Bimtek Usai, Kini TRC Logpal Miliki Kemampuan Kedaruratan
Berita Warga

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (Logpal) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Lilik Kurniawan, S.T., M.Si, secara resmi menutup kegiatan Penyusunan Modul dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Reaksi Cepat (TRC) Logistik dan Peralatan di Gudang Logistik dan Peralatan BNPB, Kawasan INA DRTG Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (12/12).
Bimtek ini memiliki tujuan yaitu agar TRC Logpal dapat mendukung secara keseluruhan aktivitas klaster logistik saat tanggap darurat bencana, menyusun kaji cepat kebutuhan logistik dan peralatan, memastikan bantuan logistik kemanusiaan dapat didistribusikan ke penerima bantuan, mampu mengasistensi operasional gudang dan distribusi bantuan termasuk penyiapan gudang klaster, serta memiliki keterampilan dasar mendirikan tenda, menyiapkan dapur umum mobile dan menyiapkan pengoperasionalan penjernih air.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BNPB dan Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID dengan program INVEST DM 2.0 (Investing in Human Capital for Disaster Management).
Lilik Kurniawan saat menutup kegiatan mengatakan, dengan selesainya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu yang dimiliki kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Setelah ini akan ada bimtek seperti ini di daerah yang nanti anda adalah pelatihnya. Anda melatih teman – teman di daerah, supaya mereka punya pemahaman yang sama kaitannya dengan logistik dan peralatan,” ucap Lilik.
Dirinya menambahkan saat ini para TRC Logpal telah memiliki kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya, ini merupakan tanggung jawab seorang pemimpin untuk meningkatkan kapasitas anggotanya sebelum terjun ke lokasi bencana.
“Jika seorang pimpinan menugaskan stafnya tanpa memberikan bekal maka pimpinan itu akan disalahkan jika anda celaka dalam bertugas,” kata Lilik.
“Anda sudah memiliki bekal saat ini. Pada saat nanti Anda akan ditugaskan ke daerah bencana, saya ingin teman – teman semuanya tetap semangat, karena ini adalah bagain dari pengabdain kita kepada masyarakat yang terdampak bencana,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Lilik ucapkan apresiasi kepada pihak yang telah membantu dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada INVEST DM atas dukungannya,” tutup Lilik.
Pada kesempatan yang sama Andrew Duncan selaku Chief of Party INVEST DM menyampaikan, bimtek ini sebagai sarana penguatan tim logpal dalam keadaan kedaruratan bencana.
“Menunjang penguatan emergency response di bidang logistik dan peralatan dan mensupport pemenuhan kebutuhan kesehatan, makanan, shelter, air dan sanitasi selama emergency response,” tutur Andrew.
Bimtek ini telah dilakukan empat batch, pertama pada 23 sampai 25 November 2023, kedua pada 26 sampai 28 November 2023, ketiga pada 30 November sampai 2 Desember 2023 dan terakhir pada 10 hingga 12 Desember 2023 bertempat di Pusat Pendidikan dan Latihan BNPB, diikuti oleh tim Alpa, Bravo, Carli dan Delta berjumlah 75 peserta dari Kedeputian Bidang Logistik dan Perlatan BNPB. Adapun metode yang diberikan antara lain presentasi, diskusi, praktikum, simulasi role play dan studi kasus. Dengan fasilitator dari akademisi, kementerian dan lembaga terkait penanggulangan bencana.
Sumber: Humas BNPB
Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Bimtek ini memiliki tujuan yaitu agar TRC Logpal dapat mendukung secara keseluruhan aktivitas klaster logistik saat tanggap darurat bencana, menyusun kaji cepat kebutuhan logistik dan peralatan, memastikan bantuan logistik kemanusiaan dapat didistribusikan ke penerima bantuan, mampu mengasistensi operasional gudang dan distribusi bantuan termasuk penyiapan gudang klaster, serta memiliki keterampilan dasar mendirikan tenda, menyiapkan dapur umum mobile dan menyiapkan pengoperasionalan penjernih air.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BNPB dan Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID dengan program INVEST DM 2.0 (Investing in Human Capital for Disaster Management).
Lilik Kurniawan saat menutup kegiatan mengatakan, dengan selesainya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu yang dimiliki kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Setelah ini akan ada bimtek seperti ini di daerah yang nanti anda adalah pelatihnya. Anda melatih teman – teman di daerah, supaya mereka punya pemahaman yang sama kaitannya dengan logistik dan peralatan,” ucap Lilik.
Dirinya menambahkan saat ini para TRC Logpal telah memiliki kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya, ini merupakan tanggung jawab seorang pemimpin untuk meningkatkan kapasitas anggotanya sebelum terjun ke lokasi bencana.
“Jika seorang pimpinan menugaskan stafnya tanpa memberikan bekal maka pimpinan itu akan disalahkan jika anda celaka dalam bertugas,” kata Lilik.
“Anda sudah memiliki bekal saat ini. Pada saat nanti Anda akan ditugaskan ke daerah bencana, saya ingin teman – teman semuanya tetap semangat, karena ini adalah bagain dari pengabdain kita kepada masyarakat yang terdampak bencana,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Lilik ucapkan apresiasi kepada pihak yang telah membantu dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada INVEST DM atas dukungannya,” tutup Lilik.
Pada kesempatan yang sama Andrew Duncan selaku Chief of Party INVEST DM menyampaikan, bimtek ini sebagai sarana penguatan tim logpal dalam keadaan kedaruratan bencana.
“Menunjang penguatan emergency response di bidang logistik dan peralatan dan mensupport pemenuhan kebutuhan kesehatan, makanan, shelter, air dan sanitasi selama emergency response,” tutur Andrew.
Bimtek ini telah dilakukan empat batch, pertama pada 23 sampai 25 November 2023, kedua pada 26 sampai 28 November 2023, ketiga pada 30 November sampai 2 Desember 2023 dan terakhir pada 10 hingga 12 Desember 2023 bertempat di Pusat Pendidikan dan Latihan BNPB, diikuti oleh tim Alpa, Bravo, Carli dan Delta berjumlah 75 peserta dari Kedeputian Bidang Logistik dan Perlatan BNPB. Adapun metode yang diberikan antara lain presentasi, diskusi, praktikum, simulasi role play dan studi kasus. Dengan fasilitator dari akademisi, kementerian dan lembaga terkait penanggulangan bencana.
Sumber: Humas BNPB
Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB