Difable Mampu Ciptakan Mesin Penghancur Jagung dengan Keterbatasannya
Diskusi Komunitas

JW SUREQ - Luwu Utara
Salah satu penyandang disabilitas yang berada di Desa Tarra Tallu Kecamatan Mappedeceng mampu ciptakan mesin penghancur jagung dengan segala keterbatasannya.
Cacat fisik yang dideritanya tidak menjadikannya sebagai pemalas yang hanya berdiam diri menunggu uluran tangan dari orang lain.
Dengan melihat hasil pertanian jagung yang melimpah di desanya, Muhammad Fadil, penyandang disabilitas yang memiliki keterampilan khusus pada bidang elektronik mulai tertarik untuk membuat mesin penghancur jagung menjadi dedak atau pakan ternak.
Secara bertahap, Fadil mulai mengumpulkan bahan untuk pembuatan mesin tersebut, mesin yang dirakit sendiri menggunakan dinamo air tersebut dalam kurun waktu beberapa bulan bisa ia gunakan untuk keperluan pribadi.
Dimulai pada tahun 2023 kemarin, Fadil mengoperasikan mesin tersebut untuk keluarganya sendiri, kemudian mulai diketahui oleh tetangga sebagai tempat penggilingan dedak atau pakan ternak. Setelah diketahui oleh beberapa tetangga, sekarang sudah mulai dikenakan tarif. Dengan menggunakan jasa mesinnya, maka warga wajib membayar Rp. 1.500,- per kilogramnya.
“Hingga kini, sudah ada beberapa tetangga yang menggunakan jasa mesinku, dalam dua hingga tiga hari, saya mendapatkan penghasilan sebanyak Rp. 20.000,” ucap Fadil saat ditemui oleh Jurnalis Warga Sureq Lutra di kediamannya, Senin, 22/7/24.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Tarra Tallu yang mendukung pertumbuhan dan kemampuan difable di desanya, memberikan bantuan berupa kursi roda kepada Fadil beberapa waktu lalu, untuk mempermudah berbagai aktifitasnya.
“Saya mau ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Tarra Tallu yang sudah memberikan bantuan kursi roda, juga memberi ruang kepada difable seperti saya, untuk terlibat langsung pada pengambilan dan pembangunan di desa,” ungkap Fadil.
Salah satu penyandang disabilitas yang berada di Desa Tarra Tallu Kecamatan Mappedeceng mampu ciptakan mesin penghancur jagung dengan segala keterbatasannya.
Cacat fisik yang dideritanya tidak menjadikannya sebagai pemalas yang hanya berdiam diri menunggu uluran tangan dari orang lain.
Dengan melihat hasil pertanian jagung yang melimpah di desanya, Muhammad Fadil, penyandang disabilitas yang memiliki keterampilan khusus pada bidang elektronik mulai tertarik untuk membuat mesin penghancur jagung menjadi dedak atau pakan ternak.
Secara bertahap, Fadil mulai mengumpulkan bahan untuk pembuatan mesin tersebut, mesin yang dirakit sendiri menggunakan dinamo air tersebut dalam kurun waktu beberapa bulan bisa ia gunakan untuk keperluan pribadi.
Dimulai pada tahun 2023 kemarin, Fadil mengoperasikan mesin tersebut untuk keluarganya sendiri, kemudian mulai diketahui oleh tetangga sebagai tempat penggilingan dedak atau pakan ternak. Setelah diketahui oleh beberapa tetangga, sekarang sudah mulai dikenakan tarif. Dengan menggunakan jasa mesinnya, maka warga wajib membayar Rp. 1.500,- per kilogramnya.
“Hingga kini, sudah ada beberapa tetangga yang menggunakan jasa mesinku, dalam dua hingga tiga hari, saya mendapatkan penghasilan sebanyak Rp. 20.000,” ucap Fadil saat ditemui oleh Jurnalis Warga Sureq Lutra di kediamannya, Senin, 22/7/24.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Tarra Tallu yang mendukung pertumbuhan dan kemampuan difable di desanya, memberikan bantuan berupa kursi roda kepada Fadil beberapa waktu lalu, untuk mempermudah berbagai aktifitasnya.
“Saya mau ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Tarra Tallu yang sudah memberikan bantuan kursi roda, juga memberi ruang kepada difable seperti saya, untuk terlibat langsung pada pengambilan dan pembangunan di desa,” ungkap Fadil.