Kerak Telor Jajanan Jaman Dahulu Yang Masih Survive Hingga Kini
Berita Warga

𝗞𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗹𝗼𝗿 𝗝𝗮𝗷𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗵𝘂𝗹𝘂 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗦𝘂𝗿𝘃𝗶𝘃𝗲 𝗛𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗞𝗶𝗻𝗶
🇮🇩 #orangindonesia
Jajanan jadul atau jaman (zaman) dulu seperti mie lidi, kue koya, rambut nenek, es gabus pelangi, cenil, kue putu, kue rangi, kue cubit, dan lain-lain memang banyak orang merindukan keberadaannya, khususnya bagi generasi baby boomers macam saya ini. Jajanan tersebut sudah jarang ditemui di pasaran lantaran tak banyak orang yang mampu bertahan menjajakan penganan tersebut, kalah bersaing dengan jajanan kekinian.
Seiring zaman telah berubah, biar jajanan kekinian semacam corn dog, saus mentai, dimsum, roti ubi Korea, se’i sapi, salted egg, Korean sandwich, rujak cireng, cilok, dan lain-lain telah melanda dan melindas selera lidah kaum millennial, namun keberadaan jajanan jadul, kerak telor, tak punah dimakan zaman. Penganan dengan bahan utama beras ketan dan telur itu masih survive hingga saat ini.
𝗠𝗮𝗿𝗰𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻 (𝟳𝟱), penjaja kerak telor di pujasera kawasan depan Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, adalah salah satu penjaja jajanan zaman dulu, kerak telor, yang masih bertahan hingga saat ini. Pria yang masih tampak bugar itu telah menjajakan kerak telor saat dirinya masih remaja dua puluhan tahun. Keahlian membuat kerak telor tampak saat bagaimana ia memulai menuangkan beras ketan, memproses pematangan hingga siap disajikan.
Selengkapnya silahkan klik link atau tautan berikut ini,
🌐 https://www.alisson.id/kerak-telor-jajanan-jadul-masih-survival-hingga-kini/
🇮🇩 #orangindonesia
Jajanan jadul atau jaman (zaman) dulu seperti mie lidi, kue koya, rambut nenek, es gabus pelangi, cenil, kue putu, kue rangi, kue cubit, dan lain-lain memang banyak orang merindukan keberadaannya, khususnya bagi generasi baby boomers macam saya ini. Jajanan tersebut sudah jarang ditemui di pasaran lantaran tak banyak orang yang mampu bertahan menjajakan penganan tersebut, kalah bersaing dengan jajanan kekinian.
Seiring zaman telah berubah, biar jajanan kekinian semacam corn dog, saus mentai, dimsum, roti ubi Korea, se’i sapi, salted egg, Korean sandwich, rujak cireng, cilok, dan lain-lain telah melanda dan melindas selera lidah kaum millennial, namun keberadaan jajanan jadul, kerak telor, tak punah dimakan zaman. Penganan dengan bahan utama beras ketan dan telur itu masih survive hingga saat ini.
𝗠𝗮𝗿𝗰𝗵𝗮𝘀𝗮𝗻 (𝟳𝟱), penjaja kerak telor di pujasera kawasan depan Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, adalah salah satu penjaja jajanan zaman dulu, kerak telor, yang masih bertahan hingga saat ini. Pria yang masih tampak bugar itu telah menjajakan kerak telor saat dirinya masih remaja dua puluhan tahun. Keahlian membuat kerak telor tampak saat bagaimana ia memulai menuangkan beras ketan, memproses pematangan hingga siap disajikan.
Selengkapnya silahkan klik link atau tautan berikut ini,
🌐 https://www.alisson.id/kerak-telor-jajanan-jadul-masih-survival-hingga-kini/