Berniat Go Green, Malah Menjadi Go Feed Ayam Tetangga
Citizen News

Dalam program Kerja Kuliah Nyata(KKN) biasanya terdapat sebuah program dimana seorang mahasiswa menjalankan kegiatan go green atau penghijauan pekarangan di lokasi mahasiswa tersebut melaksanakan KKN. Hal itu juga berlaku bagi mahasiswa yang kerap disapa Harits, 21, salah satu mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang sedang melaksanakan KKN. Awalnya Harits ingin melakukan go green, dengan membuat sebuah perkebunan tanaman rosela yang memiliki banyak manfaat bersama dengan teman-temannya. Tanaman rosela dapat menghasilkan bunga yang memiliki banyak khasiat mirip dengan daun teh. Seringkali ditemukan jika bunga rosela dapat dijadikan bahan untuk membuat teh.
“Iya, Saya awalnya ingin membuat perkebunan rosela kecil-kecilan bersama teman-teman main di sini. Teman-teman juga membantu mulai dari mencari benih, lahan, peralatan, sama proses penanamannya.” Begitu ucapnya
Namun sayangnya setelah melewati beberapa pekan, tanaman rosela yang ditanam bersama ini menjadi sasaran empuk bagi ayam-ayam tetangga yang sedang berburu makanan secara lepas. Lokasi penanaman dihalaman rumah salahsatu temannya yang cukup luas itu memang sering menjadi area ayam berkeliling karena memiliki lahan yang subur akan tumbuhan dan buah-buahan apalagi dengan pagar terbuka. Mahasiswa asal solo ini mulai bercocok tanam sejak pekan pertama KKN, baru kemudian mengetahui kabar jika bibit-bibit roselanya menjadi pakan ayam-ayam setelah melewati sekitar tiga pekan.
“Saya kira ayam-ayam di sekitar sini nggak akan memakan tanaman yang sudah tumbuh sedikit besar, paling ketika masih biji-bijian atau baru tumbuh kecil-kecil gitu.”
“Nah itu, Saya mendapat kabar dari teman saya yang menjagakan bibit rosela itu sekitar 3 pekan setelahnya. Tiba-tiba dia WhatsApp(WA) di grup kalau bibit-bibit yang sudah cukup bertumbuh ternyata daun-daunnya dimakan sama ayam-ayam.” Tambahnya
Harits tidak melakukan go green seperti pada umumnya dengan bibit pohon yang cukup besar. Menurutnya penghijauan dengan bibit pohon dijalanan sudah sering dan di daerah pekarangan tersebut masih terbilang cukup banyak pepohonan. Oleh karena itu, Harits berniat membuat kebun yang dapat dipanen bersama teman-temannya. Namun dalam prosesnya Harits dan teman-temanya memang menyadari sebuah tantangan yang memang harus dihadapi, contohnya seperti ayam-ayam yang dapat merusak hasil tanam. Walaupun begitu dengan lapang dada, Harits dan teman-temannya bersabar dan terus berkonsisten untuk melanjutkan penanaman dan perawatan bibit rosela tersebut.
“Rencana saya dan teman-teman tetap lanjut, memang harus lapang dada, bahkan kita jadikan itu sebagai pelajaran dan bahan candaan di grup(WA). Hahaha” terangnya sambal tertawa
“Selain itu juga, rencananya saya dan teman-teman mencoba untuk membuat pagar berongga yang tidak bisa dilewati ayam namun tetap mendapat cahaya matahari.” tambahnya
“Iya, Saya awalnya ingin membuat perkebunan rosela kecil-kecilan bersama teman-teman main di sini. Teman-teman juga membantu mulai dari mencari benih, lahan, peralatan, sama proses penanamannya.” Begitu ucapnya
Namun sayangnya setelah melewati beberapa pekan, tanaman rosela yang ditanam bersama ini menjadi sasaran empuk bagi ayam-ayam tetangga yang sedang berburu makanan secara lepas. Lokasi penanaman dihalaman rumah salahsatu temannya yang cukup luas itu memang sering menjadi area ayam berkeliling karena memiliki lahan yang subur akan tumbuhan dan buah-buahan apalagi dengan pagar terbuka. Mahasiswa asal solo ini mulai bercocok tanam sejak pekan pertama KKN, baru kemudian mengetahui kabar jika bibit-bibit roselanya menjadi pakan ayam-ayam setelah melewati sekitar tiga pekan.
“Saya kira ayam-ayam di sekitar sini nggak akan memakan tanaman yang sudah tumbuh sedikit besar, paling ketika masih biji-bijian atau baru tumbuh kecil-kecil gitu.”
“Nah itu, Saya mendapat kabar dari teman saya yang menjagakan bibit rosela itu sekitar 3 pekan setelahnya. Tiba-tiba dia WhatsApp(WA) di grup kalau bibit-bibit yang sudah cukup bertumbuh ternyata daun-daunnya dimakan sama ayam-ayam.” Tambahnya
Harits tidak melakukan go green seperti pada umumnya dengan bibit pohon yang cukup besar. Menurutnya penghijauan dengan bibit pohon dijalanan sudah sering dan di daerah pekarangan tersebut masih terbilang cukup banyak pepohonan. Oleh karena itu, Harits berniat membuat kebun yang dapat dipanen bersama teman-temannya. Namun dalam prosesnya Harits dan teman-temanya memang menyadari sebuah tantangan yang memang harus dihadapi, contohnya seperti ayam-ayam yang dapat merusak hasil tanam. Walaupun begitu dengan lapang dada, Harits dan teman-temannya bersabar dan terus berkonsisten untuk melanjutkan penanaman dan perawatan bibit rosela tersebut.
“Rencana saya dan teman-teman tetap lanjut, memang harus lapang dada, bahkan kita jadikan itu sebagai pelajaran dan bahan candaan di grup(WA). Hahaha” terangnya sambal tertawa
“Selain itu juga, rencananya saya dan teman-teman mencoba untuk membuat pagar berongga yang tidak bisa dilewati ayam namun tetap mendapat cahaya matahari.” tambahnya