Log In Sign Up

BIMTEK PENUMBUHAN FORUM KEMANTREN INKLUSI KEMANTREN GONDOMANAN

Citizen News
Tahun 2018 Kota Yogyakarta melakukan pendataan disabilitas dan ditemukan data sejumlah 3.477 jiwa, dengan berbagai macam jenis kedisabilitasan. Mulai dari penyandang disabilitas fisik, sensorik, intelektual, mental hingga penyandang disabilitas yang mengalami kediasabilitasan ganda. Penyandang disabilitas fisik memiliki jumlah terbanyak yaitu 40% dari total disabilitas di Kota Yogyakarta, sedangkan untuk penyandang disabilitas mental 25%, sebanyak 21% merupakan penyandang disabilitas sensorik dan untuk intelektual 14% (data penyandang disabilitas Kota Yogyakarta).

Melihat banyaknya jumlah disabilitas yang ada di Kota Yogyakarta, maka sejak tahun 2013 Kota Yogyakarta memiliki komitmen untuk menjadi Kota Inklusi. Hal ini di mulai dari bidang pendidikan, dengan di bentuk nya sekolah inklusi untuk SD dan SMP. Harapan nya adalah penyandang disabilitas dapat setara dan sekolah dengan teman-teman yang tidak mengalami kedisabilitasan. Hal ini juga di dukung dengan terbentuknya Unit Layanan Disabilitas (ULD) guna mendukung sekolah-sekolah inklusi yang ada di Kota Yogyakarta. Pada tahun 2019 telah di tetapkan peraturan daerah yang mengatur terkait pemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, yaitu Perda No.4 Tahun 2019. Salah satu implementasi dari Perda tersebut adalah seluruh kemantren yang ada di Kota Yogyakarta menjadi kemantren Inklusi.

Kemantren Gondomanan terletak di tengah-tengah Kota Yogyakarta, dengan luas wilayah 1.12 km². Memiliki dua kelurahan, yaitu Kelurahan Ngupasan dan Kelurahan Prawirodirjan. Sesuai dengan data yang ada di Kota Yogyakarta, bahwa dalam Kemantren Gondomanan ini terdapat 226 Penyandang Disabilitas dengan rincian 108 penyandang disabilitas fisik, 28 orang penyandang disabilitas intelektual, 50 orang penyandang disabilitas mental, dan 56 penyandang disabilitas sensorik. Berdasarkan data disabilitas yang ada di Kemantren Gondomanan, terdapat 6 orang yang mengalami kedisabilitasan Ganda dan sisanya adalah disabilitas tunggal.

Disabilitas merupakan salah satu bagian dari 5 kelompok sasaran dalam pembangunan pemerintah, 4 diantaranya adalah perempuan, lansia, anak dan kelompok miskin. Terdapat beberapa lembaga sosial di Kemantren Gondomanan yang mengampu golongan kaum rentan seperti, PKK menaungi perempuan, Kelurahan Layak Anak (KLA) menaungi anak, Kelompok Lansia menaungi lansia dan perkumpulan Program Keluarga Harapan (PKH) menaungi kelompok miskin, sedangkan untuk disabilitas sendiri belum terbentuk komunitas. Oleh karena itu dalam upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, Kemantren Gondomanan berkomitmen untuk membentuk Forum Kemantren Inklusi.

Selasa, 9 Maret 2021 bertempat di pendopo Kemantren Gondomanan, melakukan kegiatan bimtek dalam rangka penumbuhan Kemantren Inklusi, yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa golongan yang berpartisipasi sebagai peserta diantaranya adalah, tokoh masyarakat dari masing-masing Kelurahan di Kemantren Gondomanan, perwakilan kelompok rentan, penyandang disabilitas dan keluarga disabilitas. Kegiatan ini mengupas tuntas terkait Kemantren Inklusi, dengan harapan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya mau bergabung namun juga memahami terkait ketugasan dan juga fungsi dari di bentuk nya Forum Kemantren Inklusi, guna penumbuhan Kemantren Gondomanan sebagai Kemantren Inklusi.(Orin)

Popular Hashtag

Citizen News Related

Citizen News Most Popular

Citizen News Recent Posts

Explore more information

Citizen News

Latest news in your neighborhood

Job

Job vacancies information for you

Event

Discover local events to attend

Report

Problems in your neighborhood

Community

AtmaGo community rooms

Check out selected news, curated especially for you!

Log In Sign Up