Benar Sesuai Dalil Tidaklah Cukup, Iringi Kebenaran Itu Dengan Kelemah Lembutan
Citizen News

Benar 𝐒𝐞𝐬𝐮𝐚𝐢 Dalil Tidaklah Cukup,
Iringi 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐚𝐧 Itu Dengan Kelemah Lembutan.
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”
(QS Ali Imron : 159)
Bismillah...
Ada seorang laki-laki yang baru saja hijrah, kala mendengar suara adzan berkumandang ia pun berusaha bergegas pergi ke masjid untuk sholat berjamaah agar tepat waktu.
Dan tanpa sengaja Ia pun lupa mematikan suara HP-nya, sehingga tatkala sedang sholat di rokaat ke 4 tiba-tiba terdengar suara HP-nya berdering ada panggilan masuk.
Setelah selesai sholat seorang takmir pun menegurnya dari depan dengan menggunakan pengeras suara, beberapa orang pun ikut menatapnya dengan wajah kesal, mungkin karena suara HP-nya telah mengganggu kekhusukan dan ketenangan mereka ketika sholat.
Dalam perjalanan pulang wajahnya pun nampak tertunduk, ia merasa malu, bahkan sebagian orang ada yang menyindir dan menertawakan.
Dan sejak saat itu, ia memutuskan untuk tidak pernah lagi mau melangkahkan kakinya ke masjid.
Di malam harinya, ia pergi ke cafe, dan tanpa sengaja ia menumpahkan minumannya di meja. Pelayan cafe pun dengan sigap menghampiri dan meminta maaf dan segera memberikan lap bersih untuk membersihkan pakaiannya. Di susul dengan pelayan cafe yang lainnya segera mengepel lantai.
Manajer cafe yang melihat itu pun mendatanginya. Ia memberikan sebuah pelukan serta berkata "Bapak tenang saja, Jangan khawatir, kami maklumi karena semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan kami akan ganti minuman bapak dengan yang baru.”
Sejak saat itu, ia mulai menyukai cafe dan tidak pernah berhenti datang setiap malam.
Pesan Moral :
Terkadang sikap kita sebagai orang yang merasa shalih dan beriman malah menjauhkan jiwa-jiwa dari surga dan mengantarkan jiwa-jiwa itu ke neraka. Karena kita memagari atau mengekslusifkan diri kita seakan kita adalah orang-orang suci.
Lalu bagaimana kita bisa merangkul dan memikat hati seseorang, bila sifat kita kasar dan fokus pada kesalahan-kesalahan orangnya saja?.
Mari bersihkan kembali hati kita, karena benar saja belum cukup, bila tidak di iringi dengan kelemah lembutan. Karena yang pertama kali orang lain rasakan saat bertemu atau berbicara dengan kita bukanlah soal siapa benar atau siapa yang salah, namun bagaimana adab kita dalam merespon dan memperlakukan orang lain.
Maka jaga ucapan, sikap dan jangan terburu-buru emosional dan menghakimi.
Semoga bermanfaat.
____
Sumber : ✍Habibie Quotes, 18 Februari 2021
Repost :
SunnahStori
https://fb.com/SunnahStori
Iringi 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐚𝐧 Itu Dengan Kelemah Lembutan.
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”
(QS Ali Imron : 159)
Bismillah...
Ada seorang laki-laki yang baru saja hijrah, kala mendengar suara adzan berkumandang ia pun berusaha bergegas pergi ke masjid untuk sholat berjamaah agar tepat waktu.
Dan tanpa sengaja Ia pun lupa mematikan suara HP-nya, sehingga tatkala sedang sholat di rokaat ke 4 tiba-tiba terdengar suara HP-nya berdering ada panggilan masuk.
Setelah selesai sholat seorang takmir pun menegurnya dari depan dengan menggunakan pengeras suara, beberapa orang pun ikut menatapnya dengan wajah kesal, mungkin karena suara HP-nya telah mengganggu kekhusukan dan ketenangan mereka ketika sholat.
Dalam perjalanan pulang wajahnya pun nampak tertunduk, ia merasa malu, bahkan sebagian orang ada yang menyindir dan menertawakan.
Dan sejak saat itu, ia memutuskan untuk tidak pernah lagi mau melangkahkan kakinya ke masjid.
Di malam harinya, ia pergi ke cafe, dan tanpa sengaja ia menumpahkan minumannya di meja. Pelayan cafe pun dengan sigap menghampiri dan meminta maaf dan segera memberikan lap bersih untuk membersihkan pakaiannya. Di susul dengan pelayan cafe yang lainnya segera mengepel lantai.
Manajer cafe yang melihat itu pun mendatanginya. Ia memberikan sebuah pelukan serta berkata "Bapak tenang saja, Jangan khawatir, kami maklumi karena semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan kami akan ganti minuman bapak dengan yang baru.”
Sejak saat itu, ia mulai menyukai cafe dan tidak pernah berhenti datang setiap malam.
Pesan Moral :
Terkadang sikap kita sebagai orang yang merasa shalih dan beriman malah menjauhkan jiwa-jiwa dari surga dan mengantarkan jiwa-jiwa itu ke neraka. Karena kita memagari atau mengekslusifkan diri kita seakan kita adalah orang-orang suci.
Lalu bagaimana kita bisa merangkul dan memikat hati seseorang, bila sifat kita kasar dan fokus pada kesalahan-kesalahan orangnya saja?.
Mari bersihkan kembali hati kita, karena benar saja belum cukup, bila tidak di iringi dengan kelemah lembutan. Karena yang pertama kali orang lain rasakan saat bertemu atau berbicara dengan kita bukanlah soal siapa benar atau siapa yang salah, namun bagaimana adab kita dalam merespon dan memperlakukan orang lain.
Maka jaga ucapan, sikap dan jangan terburu-buru emosional dan menghakimi.
Semoga bermanfaat.
____
Sumber : ✍Habibie Quotes, 18 Februari 2021
Repost :
SunnahStori
https://fb.com/SunnahStori