Kenapa Sulawesi Rawan Gempa?
Berita Warga

1. Sulawesi yang diapit tiga lempeng tektonik
Pulau Sulawesi adalah salah satu pulau yang rawan gempa. Hal itu disebabkan karena keberadaan tiga area lempeng tektonik yang ada di sekitar Sulawesi, atau tepatnya berada di tengah-tengah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Sulawesi Tengah berada di area persimpang tiga lempeng tersebut.
2. Penyebab gempa adalah patahan
Menurut langsiran terhadap riset Hamilton, terdapat tiga patahan penyebab gempa, yaitu patahan Palu-Koro, Patahan Saddang dan Patahan palung. Gerakan patahan yang vertikal terdapat di area utara, sedangkan yang berada di area barat merupakan patahan horizontal yang mencapai kecepatan 14-17 mm per tahun.
3. Patahan Palu-Koro merupakan patahan yang aktif hingga sekarang
Hal ini dinyatakan melalui adanya pengamatan terhadap morfologi patahan itu sendiri di mana terdapat dua bagian patahan, yaitu area barat dan area timur. Kedua patahan tersebut menyebabkan dan disebabkan oleh dua area yang memiliki ketinggian berbeda.
Area barat jauh lebih tinggi ketimbang area timur, menjadikannya ada kemiringan lembah di kedua area tersebut. Pergesekan dari kedua patahan inilah menyebabkan adanya gempa karena adanya gerakan vertikal. Gerakan ini mampu memiliki kecepatan 4,5 mm per tahun.
4. Gesekan yang disebabkan karena mudahnya pengikisan
Kedua area tersebut memiliki perbedaan komponen. Area barat memiliki komponen bebatuan granit serta batu-batu metasedimentasi.
Sedangkan di area timur, datarannya dibentuk oleh bebatuan yang rapuh dan fosil fauna laut. Dinamakan Molasa Sulawesi karena bebatuannya disebut bebatuan pasir Molasa, area timur sering bergeser dikarenakan bebatuan di sana mudah terkikis, mengakibatkan sering terjadinya longsoran dan penurunan bukit.
Melihat dari jurnal ini, bukan tidak mungkin di kemudian hari terdapat gempa lagi di Palu. Malahan dapat lebih parah dikarenakan pengikisan bebatuan yang sangat cepat.
Pulau Sulawesi adalah salah satu pulau yang rawan gempa. Hal itu disebabkan karena keberadaan tiga area lempeng tektonik yang ada di sekitar Sulawesi, atau tepatnya berada di tengah-tengah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Sulawesi Tengah berada di area persimpang tiga lempeng tersebut.
2. Penyebab gempa adalah patahan
Menurut langsiran terhadap riset Hamilton, terdapat tiga patahan penyebab gempa, yaitu patahan Palu-Koro, Patahan Saddang dan Patahan palung. Gerakan patahan yang vertikal terdapat di area utara, sedangkan yang berada di area barat merupakan patahan horizontal yang mencapai kecepatan 14-17 mm per tahun.
3. Patahan Palu-Koro merupakan patahan yang aktif hingga sekarang
Hal ini dinyatakan melalui adanya pengamatan terhadap morfologi patahan itu sendiri di mana terdapat dua bagian patahan, yaitu area barat dan area timur. Kedua patahan tersebut menyebabkan dan disebabkan oleh dua area yang memiliki ketinggian berbeda.
Area barat jauh lebih tinggi ketimbang area timur, menjadikannya ada kemiringan lembah di kedua area tersebut. Pergesekan dari kedua patahan inilah menyebabkan adanya gempa karena adanya gerakan vertikal. Gerakan ini mampu memiliki kecepatan 4,5 mm per tahun.
4. Gesekan yang disebabkan karena mudahnya pengikisan
Kedua area tersebut memiliki perbedaan komponen. Area barat memiliki komponen bebatuan granit serta batu-batu metasedimentasi.
Sedangkan di area timur, datarannya dibentuk oleh bebatuan yang rapuh dan fosil fauna laut. Dinamakan Molasa Sulawesi karena bebatuannya disebut bebatuan pasir Molasa, area timur sering bergeser dikarenakan bebatuan di sana mudah terkikis, mengakibatkan sering terjadinya longsoran dan penurunan bukit.
Melihat dari jurnal ini, bukan tidak mungkin di kemudian hari terdapat gempa lagi di Palu. Malahan dapat lebih parah dikarenakan pengikisan bebatuan yang sangat cepat.