Gunung Tangkuban Parahu Kembali Erupsi Jumat Dini Hari
Citizen News

Gunung Tangkuban Perahu mengalami empat kali erupsi susulan pada Jumat (2/8/2019) dini hari. Dari informasi, Pos Pemantauan Gunung Tangkuban Perahu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) gempa susulan terjadi pada pukul 00.43, 01.45, 03.57, 04.56.
Sejumlah petugas kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang dan Bandung Barat tampak bersiaga di sekitar pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, dari alat seismogram terekam gempa pada amplitudo maksimum 50 mm dengan durasi 11 menit 23 detik. Durasi itu lebih lama dibandingkan erupsi yang terjadi pekan lalu.
Pada Jumat (26/7/2019), Pos Pemantau Gunung Tangkuban Perahu dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat durasi erupsi berkisar di 5 menit 30 detik.
Karena itu, berikut rekomendasi yang sebaiknya diperhatikan warga:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung/wisatawan/pendaki, Tidak mendekati kawah yang ada di puncak G. Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 Km.
2. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, Pedagang, Wisatawan, Pendaki, dan Pengelola Wisata G. Tangkuban Parahu agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada disekitar kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.
3. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, Pedagang, Wisatawan, Pendaki, dan Pengelola Wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.
4. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu, tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Sumber : MAGMA Indonesia
Foto: Badan Geologi Indonesia
Sejumlah petugas kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang dan Bandung Barat tampak bersiaga di sekitar pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, dari alat seismogram terekam gempa pada amplitudo maksimum 50 mm dengan durasi 11 menit 23 detik. Durasi itu lebih lama dibandingkan erupsi yang terjadi pekan lalu.
Pada Jumat (26/7/2019), Pos Pemantau Gunung Tangkuban Perahu dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat durasi erupsi berkisar di 5 menit 30 detik.
Karena itu, berikut rekomendasi yang sebaiknya diperhatikan warga:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung/wisatawan/pendaki, Tidak mendekati kawah yang ada di puncak G. Tangkuban Parahu dalam radius 1,5 Km.
2. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, Pedagang, Wisatawan, Pendaki, dan Pengelola Wisata G. Tangkuban Parahu agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik dan dihimbau tidak berlama-lama berada disekitar kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.
3. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, Pedagang, Wisatawan, Pendaki, dan Pengelola Wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.
4. Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu, tetap memperhatikan perkembangan kegiatan Gunung Tangkuban Parahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Sumber : MAGMA Indonesia
Foto: Badan Geologi Indonesia