Kebangkitan Difabel Mojosongo
Community Discussion

(Late post). Perjuangan untuk mengganti sebutan disabel ke difabel bukanlah persoalan yang mudah. Istilah difabel diperjuangkan untuk mengganti istilah disable yang berarti "tidak mampu". Dalam konotasi bahasa Indonesia istilah disabel merujuk pada pengertian “penyandang cacat”. Difabel secara ide merujuk pada kesetaraan antar individu satu dengan individu lain yang pada dasarnya hanya dibedakan oleh perbedaan kemampuan. Maka bisa saja dengan pengertian itu difabel mempunyai kemampuan lebih atas individu lainnya.
Karena pengetahuan yang dikembangkan tidak berpihak, difabel terus ditempatkan marginal. Tidak mengherankan jika program kebijakan pemerintah bagi difable cenderung berbasis belas kasihan dan bukan berwatak pemberdayaan apalagi kepercayaan.
Berbekal semangat untuk berkumpul, kemauan belajar, berserikat dan bersatu dengan tujuan bersama untuk membangun kepercayaan diri untuk hidup setara dengan yang lain, difabel di kelurahan Mojosongo berinisiatif membentuk Organisasi Difabel Mojosongo.
Proses terbentuknya Organisasi Difabel Mojosongo yaitu melalui suatu pertemuan yang dihadiri oleh teman-teman difabel di kelurahan Mojosongo. Mereka juga mengundang teman-teman dari Kompip (Konsorsium Monitoring dan Pemberdayaan Institusi Publik), Pekka (Perempuan Kepala Keluarga), LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) dan FKK (Forum Kesehatan Kelurahan) Mojosongo untuk menyaksikan.
Tepatnya pada hari Minggu, 23 Januari 2022 diselenggarakan musyawarah pendirian Organisasi Difabel Mojosongo yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Pendirian Forum Difabel Mojosongo.
Pendirian Organisasi Difabel Mojosongo ini diikuti dengan penyusunan visi, misi.
Menurut Bapak RM Argo Mudharso, A.Md selaku Ketua Organisasi Difabel Mojosongo terpilih, "Walaupun belum lengkap tapi pada intinya organisasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan difabel Mojosongo, menyalurkan produk-produk yang dihasilkan difabel, mengadakan pelatihan yang berguna meningkatkan sumber daya difabel, edukasi tentang kesehatan, membuat buku, mengadakan kegiatan sosial, bakti pada masyarakat umum, juga adanya advokasi difabel". Selain itu, ODM ingin memetakan jumlah difabel di kelurahan Mojosongo, sebab data itu sebelumnya tidak pasti.
Adapun susunan Pengurus Difabel Mojosongo yaitu, Ketua : RM Argo Mudharso, Amd, Sekretaris : Dyan Nurcahyanto, Bendahara : Suryaning Widayati, S.H dan Endang Sumarni, Humas : Yudha Setyawan.
(Tina Dewi - Kompip)
Karena pengetahuan yang dikembangkan tidak berpihak, difabel terus ditempatkan marginal. Tidak mengherankan jika program kebijakan pemerintah bagi difable cenderung berbasis belas kasihan dan bukan berwatak pemberdayaan apalagi kepercayaan.
Berbekal semangat untuk berkumpul, kemauan belajar, berserikat dan bersatu dengan tujuan bersama untuk membangun kepercayaan diri untuk hidup setara dengan yang lain, difabel di kelurahan Mojosongo berinisiatif membentuk Organisasi Difabel Mojosongo.
Proses terbentuknya Organisasi Difabel Mojosongo yaitu melalui suatu pertemuan yang dihadiri oleh teman-teman difabel di kelurahan Mojosongo. Mereka juga mengundang teman-teman dari Kompip (Konsorsium Monitoring dan Pemberdayaan Institusi Publik), Pekka (Perempuan Kepala Keluarga), LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) dan FKK (Forum Kesehatan Kelurahan) Mojosongo untuk menyaksikan.
Tepatnya pada hari Minggu, 23 Januari 2022 diselenggarakan musyawarah pendirian Organisasi Difabel Mojosongo yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Pendirian Forum Difabel Mojosongo.
Pendirian Organisasi Difabel Mojosongo ini diikuti dengan penyusunan visi, misi.
Menurut Bapak RM Argo Mudharso, A.Md selaku Ketua Organisasi Difabel Mojosongo terpilih, "Walaupun belum lengkap tapi pada intinya organisasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan difabel Mojosongo, menyalurkan produk-produk yang dihasilkan difabel, mengadakan pelatihan yang berguna meningkatkan sumber daya difabel, edukasi tentang kesehatan, membuat buku, mengadakan kegiatan sosial, bakti pada masyarakat umum, juga adanya advokasi difabel". Selain itu, ODM ingin memetakan jumlah difabel di kelurahan Mojosongo, sebab data itu sebelumnya tidak pasti.
Adapun susunan Pengurus Difabel Mojosongo yaitu, Ketua : RM Argo Mudharso, Amd, Sekretaris : Dyan Nurcahyanto, Bendahara : Suryaning Widayati, S.H dan Endang Sumarni, Humas : Yudha Setyawan.
(Tina Dewi - Kompip)