Dewan Kesenian Palembang Gagas Lomba Untuk Ramaikan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Berita Warga

Status Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Naik Grade dari C ke A
Lomba Seni Pertunjukan dan Lokakarya secara resmi dibuka Oleh Walikota Palembang diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Investasi Setda Kota Palembang Dr Hj Letizia, M.Kes
Kegiatan yang mengambil tema, “Mengenal Kekayaan Budaya Palembang Melalui Museum Sultan Mahmud Badaruddin II”.
Letiza mengatakan bahwa pemkot mengapresiasi agenda yang dilakukan di Museum SMB II tersebut. Menurutnya, kegiatan itu dapat melestarikan Budaya Palembang.
“Jadi bagus untuk mengajak anak-anak muda kita bahkan masyarakat umum untuk datang ke sini,” katanya.
Dia berharap agar tetap melestarikan budaya melalui lomba-lomba seperti ini agar budaya di Kota Palembang tidak terlupakan.
“Harus buat museum ini menarik bagi pengunjung sehingga bisa membuat orang tertarik untuk berkunjung ke museum, karena nilai budaya ini tidak bisa ditinggalkan, harus tetap dilestarikan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Agus Rizal tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk mengenal budaya Kota Palembang, termasuk Museum SMB II.
“Sebab ini merupakan media pembelajaran terkait dengan sejarah, budaya, hingga seni dari Kota Pempek,” jelasnya.
Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang (DKP), MS Iqbal Rusdianto menjelaskan DKP dalam hal ini sebagai supporting Partner Colaborasi dan menilai kegiatan ini sebagai gebrakan awal kebangkitan interaksi masyarakat setelah masa Pandemi Covid 19 berakhir.
Kegiatan Lomba Seni dan Lokakarya selama 2 hari
DKP hal ini ikut turut serta memberikan ide dan gagasan agar masyarakat mau berkunjung ke Museum, sehingga Museum SMB II ini memiliki daya tarik tersendiri.
Kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan perayaan hari Museum.
Sementara kegiatan Lokakarya adalah dalam rangkaian naik nya grade Status Museum SMB II status nya Grade C ke Grade A.
Lomba lomba Seni Pertunjukan dan bazar umkm yang menampilkan icon seni dan budaya untuk menarik kunjungan agar masyarakat mau berkunjung ke museum.
Melibatkan generasi muda, lomba tari daerah, lagu daerah tari kreasi.
Lomba Seni Pertunjukan dan Lokakarya secara resmi dibuka Oleh Walikota Palembang diwakili oleh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Investasi Setda Kota Palembang Dr Hj Letizia, M.Kes
Kegiatan yang mengambil tema, “Mengenal Kekayaan Budaya Palembang Melalui Museum Sultan Mahmud Badaruddin II”.
Letiza mengatakan bahwa pemkot mengapresiasi agenda yang dilakukan di Museum SMB II tersebut. Menurutnya, kegiatan itu dapat melestarikan Budaya Palembang.
“Jadi bagus untuk mengajak anak-anak muda kita bahkan masyarakat umum untuk datang ke sini,” katanya.
Dia berharap agar tetap melestarikan budaya melalui lomba-lomba seperti ini agar budaya di Kota Palembang tidak terlupakan.
“Harus buat museum ini menarik bagi pengunjung sehingga bisa membuat orang tertarik untuk berkunjung ke museum, karena nilai budaya ini tidak bisa ditinggalkan, harus tetap dilestarikan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Agus Rizal tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk mengenal budaya Kota Palembang, termasuk Museum SMB II.
“Sebab ini merupakan media pembelajaran terkait dengan sejarah, budaya, hingga seni dari Kota Pempek,” jelasnya.
Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang (DKP), MS Iqbal Rusdianto menjelaskan DKP dalam hal ini sebagai supporting Partner Colaborasi dan menilai kegiatan ini sebagai gebrakan awal kebangkitan interaksi masyarakat setelah masa Pandemi Covid 19 berakhir.
Kegiatan Lomba Seni dan Lokakarya selama 2 hari
DKP hal ini ikut turut serta memberikan ide dan gagasan agar masyarakat mau berkunjung ke Museum, sehingga Museum SMB II ini memiliki daya tarik tersendiri.
Kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan perayaan hari Museum.
Sementara kegiatan Lokakarya adalah dalam rangkaian naik nya grade Status Museum SMB II status nya Grade C ke Grade A.
Lomba lomba Seni Pertunjukan dan bazar umkm yang menampilkan icon seni dan budaya untuk menarik kunjungan agar masyarakat mau berkunjung ke museum.
Melibatkan generasi muda, lomba tari daerah, lagu daerah tari kreasi.