Geliat budidaya ikan hias selama pandemi Covid-19
Berita Warga

Surakarta - Di tengah masa pandemi COVID-19, bisnis ikan Guppy justru mengalami kenaikan karena makin diminati. Bahkan budidaya Ikan Guppy di Surakarta mengalami perkembangan pesat. Sebab, Ikan Guppy menjadi salah satu hobi peliharaan ketika banyak masyarakat harus lebih banyak tinggal di dalam rumah akibat COVID-19. Ikan Guppy menjadi sangat menarik karena warna yang beragam.
Gibran Yoga anggota Komunitas Guppy Solo, mengatakan bahwa Ikan Guppy berasal dari luar negeri, diantaranya Venezuela. Ikan kemudian muncul jenis jenis baru karena persilangan genetis. Saat ini terdapat lebih dari 100 jenis ikan Guppy yang tersebar di dunia. “Pembibitan sangat mudah karena tipe ikan yang beranak, cukup disatukan antara jantan dan betina dantiga minggu sudah beranak," katanya.
Untuk wilayah Surakarta sendiri sudah terdapat 100 jenis ikan Guppy dan tiap tahun biasanya muncul jenis baru. Ikan Guppy berkembang biak di air tawar dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Harga ikan Guppy antara lain dilihat dari ekornya. Ikan akan semakin mahal jika ekornya semakin lebar, warna cerah, keaktifan, dan sirip. Jika ikan sudah memiliki standar untuk kontes dan berprestasi, harganya semakin naik. Harga sepasang Ikan Guppy mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta.
Dalam sebulan, Gibran Yoga mengaku memiliki omzet penjualan hingga Rp 5 juta per bulan. Ikan Guppy yang populer diantaranya black moskow, albino full red, dan albino full platinum. Saat pandemi COVID-19, permintaan dari luar negeri diakui ada penurunan. Namun permintaan dari dalam negeri justru mengalami peningkatan tajam. Masyarakat di Solo yang membudidayakan ikan Guppy diperkirakan mencapai 100 orang.
Gibran Yoga anggota Komunitas Guppy Solo, mengatakan bahwa Ikan Guppy berasal dari luar negeri, diantaranya Venezuela. Ikan kemudian muncul jenis jenis baru karena persilangan genetis. Saat ini terdapat lebih dari 100 jenis ikan Guppy yang tersebar di dunia. “Pembibitan sangat mudah karena tipe ikan yang beranak, cukup disatukan antara jantan dan betina dantiga minggu sudah beranak," katanya.
Untuk wilayah Surakarta sendiri sudah terdapat 100 jenis ikan Guppy dan tiap tahun biasanya muncul jenis baru. Ikan Guppy berkembang biak di air tawar dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Harga ikan Guppy antara lain dilihat dari ekornya. Ikan akan semakin mahal jika ekornya semakin lebar, warna cerah, keaktifan, dan sirip. Jika ikan sudah memiliki standar untuk kontes dan berprestasi, harganya semakin naik. Harga sepasang Ikan Guppy mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta.
Dalam sebulan, Gibran Yoga mengaku memiliki omzet penjualan hingga Rp 5 juta per bulan. Ikan Guppy yang populer diantaranya black moskow, albino full red, dan albino full platinum. Saat pandemi COVID-19, permintaan dari luar negeri diakui ada penurunan. Namun permintaan dari dalam negeri justru mengalami peningkatan tajam. Masyarakat di Solo yang membudidayakan ikan Guppy diperkirakan mencapai 100 orang.