Kerja Bakti warga menemukan 9 Bom aktif sisa Perang Dunia II
Berita Warga

Saat itu akan ada acara di Desa Ngabab, yakni Lomba Gotong Royong Tingkat Kabupaten Malang. Warga diminta oleh Pemerintah Desa untuk melakukan kerja bakti. Saat dilakukan pembersihan di daerah Ngabab atas, tepatnya daerah tebing, Pak Suliyan mencangkul tanah di sekitar pohon bambu agar kelihatan rapi. Tiba-tiba cangkulnya terkena sesuatu seperti terantuk batu. Begitu digali lebih dalam ternyata ditemukan sebuah bom. Dengan kaget dan keringat dingin Pak Suliyan mencangkul lebih dalam dan lebih lebar lagi, apakah ada bom yang lainnya?. Dan benar saja, ditemukan lagi sebanyak 8 bom.
Akhirnya dengan gemetar Pak Suliyan melaporakan ke Pamong Desa, Bapak Hamam Royani.
Kemudian laporan tersebut diteruskan kepada Pak Sigit selaku Kapolsek Pujon.
Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka Polisi memasang Garis Polisi karena masyarakat semakin banyak yang datang. Karena menjelang malam sehingga pihak Polsek Pujon memutuskan untuk meledakkan bom tersebut pada keesokan hari. Adapun berat bobot masing bom bermacam-macam. Ada yang 10 kg ada yang 15 kg dan juga ada yang 20 kg. Menurut informasi bom tersebut masih aktif dan merupakan peninggalan perang dunia ke-II sekitar tahun 1939 – 1945. Peledakan bom dilakukan pagi hari mulai pukul 06.00, dan jam 11.oo siang maih dapat 4 buah bom yang berhasil diledakkan. Karena bom yang sangat kuat maka ditanam dalam tanah sedalam 6 – 8 meter. Itupun menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat luar biasa. Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur berhasil meledakkan seluruh bom hingga sore hari.
Dan wilayah Pujon adalah salah satu tempat medan perang dunia II, sehingga kemungkinan masih ada bom aktif belum ditemukan. Untuk itu Polsek Pujon menghimbau “Jika ada masyarakat yang menemukan lagi, kami imbau untuk tidak mengangkatnya karena sangat berbahaya. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak datang ke lokasi tersebut karena masih rawan.
Akhirnya dengan gemetar Pak Suliyan melaporakan ke Pamong Desa, Bapak Hamam Royani.
Kemudian laporan tersebut diteruskan kepada Pak Sigit selaku Kapolsek Pujon.
Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka Polisi memasang Garis Polisi karena masyarakat semakin banyak yang datang. Karena menjelang malam sehingga pihak Polsek Pujon memutuskan untuk meledakkan bom tersebut pada keesokan hari. Adapun berat bobot masing bom bermacam-macam. Ada yang 10 kg ada yang 15 kg dan juga ada yang 20 kg. Menurut informasi bom tersebut masih aktif dan merupakan peninggalan perang dunia ke-II sekitar tahun 1939 – 1945. Peledakan bom dilakukan pagi hari mulai pukul 06.00, dan jam 11.oo siang maih dapat 4 buah bom yang berhasil diledakkan. Karena bom yang sangat kuat maka ditanam dalam tanah sedalam 6 – 8 meter. Itupun menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat luar biasa. Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur berhasil meledakkan seluruh bom hingga sore hari.
Dan wilayah Pujon adalah salah satu tempat medan perang dunia II, sehingga kemungkinan masih ada bom aktif belum ditemukan. Untuk itu Polsek Pujon menghimbau “Jika ada masyarakat yang menemukan lagi, kami imbau untuk tidak mengangkatnya karena sangat berbahaya. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak datang ke lokasi tersebut karena masih rawan.