Feri Petani Milenial Jadi Penangkar Padi, Ini Kata Koordinator CoE-Perbenihan UNHAS Luwu Raya
Berita Warga

Feri (17) Petani Milenial Luwu Utara asal Desa Rompu Kecamatan Masamba, jadi petani penangkar perbenihan padi.
Feri dibantu emak emak melakukan penanaman padi seluas 2 HA disawah milik orang tua nya Saderika di desa Pombakka Kec. Masamba, Selasa (11/1/2022), kemarin.
Ia memilih turun kesawah untuk membantu orang tuanya menggarap sawah milik nya. Selain itu ia juga menggarap sawah keluarga nya yang sudah jadi lahan tidur. Jadi total 4 Ha keseluruhan.
Dia mengaku dirinya menjadi penangkar perbenihan padi atas ajakan dari Ketua perkumpulan petani milenial indonesia kabupaten luwu utara Kadding yang merupakan program kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar dan Perwakilan ICDF-Taiwan Mr. Dennis Kao di Makassar.
Program perbenihan di Luwu Utara ini digagas oleh Ketua CoE-Perbenihan Fakultas Pertanian UNHAS, Prof.Dr. Ir. M. Yunus Musa, MSc, bersama Koordinator CoE-Perbenihan Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Luwu Raya, Dr. Ir. Idris Summase, MS.
Sementara Koordinator CoE-Perbenihan Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Luwu Raya, Dr. Ir. Idris Summase, MS mengatakan bahwa semoga petani milineal dapat mendampingi 40 Ha perbenihan yang ada di Luwu Utara yang tersebar di beberapa desa.
"Desa bisa surplus benih sebar pada musim tanam ini. 40 Ha pertanaman benih pokok diperkirakan dapat menghasilkan 238.000 kilogram calon benih sebar.
Kata Dia, ini cukup untuk luas sawah 7.933 Ha pertanaman. Dengan luas sawah keseluruhan Luwu Utara 28.909 Ha, membutuhkan benih sebanyak 867. 270 kilogram.
Untuk Luwu Utara swasembada diperlukan pertanaman benih seluas 123 Ha. Jadi dengan adanya petani binaan yg sebelumnya sdh mandiri kisaran 20 , maka dengan memperluas 63 Ha lagi maka produksi benih Luwu Utara cukup memenuhi kebutuhan benih sendiri. suatu upaya mewujudkan benih mandiri di Lutra bagi pemerintah adalah rasional dan terarah.
"67% produksi ditentukan oleh benih yg baik, dan benih yg baik mengurangi OPT dan efektibitas daya serap nutrisi tanah sangat efesien, "tutupnya.
Feri dibantu emak emak melakukan penanaman padi seluas 2 HA disawah milik orang tua nya Saderika di desa Pombakka Kec. Masamba, Selasa (11/1/2022), kemarin.
Ia memilih turun kesawah untuk membantu orang tuanya menggarap sawah milik nya. Selain itu ia juga menggarap sawah keluarga nya yang sudah jadi lahan tidur. Jadi total 4 Ha keseluruhan.
Dia mengaku dirinya menjadi penangkar perbenihan padi atas ajakan dari Ketua perkumpulan petani milenial indonesia kabupaten luwu utara Kadding yang merupakan program kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar dan Perwakilan ICDF-Taiwan Mr. Dennis Kao di Makassar.
Program perbenihan di Luwu Utara ini digagas oleh Ketua CoE-Perbenihan Fakultas Pertanian UNHAS, Prof.Dr. Ir. M. Yunus Musa, MSc, bersama Koordinator CoE-Perbenihan Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Luwu Raya, Dr. Ir. Idris Summase, MS.
Sementara Koordinator CoE-Perbenihan Fakultas Pertanian UNHAS Wilayah Luwu Raya, Dr. Ir. Idris Summase, MS mengatakan bahwa semoga petani milineal dapat mendampingi 40 Ha perbenihan yang ada di Luwu Utara yang tersebar di beberapa desa.
"Desa bisa surplus benih sebar pada musim tanam ini. 40 Ha pertanaman benih pokok diperkirakan dapat menghasilkan 238.000 kilogram calon benih sebar.
Kata Dia, ini cukup untuk luas sawah 7.933 Ha pertanaman. Dengan luas sawah keseluruhan Luwu Utara 28.909 Ha, membutuhkan benih sebanyak 867. 270 kilogram.
Untuk Luwu Utara swasembada diperlukan pertanaman benih seluas 123 Ha. Jadi dengan adanya petani binaan yg sebelumnya sdh mandiri kisaran 20 , maka dengan memperluas 63 Ha lagi maka produksi benih Luwu Utara cukup memenuhi kebutuhan benih sendiri. suatu upaya mewujudkan benih mandiri di Lutra bagi pemerintah adalah rasional dan terarah.
"67% produksi ditentukan oleh benih yg baik, dan benih yg baik mengurangi OPT dan efektibitas daya serap nutrisi tanah sangat efesien, "tutupnya.