Enam Jenis Tanaman Rimpang Yang Berkhasiat Obat
Berita Warga

Kini empon-empon dari tanaman rimpang kembali menjadi andalan dalam kehidupan tidak hanya sebagai bahan penyedap masakan namun digunakan sebagai obat herbal atau ramuan tradisional/ jamu.
Berikut enam jenis tanaman rimpang yang berkhasiat obat yang sering digunakan:
1. Lempuyang (Zingiber zerumbert), bahan aktif yang terdapat pada lempuyang antara lain minyak astiri (terdiri dari zerumbon, pinen, alfa kariofilen, kamfen, sineol dan limonen), flavonoid dan saponin. Dalam Zerumbon terdapat senyawa yang berkhasiat sebagai anti kejang, dapat digunakan juga sebagai obat bisul, kaki bengkak, peluruh angin, peluruh batu ginjal dan empedu, kencing batu, diare berlendir dan menambah nafsu makan.
2. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb ), sudah lama digunakan secara turun temurun untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh. Khasiat lainya yaitu untuk mengobati limpa, ginjal, pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin maag, produksi ASI, memperbaiki nafsu makan, sembelit, sariawan dan jerawat.
3. Jahe (Zingiber officinale), bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung beberapa zat seperti minyak astiri 2 – 3%, zingberin, kamfena, borneol, sineol, zingeberal, geranipl, gingerin, gingerol. Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan. Sifat inilah yang membuat jahe disebut-sebut berguna sebagai komponen bioaktif anti penuaan. Komponen bioaktif jahe dapat berfungsi melindungi lemak/membran dari oksidasi, menghambat oksidasi kolesterol, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Berbagai khasiat jahe yang secara tradisional sudah dikenal luas diantaranya sebagai obat batuk, influenza, demam, menambah nafsu makan, memperkuat lambung, obat eksim, rematik, syaraf muka, lecet, luka karena tikaman benda tajam, terkena duri, jatuh, gigitan ular , menyembuhkan sesak dada dan memperbaiki pencernan.
4. Kunyit (Curcuma domestica Val.) bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung zat seperti curcumin, minyak astiri, phellan-drene, sabinene, cineol, borneol, zingeberenne, turmeron, camphene, camphor, caprillic acid, methoxinnamic acid, dan zat warna alkaloid cur-cumid. Manfaat zat yang terdapat dalam kunyit ini antara lain melepaskan kelebihan gas di usus, menghentikasn pendarahan, mencegah pengentalan darah, anti gatal, anti kejang, menyembuhkan hidung yang tersumbat, radang amandel, radang rahim, anemia, tekanan darah tinggi, rematik, disentri dan cacar.
5. Kencur (Kaempferia galanga L.), dalam rimpang kencur mengandung zat yang bermanfaat seperti pati (4,14%), mineral (13,73%), minyak astiri (0,02%) berupa sineol, asam metal kanil, penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, asam anisic dan alkaloid. Dengan kandungan zat tersebut maka banyak khasiatnya sebagai obat antara lain batuk, kembung, mual masuk angin, masalah pencernaan, anti implamasi, antiseptik, antipasmodik, mengobati sakit gigi, mengeluarkan dahak, tetanus, keracunan tempe bongkrek, jamur, sakit kepala, bisul, nyeri gigi dan menambah daya tahan tubuh.
6. Laos/Lengkuas (Languas galanga stuntz.), mengandung bahan aktif yang terdapat pada lengkuas antara lain minyak astiri, minyak alpinen, methyl cinnamate, kamfer, eugenol (pemberi cita rasa pedas). Manfaat laos selain sebagai penyedap masakan, banyak khasiat yang digunakan sebagai obat antara lain anti bakteri sebagai obat penyakit kulit seperti kodis koreng dan borok, obat gosok penghangat badan, pelancar kemih, penguat empedu, obat tetes telinga, memperbaiki pencernaan, mengeluarkan lendir dari saluran napas, sakit kepala, nyeri dada, meningkatkan nafsu makan, meredakan kolik atau perut mulas, diari dan obat anti mual.
Sumber: Kementan RI (Sri Puji Rahayu)
Berikut enam jenis tanaman rimpang yang berkhasiat obat yang sering digunakan:
1. Lempuyang (Zingiber zerumbert), bahan aktif yang terdapat pada lempuyang antara lain minyak astiri (terdiri dari zerumbon, pinen, alfa kariofilen, kamfen, sineol dan limonen), flavonoid dan saponin. Dalam Zerumbon terdapat senyawa yang berkhasiat sebagai anti kejang, dapat digunakan juga sebagai obat bisul, kaki bengkak, peluruh angin, peluruh batu ginjal dan empedu, kencing batu, diare berlendir dan menambah nafsu makan.
2. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza roxb ), sudah lama digunakan secara turun temurun untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh. Khasiat lainya yaitu untuk mengobati limpa, ginjal, pinggang, asma, sakit kepala, masuk angin maag, produksi ASI, memperbaiki nafsu makan, sembelit, sariawan dan jerawat.
3. Jahe (Zingiber officinale), bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung beberapa zat seperti minyak astiri 2 – 3%, zingberin, kamfena, borneol, sineol, zingeberal, geranipl, gingerin, gingerol. Umbi jahe mengandung senyawa oleoresin yang lebih dikenal sebagai gingerol yang bersifat sebagai antioksidan. Sifat inilah yang membuat jahe disebut-sebut berguna sebagai komponen bioaktif anti penuaan. Komponen bioaktif jahe dapat berfungsi melindungi lemak/membran dari oksidasi, menghambat oksidasi kolesterol, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Berbagai khasiat jahe yang secara tradisional sudah dikenal luas diantaranya sebagai obat batuk, influenza, demam, menambah nafsu makan, memperkuat lambung, obat eksim, rematik, syaraf muka, lecet, luka karena tikaman benda tajam, terkena duri, jatuh, gigitan ular , menyembuhkan sesak dada dan memperbaiki pencernan.
4. Kunyit (Curcuma domestica Val.) bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung zat seperti curcumin, minyak astiri, phellan-drene, sabinene, cineol, borneol, zingeberenne, turmeron, camphene, camphor, caprillic acid, methoxinnamic acid, dan zat warna alkaloid cur-cumid. Manfaat zat yang terdapat dalam kunyit ini antara lain melepaskan kelebihan gas di usus, menghentikasn pendarahan, mencegah pengentalan darah, anti gatal, anti kejang, menyembuhkan hidung yang tersumbat, radang amandel, radang rahim, anemia, tekanan darah tinggi, rematik, disentri dan cacar.
5. Kencur (Kaempferia galanga L.), dalam rimpang kencur mengandung zat yang bermanfaat seperti pati (4,14%), mineral (13,73%), minyak astiri (0,02%) berupa sineol, asam metal kanil, penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, asam anisic dan alkaloid. Dengan kandungan zat tersebut maka banyak khasiatnya sebagai obat antara lain batuk, kembung, mual masuk angin, masalah pencernaan, anti implamasi, antiseptik, antipasmodik, mengobati sakit gigi, mengeluarkan dahak, tetanus, keracunan tempe bongkrek, jamur, sakit kepala, bisul, nyeri gigi dan menambah daya tahan tubuh.
6. Laos/Lengkuas (Languas galanga stuntz.), mengandung bahan aktif yang terdapat pada lengkuas antara lain minyak astiri, minyak alpinen, methyl cinnamate, kamfer, eugenol (pemberi cita rasa pedas). Manfaat laos selain sebagai penyedap masakan, banyak khasiat yang digunakan sebagai obat antara lain anti bakteri sebagai obat penyakit kulit seperti kodis koreng dan borok, obat gosok penghangat badan, pelancar kemih, penguat empedu, obat tetes telinga, memperbaiki pencernaan, mengeluarkan lendir dari saluran napas, sakit kepala, nyeri dada, meningkatkan nafsu makan, meredakan kolik atau perut mulas, diari dan obat anti mual.
Sumber: Kementan RI (Sri Puji Rahayu)