan di kontrol langsung oleh biomagg," ucap dia.
Adanya program ini, Mujahidin berharap, bisa menanggulangi permasalahan sampah organik di Kelurahan Jatijajar.
Dengan cara memanfaatkan sumber pendapatan ekonomi melalui budidaya maggot.
"Semoga Kelurahan Jatijajar dapat menanggulangi sampah organik dan mampu mengubah sampah menjadi berkah," tutup Mujahidin.
Sumber: Humas Pemkot Depok
Pelatihan dan bantuan tersebut diberikan oleh Biomagg berkolaborasi dengan Garuda Food Indonesia.
Lurah Jatijajar, Mujahidin mengatakan bentuk kerjasama yang dijalin yaitu, biomagg sebagai perusahaan pakan ternak yang menggunakan bahan dasar maggot, memberikan pelatihan kepada warga di Kelurahan Jatijajar.
Mereka yang mendapat pelatihan yaitu pengurus RT-RW, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga Kelompok Kerja (Pokja) Sehat Kelurahan Jatijajar.
"Selain itu, Biomagg juga memberikan maggot box yang berisi bibit maggot. Selama 14 hari ke depan warga hanya memberikan makan kepada maggot menggunakan sampah organik rumah tangga," tutur Mujahidin.
Tidak hanya memberikan pelatihan dan bantuan tersebut, biomagg juga akan melakukan pendampingan kepada warga, agar pengolahan sampah dapat maksimal.
Kemudian, pasca 14 hari, kata Mujahidin, maggot akan di panen dan di jual kembali ke biomagg.
"Satu kilo maggot akan dihargai Rp 4.000 dan di kontrol langsung oleh biomagg," ucap dia.
Adanya program ini, Mujahidin berharap, bisa menanggulangi permasalahan sampah organik di Kelurahan Jatijajar.
Dengan cara memanfaatkan sumber pendapatan ekonomi melalui budidaya maggot.
"Semoga Kelurahan Jatijajar dapat menanggulangi sampah organik dan mampu mengubah sampah menjadi berkah," tutup Mujahidin.
Sumber: Humas Pemkot Depok